
POV Damian
"Bisa besok kita menikah??"
Pertanyaan Lita membuatku terdiam,aku tidak menyangka wanita yang ku cintai sejak lama akan mengajakku menikah.Mimpi apa aku semalam?perasaan semalam aku tidak bisa tidur karena memikirkan pernikahanku dengan Andin.Dan ternyata aku malah diajak nikah sama Lita.
"Gimana Dam?"Lita mempertanyakan keputusanku.
"Baiklah,kapan dan dimana kita akan melaksanakan akad?"Tentu aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.Malah dengan senang hati aku menerima ajakan Lita.
"Dirumah Orang tuaku,besok"Jawab Lita tegas,seperti sudah ia rencanakan dengan matang.
Tiba-tiba suara ringtone ponselku berdering,ia menekan tombol hijau karena itu telfon dari Retno.
"Dam,cepat keluar,,Michael sekarang mencari Lita"Suara Retno terdengar panik.
"Ok"Segera ku matikan sambungan telepon"Aku keluar dulu,kamu harus segera keluar karena Michael mencarimu"
Lita mengangguk mengerti,dengan tergesa aku keluar lebih dulu agar Michael tidak tahu pertemuan kami.Tak dapat ku pungkiri bahwa aku sangat bahagia meskipun pertemuanku dengan Lita terbilang rahasia.
___
Tanpa membuang waktu lagi,aku kembali ke ruangan ku tanpa sepengetahuan Michael.Aku memilih menunggu Pria yang telah merampas cinta Lita dariku,agar tidak mencurigakan.
Dalam penantian itu,aku berpikir apa alasan Lita yang tiba-tiba mengajakku menikah?Dan ini ia lakukan secara sembunyi-sembunyi dari Michael.Apa yang sedang Lita rencanakan?Ohya,aku lupa!bukankah ini ada campur tangan dari Retno.Pasti gadis itu tahu sesuatu.Nanti saja aku tanya dia setelah Michael dan Lita pergi.Karena aku khawatir takut kepergok oleh Michael.Bisa kacau nantinya.
___
Dengan santai aku menyambut kedatangan Michael yang menggandeng tangan Lita.Aku bersikap biasa saja meskipun dalam hati aku bersorak penuh kemenangan.
Sebentar lagi,yah sebentar lagi Lita akan menjadi milikku.Dan Michael pasti patah hati hihihihihihi.
Keduanya pamit pulang,dan aku hanya mengantar sampai di depan pintu ruang kerjaku.Setelah ku pastikan mereka masuk ke dalam lift,aku segera memanggil Retno melalui interkom.
Tak berselang lama,Retno datang ke ruanganku.
"Bapak manggil saya?"Tanya Retno tanpa mengesampingkan etika pekerja.
"Silahkan duduk"Pintaku menunjukkan kursi kosong dihadapanku.Kami duduk berhadapan hanya tersekat meja kerjaku.
"Ret..kamu pasti tahu apa alasan Lita tiba-tiba mengajakku menikah?Bisa kamu jelaskan padaku?"Tanyaku tanpa basa-basi.
"Apa Lita tidak mengatakannya padamu?"
"Tak sempat,waktu yang kamu berikan terlalu cepat"
__ADS_1
Retno diam,ia seperti memikirkan sesuatu.
"Ret...aku tahu Lita tidak mencintaiku,dan ini adalah anugerah bagiku dia bisa mengajakku menikah.Tapi setidaknya aku harus tahu alasannya"Pujukku.
"Tapi kamu bersedia?"
"Iya aku bersedia,apapun itu alasannya aku akan menerima pernikahan ini dengan bahagia"Jawabku yakin.Retno menghela nafas panjang.Dari sorot matanya ia siap untuk bercerita.
"Dirumah ada Ibunya Michael,sepertinya dia tidak suka dengan Lita dan keluarganya.Secara terang-terangan dia menghina orang tua Lita yang tinggal dirumah.Bukan hanya itu,dia juga menuduh kalau Lita dan keluarganya yang merencanakan pembunuhan kepada Danur Wenda"
"Apa?"Aku terhenyak kaget,emosiku terpancing.Tangan ku kepal kuat.Jahat sekali tuduhan itu.
"Dia juga tidak bisa terima hubungan antara Lita dan Michael.Lita pun meyakinkan bahwa dirinya dan Michael tidak akan pernah bisa bersama jika Ibunya menentang.Tapi Lita juga tahu bagaimana karakter Michael,Jadi dia mengambil jalan ini.Karena dia tahu kamu pasti mau membantunya"
Aku terdiam,ini sebenarnya sangat tidak adil bagiku.Tapi posisiku juga sangat tidak menguntungkan.Jika Lita tahu aku sudah menikah hari ini.Pasti Lita akan menggagalkan rencananya.Jadi lebih baik aku diam dan mengikuti permainan Lita.Karena pasti pernikahan ini hanya untuk bukti saja agar Michael menyerah kepada hubungannya dengan Lita.
"Kamu tidak berubah pikiran kan?"Retno terlihat cemas.Aku menggeleng dengan disertai senyuman.
"Aku sangat mencintai Lita,Ret...Apapun akan aku lakukan untuknya"Jawabku penuh perasaan.Retno tersenyum lega,ia seperti lepas dari rasa bersalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.00malam.Namun aku sama sekali tak berniat untuk pulang.Jadi aku menyibukkan diri dengan pekerjaan untuk besok pagi.
Apalagi esok ia akan menikah dengan Lita,jadi tak masalah jika ia menyelesaikan pekerjaan sekarang.
"Hallo"
"Sayang kamu kemana?kok belum pulang?"
Aku menjauhkan sedikit ponselku dari cuping telinga,karena suara Andin terdengar sangat keras sekali.
"Maaf aku sedang dalam perjalanan keluar kota,ada miting dengan klien"Jawabku mencari alasan.
"Apa?kok nggak bilang-bilang sih?kamu tahu nggak,Papa sama Mama sekarang ada disini"
"Iya maaf aku terburu-buru tadi,salam ya sama Papa dan Mama kamu.Aku minta maaf karena tidak bisa menemui mereka"Sengaja ku perlihatkan rasa bersalah agar Andin tambah percaya.Ku dengar Andin mendengus,sifat manjanya sudah terlihat lagi.
"Ya sudah,aku lagi nyetir nih.Sampai besok ya sayang,By"Ku matikan telepon tanpa persetujuan.Aku menghela nafas panjang,lega.Tapi jantungku tiba-tiba berpacu cepat mengingat besok aku akan menikahi Lita.Aku tersenyum penuh bahagia,tak sabar rasanya menunggu esok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lita mengirimkan lokasi tempat tinggal orang tuanya.Sebelum aku menuju ke tempat akad nikah,aku mampir dulu ke toko laundry langgananku.Ku ambil setelan jas yang ku cuci disana.Lumayan untuk berganti pakaian nanti saat akad nikah.
Setelah itu aku meluncur cepat kekediaman Lita.Entah Lita memberikan alasan apa kepada Michael sehingga ia bisa berada di Rumah orang tuanya.Yang jelas saat ini,Lita sudah siap menungguku.Hihihihi tunggu aku sayang.Pikiranku jadi traveling kemana-kemana.Sedikit pun tak ku pikirkan bagaimana dengan Andin dirumah ku?karena aku tak perduli sama sekali dengan wanita itu.
__ADS_1
___
Dalam waktu kurung 24 Jam aku sah menikahi dua wanita sekaligus.Namun untuk pernikahan dengan Lita aku memilih untuk tidak masuk kantor.Dan Retno sudah menghandle semua untukku.
Saat ini aku sudah duduk berdua dengan Lita yang memakai kebaya putih sederhana namun tetap terkesan cantik.Ku nikmati wajah ayu itu berlama-lama,sungguh tak membosankan dan teduh Dimata.
Ku belai lembut anak rambutnya,Lita tersentak kaget.Ia menarik tubuhnya seakan memberi jarak diantara kamu berdua.
"Maafkan aku Dam..."Ucapnya lirih.
"Maaf untuk apa?"
"Untuk semua yang aku lakukan padamu,aku terpaksa mengajakmu menikah,karena hanya kamu yang bisa aku harapkan untuk membantuku"
"Aku sudah tahu kok,aku sudah tahu semuanya.Dan aku tidak perduli itu,yang terpenting saat ini.Kamu adalah istriku"
Ku buat diriku semakin dekat dengan Lita.Mungkin Lita merasakannya,ia menarik mundur tubuhnya.Tapi ku cengkram lengannya agar ia tak bergerak lagi.
"Dam"Dia menggeleng,aku tersenyum jahat.Ku tarik ia agar jatuh ke pelukanku.Ku tahan dengan lingkaran erat dipinggangnya.
"Dam ..aku tidak bisa"
Wajah kami sudah berdekatan,namun Lita seolah menarik wajahnya menjauh.Aku tak kehilangan akal,ku ikuti gerak tariknya hingga ia terbaring dan aku tidur miring di sampingnya.
"Dam...ku mohon"Lita menakupkan kedua telapak tangannya.Netranya terlihat mengembun.
"Kamu sekarang istriku Lit,jadi sudah seharusnya kamu tunaikan kewajiban kamu"
"Kalau kau sudah tahu alasan kenapa aku meminta kita menikah,kamu juga pasti tahu kenapa aku tidak mau"
Aku terdiam,disini aku merasa seperti dipermainkan.Tapi aku tidak mau dibodohi,aku tak perduli Lita mau atau tidak.Yang jelas dia harus siap dengan consequence-nya .
Ku naiki tubuhnya,ia membulatkan matanya.
"Dam..."Dia panik,aku tak perduli.Ku ciumi wajahnya yang memucat.Ia berontak,semakin berontak aku semakin berhasrat.
"Dam...lepaskan Dam..."
Aku tak menghiraukan pintanya,baju kebayanya begitu susah ku buka.Ingin ku robek saja gaun itu dan...
Tok tok tok tok tok tok
"Lit...Dede menangis"Terdengar suara Ibunya Lita dari arah luar,aksiku jadi tertahan.
"Iya Ma... sebentar"Lita mendorongku,ia bangkit dengan tergesa dan berjalan terseok-seok sampai tak sengaja kakinya tersandung kursi.Aku bangkit hendak membantunya namun Lita mendorong tubuhku dengan kuat sehingga aku terjengkang.Lita merangkak seperti orang ketakutan,ia berdiri dengan meraih hendel pintu.Lalu keluar meninggalkanku yang duduk melantai.
__ADS_1
Hatiku sakit,sangat sakit,melihat Lita ketakutan bersamaku.Ku pejamkan mata lalu ku rebahkan tubuhku begitu saja di lantai marmer yang dingin.