
Danur mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,Ia segera membawa istrinya pulang ke kediamannya.
"Kok ini?"Lita heran karena jalur yang dipilih oleh Danur bukan ke arah tempat kostnya.
"Kita pulang ke rumah ya"Bujuk Danur.
"Tapi De?"
"Aku sudah meminta Mbok Fatma untuk menjemputnya bersama Lukman "Jawab Danur.Lita tidak bisa berkutik lagi.Ia akhirnya menyerah.
___
Andin melempar handphonenya ke atas sofa dengan geramnya.Matanya memanas,gerahamnya mengetat.Ia marah karena dengan mudah wanita yang ia jebloskan ke penjara sudah bebas.
"Aku terlalu menganggap remeh wanita itu,ternyata suaminya bukan orang yang calang-calang"Andin begitu emosi.Tangannya mengepal kuat.
"Apakah aku yang masih gadis ini akan kalah saing sama dia yang merupakan istri orang?Apa Damian tidak berpikir bahwa wanita itu sangat tidak layak untuknya?Katanya dia trauma sama perempuan takut seperti Ibunya,lah ini malah suka sama bini orang.Kesambet setan mana kamu Damian??Atau jangan-jangan kamu diguna-guna??Kan wanita itu hanya berprofesi sebagai tukang cuci piring.Pantas dong kalau dia mengincar Damian yang lumayan kaya dan ganteng"
"Itu bisa saja,tapi kalau aku katakan sama Damian dia tidak mungkin dengan mudahnya percaya sama aku.Kecuali aku punya buktinya"
Andin manggut-manggut sambil bolak balik berjalan disekitar ruang tamu.Ia berpikir keras bagaimana caranya membuktikan bahwa Damian diguna-guna oleh Lita.Itu bukan perkara yang mudah.
___
Damian baru saja sampai di tempat kostnya Lita,ia berniat untuk minta maaf atas perlakuan kasarnya Andin.Dia juga khawatir takut Lita benar-benar berhenti kerja.
Tapi Damian heran karena suasana kost-an sangat sepi,biasanya terdengar suara Lita yang bercanda dengan Dede ataupun suara Dede menangis.
Sewaktu ada seorang perempuan paruh baya lewat,Damian segera mencegatnya "Bu maaf,penghuni kostan ini kemana ya?Kok sepi?"
"Ooohhh tadi pagi katanya Ibunya Dede dijemput paksa oleh polisi.Katanya dia telah melakukan tindakan kekerasan semalam tadi"Perempuan itu dengan lancar menjelaskan.
"Apa?!!"Damian begitu shock,ia segera mengambil handphonenya dari dalam saku.Lalu menekan Nomor teleponnya Andin.
"Hallo"Panggil Damian begitu talian tersambung.
"Ya Dam,ada apa?"Andin menjawab dengan manja.
"Kamu melaporkan Lita ke polisi?"
__ADS_1
"Iya,emang kenapa?Tapi dia sudah bebas"
Damian yang semula penuh emosi,mendengar Lita sudah bebas jadi tersenyum tipis.
"Benarkah?"
"Iya,,,suaminya yang menjaminnya"
"Syukurlah "ucap Damian dalam hati,ia memutuskan talian tanpa pemberitahuan.Segera ia menghubungi nomor Lita.Ia tidak perduli jika wanita itu sudah kembali kepada suaminya.Ia hanya ingin memastikan bahwa pujaan hatinya sedang baik-baik saja.
"Hallo"Mendengar suaranya saja Damian sudah bahagia.
"Kamu baik-baik saja?"
"Emmmm yah aku baik-baik saja"
"Apakah nanti sore kamu datang kerja?"
"Emmmmm maaf ya Dam,aku resign"
Damian menelan kekecewaan yang mendalam.Ia diam sejenak.
"Ah iya..."
"Kamu ok?"
"I Ok"
"Maaf ya...aku udah buat banyak masalah sama kamu"
Damian tersenyum meskipun ia tahu Lita takkan melihat senyumnya,senyum penutup luka.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu Lit"
Tak ada tanggapan dari seberang,Damian pun tidak bisa berkata apapun.Ia seakan kehilangan topik pembicaraan.Lama terdiam,talian terputus dari seberang.Damian menghela nafas dalam-dalam.Dadanya bergemuruh sampai terasa penuh dan sesak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pak Samsul dan Bu Fatin sangat teruja begitu tahu akan kedatangan putrinya yang lama menghilang.Apalagi dengan kehadiran cucu mereka yang comel?Bu Fatin tak henti-hentinya menciumi pipi Dede dengan gemas.Ia dan suaminya sampai lupa waktu saat bermain dengan Dede.
__ADS_1
Lita tersenyum menyaksikan kebahagiaan orang tuanya,begitu pun dengan Retno.
"Aku pulang dulu ya Lit"Pamit Retno.
"Kok buru-buru amat sih?"Lita merasa tak rela jika Retno pergi.
"Belum nyuci baju"
"Kamu tinggal saja disini,jangan dikost-an yang kumuh itu lagi"Timpal Danur yang baru saja keluar.Lita langsung tersenyum senang mendengar ucapan suaminya.
"Tapi Pak?"
"Ini perintah,jangan di bantah"Titah Danur tegas.
"Iya Ret,,,nanti kalau kamu tinggal sendirian disana pasti kesepian.Karena Dede kan ada disini"
Retno diam berpikir,ingin menolak rasanya sayang.Langsung diterima rasanya malu.
"Ohya,aku sudah merekomendasikan sebuah jabatan untukmu.Mulai Minggu depan kamu sudah naik jabatan"Sambung Danur menambah kebahagiaan sahabat istrinya itu.Lita juga terlihat kegirangan.
"Lalu untukku??"Tanya Lita mulai menampakkan sisi manjanya.
"Kamu kan yang punya perusahaan sayang"Danur merangkul istrinya sembari mencium pipinya Lita.
"Aduh aduh aduh"Retno memalingkan wajahnya "Aku kok dianggap patung Pancoran sih"
Danur tersenyum tipis,begitupun Lita.
"Tapi aku ingin kerja"Lita masih membahas keinginannya untuk bekerja.
"Kalau di cafe itu aku tidak ijinkan"Danur menegaskan dengan jelas.
"Kalau jadi guru silat gimana?"Lita memberikan usul.Danur menatap istrinya dengan begitu mendalam.Ia tidak mungkin menolak,nanti kalau Lita ngambek lagi bakal menyusahkan baginya.
"Baiklah,tapi kamu harus bisa membagi waktu untuk menjaga Diana"Danur menyebutkan sebuah syarat.
"Diana biar bersama kami saja,jangan khawatir.Yang penting Lita bahagia kembali berada di rumah ini dan tidak kabur-kaburan lagi"Sahut Bu Fatin yang masih menggendong Diana.Lita tersenyum senang mendapatkan pembelaan dari orang tuanya.
"Baiklah,,,aku mengalah"Desah Danur sembari mempererat pelukannya.Senyuman Lita tak pernah lekang dari bibirnya.Semoga saja kebahagiaan ini akan kekal dan tidak ada lagi masalah yang berarti.Harap Lita dalam hati.
__ADS_1