Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 92 Ungkapan Hati


__ADS_3

BRUKK


Michael kaget karena ada orang yang menubruknya,dan dia seorang wanita jatuh terjelopoh ke lantai.


"Eh Nona maaf,anda tidak apa-apa?"Michael dengan refleks menolong wanita itu.Tatapan wanita itu kosong,membuat Michael terheran.Namun ia tetap membantu sang Nona kembali berdiri.


Tanpa sepatah kata si wanita pergi begitu saja membuat Michael terpegun penuh tanda tanya.Tiba-tiba Michael teringat akan niatnya datang ke sini sepagi ini.Ia pun melanjutkan langkahnya untuk menemui Retno.


___


Retno yang tengah sibuk memeriksa beberapa lembar kertas yang akan dipersiapkan untuk presentasi nanti jadi kaget melihat Michael yang datang tanpa salam.


"Kemana Lita?"Tanya Michael tegas"Kemana Lita?Diana?dan juga om dan tante?"


Retno terhenyak diam tidak bisa berkata apa-apa.


BRAAKKKK


Michael menggebrak meja,tubuh Retno seperti kesetrum listrik.Ia semakin shock.


"Jawab Ret!!!"Bentak Michael sudah kehilangan kesabaran.


"Eee...eeee"


"A-e-a-e...Kenapa?udah pikun"Timpal Michael penuh kengerian.


"Du-duduk dulu lah"


Michael pun duduk dengan kasar,tangannya terlipat di dada menunggu kalimat yang akan Retno ucapkan selanjutnya.


Gadis didepannya itu terlihat gugup dan gemetar.Ia duduk pun sangat hati-hati.Beberapa kali ia menelan saliva,nampak tak berani bertentangan muka dengan dirinya.


"Harus berapa lama aku menunggu penjelasan dari kamu"Sambung Michael tak sabar.


"Emmm Lita...Lita pulang ke rumah orangtuanya"Jawab Retno.Michael terdiam,kenapa ia tidak berpikir ke arah sana?Tapi dia juga tidak tahu dimana rumah orang tua Lita.


"Kenapa tidak pamit?"Nada bicara Michael sudah mulai melunak.


"Karena kamu pasti tidak akan mengijinkan"


"Apa alasannya?"


Retno diam,rasanya tak enak jika mengatakan bahwa semua karena Ibunya.


"Apa karena Mommy?"Michael langsung menebak,Retno mengangguk pelan.


Michael menghela nafas panjang,ia menatap ke sekeliling dengan cemas dan risau.

__ADS_1


"Aku minta alamat rumahnya"Michael menengadahkan tangan.


"M-maaf ..ada sesuatu yang harus kamu tahu"


"Apa?"Tatapan Michael menukik tajam ke anak mata lawan bicaranya.


"Li-Lita sudah menikah"Retno semakin gugup.


"Apa?!!;;Dengan siapa dia menikah?"Dada pria itu terlihat naik turun.


"Damian"


Mendengar satu nama disebutkan,Michael langsung beranjak pergi dari ruangan Retno.Suara pintu dibanting membuat jantung Retno hampir copot.Michael benar-benar murka.


"Damian!!!"


Suara panggilan terdengar lantang,belum sempat Damian mengucapkan kata.Michael sudah mencengkram kerah bajunya sehingga membuat dia berdiri dari tempat duduknya.


"Kurang ajar kau!!Berani kamu menikahi Lita hah??"Gigi Michael bergemeletuk karena menahan amarahnya.Damian yang awalnya shock,tiba-tiba menyeringai.Senyumnya penuh kemenangan.


"Mangkanya jangan sombong,akhirnya Lita memilihku bukan?"


Michael semakin tersulut emosi,ia mendorong tubuh Damian sampai terhempas kembali ke tempat duduknya.


"Apa yang kamu lakukan sampai Lita sudi menikah dengan kamu?"


"Kenapa kamu mau saja menerima permintaannya?"


"Karena aku mencintai nya"Jawab Damian tanpa rasa gentar"Kamu bisa bayangkan bagaimana perasaan Lita disaat ia terpaksa memilih aku?Aku tahu Mic,dia mencintaimu!!Tapi ada sesuatu yang menekankan perasaannya sehingga memilih aku"


Michael terduduk lemas,Hatinya perih sekali.Lebih dari luka yang dulu pertama kali ia jatuh cinta.


"Tolong antar aku ke tempat tinggal Lita"Pinta Michael dengan lirih.Damian mengangguk pelan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lita tengah bermain dengan putrinya disaat Damian datang bersama Michael.Pak Samsul yang mengetahui kehadiran Michael terperangah,ia ingin memberi tahu Lita namun Michael meminta agar Pak Samsul diam.


Pak Samsul pun beranjak pergi,meninggalkan Lita berdua saja dengan Putri Diana.Damian lebih dulu menghampiri sambil mengajak Diana bercanda.


"Cilukba"bayi yang masih berumur 4bulan itu cekikikan ketawa.


"Dam?"Panggil Lita yang menyadari keberadaan suaminya.


"Iya aku disini"Jawab Damian,ia mengambil Dede untuk digendongnya.


"Kok udah pulang emang ini jam berapa?"

__ADS_1


"Jam makan siang,aku kan boss jadi bebas"Seloroh Damian.


"Ihh sombongnya,,,emang mau makan disini kamu?"


"Iya,aku mau makan dulu ya"Damian pamit pergi masuk ke dalam bersama Dede yang digendongnya.


"Dam...Dam"Seru Lita,ia meraba-raba putrinya sudah tidak ada lagi ditempatnya"Kamu bawa Dede Dam?"Teriak Lita lantang.Ia berusaha bangkit ingin menyusul suaminya,namun tiba-tiba dua tangan kokoh memeluknya dari belakang.Lita terhenyak kaget,tubuhnya mematung,jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Apakah ini mimpi??


Tapi pelukan hangat ini sangat nyata dirasa,apalagi ciuman yang menghujani pundaknya,lehernya,lalu naik ke cuping telinga.


"Stop!!!"Desis Lita menghentikan gerak nafas yang membuat bulu kuduknya meremang.


"Aku merindukanmu"Bisik suara yang beberapa hari ini tak didengarnya.Kedua netra Lita mengembun,Apalagi disaat rengkuhan hangat itu semakin erat mengungkung tubuhnya.


"Kenapa??kenapa kamu tega melakukan ini padaku?Kenapa kamu tidak mau terbuka tentang apa yang terjadi sebenarnya??Kenapa kamu memilih menyakiti hatimu dan hatiku??kenapa Lit??kenapa?"


Michael menelungkupkan wajahnya dipundak Lita,wanita itu membiarkan saja Michael menumpahkan segala perasaannya.


"Kamu tahu kan aku sangat mencintaimu,jangankan menikah dengan orang lain?bertegur sapa saja hatiku tak rela"


"Tolong...tolong kembalilah kepadaku Lit,ceraikan Damian dan menikahlah denganku"Rengek Michael penuh hiba.


Lita menggeleng pelan,air matanya sejak tadi sudah merembes.


"Aku tidak bisa Mic,aku tidak bisa bersamamu"


Michael mendongak,matanya sembab,ia melepaskan pelukannya lalu membalikkan tubuh Lita agar mereka saling berhadapan.


"Apa karena Mommy?"


Haruskah ia jawab??Lita memilih diam,namun sorot matanya tak surut membalas tatapan Michael.


Pria itu sudah bisa menerka apa jawaban dari pertanyaannya.Ia meruntuk dalam hati,Ia menyumpah serapah pada keadaan,Kenapa harus Ibu yang menjadi penghalang kebahagiaannya??


Michael terduduk melantai yang dingin,Lita panik,ia meraba-raba mencari Michael.Ia takut Pria itu kenapa-napa.Begitu tahu Michael tengah terduduk lemas,Lita pun duduk di sampingnya sambil merengkuh pundaknya.


"Kamu harus bisa menerima keputusanku Mic,ini bukan hanya untuk aku?tapi juga kedua orang tuaku"


"Kamu dengar sendiri kan bagaimana dia menghina Mama dan Ayahku?"


"Haruskah kita berpisah Lit??Aku sayang banget sama kamu"Michael mengapit wajah Lita dengan kedua telapak tangannya.Lita tak sanggup untuk berpura-pura tegar,ia menangis dihadapan laki-laki yang telah berhasil membuat dia kembali mengenal rasa cinta.


Michael menarik tubuh Lita dalam pelukannya,keduanya menumpahkan kepedihannya bersama.Tubuh Lita sampai bergetar karena isakan tangisnya.Sungguh miris sekali kisah cintanya.


Damian memperhatikan kedua sejoli itu dari balik tembok penyekat,hatinya juga terluka melihat orang yang ia cintai,ia nikahi,kini menangis dalam pelukan pria lain.Namun ia tak bisa berbuat banyak,hanya ini yang bisa ia lakukan atas kesalahannya kemarin yang telah berani untuk memperkosa wanita itu.Semoga Lita bisa memaafkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2