
Angelina begitu berang,Beberapa kali ia memukul steering mobil untuk meluapkan emosinya.Ia benar-benar dibuat malu oleh istri Danur Wenda.
"Awas kamu,Mulai sekarang kamu dalam pengawasanku"Angelina menggeretakkan gerahamnya.Matanya menyiratkan api dendam yang merajai hatinya.
Lita menghempaskan tubuhnya ke atas sofa,Tangannya terlipat di dada,Wajahnya menatap keluar jendela kaca yang tembus pandang.Danur menghela nafas panjang,ia berkacak pinggang dihadapan istrinya yang tidak mau bertentang mata dengannya.
Ia sudah kehilangan akal untuk bisa mengapusi istri tercintanya.Jujur ia menyesali pertemuannya dengan Angelina jika tahu akan begini jadinya.
"Sayang"Danur duduk disamping istrinya,ia menyentuh lembut lengan sang istri namun ditepis oleh Lita.
"Jangan pegang-pegang"Hardik Lita,Ia tetap fokus keluar jendela.
"Aku minta maaf,Tapi sungguh aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Angel"
Lita mengalihkan perhatian ke arah jam dinding diruang kerja suaminya.
"Aku pergi ngajar dulu,Udah telat"Lita bangkit dengan tas sudah tersandang dibahu.
"Aku antar"Danur mensejajari istrinya.
"Tidak perlu"Jawab Lita ketus.
"Sayang..."
"Aku lagi marah,Aku lagi kesel, Jadi jangan buat kemarahanku malah terlampiaskan kepadamu"Netra jernih itu melebar dengan sangar membuat lawan bicaranya bungkam.
Lita pergi tanpa kata lagi.
...----------------...
Ditempat latihan,Liita tidak mengambil alih untuk mengajar anak-anak,Karena keadaannya yang kurang mood.Ia memilih latihan sendiri dengan mematahkan batu bata dengan tangannya.Hal itu sangat efektif untuk meluapkan segala emosi yang ada.
AAAAAAA
Dengan sekali pukul,10 batu bata patah jadi dua.Nafas Ibu beranak satu itu ngos-ngosan,Air mata mengalir disudut netranya.Kepalanya mendongak menatap langit-langit stadion latihan.Beban dipundaknya seakan berkurang.
Tanpa sepengetahuannya,Angelina mengekorinya sejak keluar dari halaman parkir Mall milik suaminya.Gadis itu tak ubahnya seperti spy yang menyelidiki seseorang.
__ADS_1
"Pasti akan aku temukan kelemahanmu disini Lita"Gumamnya.Ia terus mengamati keadaan sekitar dari dalam mobilnya.
Krisna menghampiri anak didiknya sembari menyodorkan sebotol air mineral,Lita yang menundukkan kepalanya mendongak pelan.Ia tersenyum lalu menerima pemberian pelatihnya tersebut.
"Kamu terlihat punya masalah?"Tanya Krisna setelah ia duduk disamping Lita.Lita meneguk air dalam botol itu sampai habis separuh.
"Biasalah,Masalah rumah tangga"Jawab Lita tanpa mau membalas tatapan mata dari pelatihnya.
"Aku tidak tahu seberat apa masalahmu,Tapi lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah.Justru akan menambah masalah baru"
Lita mengangguk "Benar,,,dan sekarang masalah berdatangan karena aku lari dari masalah dulu"
"Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya,Jadi jangan menyerah"Krisna menepuk pundak Lita beberapa kali.Lita mengangguk setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kali ini Damian mengantar Sila lebih awal datang ke tempat latihan silat.Namun Damian memilih untuk tidak langsung masuk,Ia menunggu kedatangan Lita dari dalam mobilnya.
Angelina mengangkat sebelah bibirnya,ia ingat betul dengan laki-laki itu.Bos Lita yang begitu sangat dekat dengan Lita.Pasti bukan tanpa alasan dia datang ke tempat ini selain mengantar Gadi kecil itu latihan.
Selang beberapa menit,Lita datang dengan menaiki taxi online.Benar saja,Laki-laki itu keluar dari dalam mobilnya menyambut kedatangan Lita.
Keduanya tampak akrab,Sampai mereka masuk ke dalam stadion itu berdua.Angelina tersenyum puas,Ia siap mengirim foto-foto itu kepada Danur.
Ting Ting Ting Ting Ting
Dentang bunyi aplikasi pesan milik Danur berbunyi berulang-ulang.Keningnya berkerut,Ia meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja kerjanya.Dan mulai membuka chat yang datang dari Angelina.
"Mau apa lagi nih perempuan"Gumam Danur.
Mata laki-laki beralis tebal itu melebar.Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Apakah ini alasannya Lita meminta untuk mengajar?Apakah mereka memang sering bertemu dibelakang aku?Tidak tidak tidak...Tidak mungkin Lita mengkhianati aku?Tidak mungkin,Aku tahu dia bukan tipe wanita seperti itu.Mungkin saja mereka tidak sengaja bertemu?"
"Tapi jika ternyata mereka sering bertemu?Dan....Kemarin meskipun terlambat dia tetap datang ke tempat latihan,Dan tidak mau aku hantar"
"Ah tidak...."Danur mondar-mandir sambil berargumen sendiri.
__ADS_1
"Kalau aku langsung menuduhnya pasti Lita tidak akan terima,Bagaimanapun aku sudah berjanji untuk tidak sembarangan menudingnya macam-macam.Tapi bagaimana aku tahu jawabannya jika tidak bertanya langsung padanya?"
Danur duduk di sofa ruang kerjanya,Mungkin letih karena mondar-mandir terus.Bibir bawahnya tergigit,Ia berpikir memeras otak untuk bisa tahu jawabannya tanpa membuat istrinya tersinggung.
Tiba-tiba handphone ditangannya bergetar,Angelina menelfon.
"Hallo"Danur segera mengangkatnya.
"Lihatlah istrimu yang sok suci itu,Dia sekarang sedang berduaan di dalam.Kita tidak tahu sejauh mana mereka berbuat sesuatu yang menjijikkan itu"
Kalimat Angelina benar-benar membuat telinga Danur panas,Ia segera mematikan hpnya lalu beranjak untuk pergi menyusul istrinya.Namun belum sempat ia membuka pintu,Langkahnya tertahan.
"Tidak tidak tidak tidak,Aku tidak perlu menyusulnya"
Danur berbalik duduk di tempat semula,Ia menekan nomor telepon istrinya.Ia berharap bisa jawaban nanti sesudah mendengar suara istrinya.
"Ada apa?"Lita menjawab panggilan dari seberang dengan ketus.Yah memang dari kemarin istrinya memang masih kesal terhadapnya.
"Kamu dimana sayang?"Danur tetap melembutkan suaranya.
"Kamu tidak dengar kebisingan ini?"
Yah memang diseberang sana sangat bising sekali dengan suara orang berteriak-teriak.
"Baiklah,Aku hanya ingin memastikan kamu sudah sampai dengan selamat.Hati-hati ya sayang "Ucap Danur berbasa-basi.Tak ada jawaban,Hanya pemutusan talian dengan sepihak.
Danur menghela nafas panjang,Ia sedikit lega karena istrinya sedang mengajar disana.Tapi kalau dilihat dari tempat latihan silat tersebut,Sangat tidak mungkin istrinya melakukan hal yang tidak tidak.Secara tempat itu sangat terbuka,Hanya ada satu ruang kerja yaitu ruang kerja Pak Krisna.
Masak mereka mau selingkuh di ruangan itu,Apa tidak malu??
"Lalu untuk apa Damian datang ke tempat itu kalau bukan ngintilin istriku??Apalagi di foto ini mereka sangat akrab,Sampai mau meluk gitu pas masuk ke dalam?"
AKKKKKHHHHH
Danur mengacak-ngacak rambutnya,Ia sangat frustasi sekali.
"Bagaimanapun caranya aku harus tahu kenapa laki-laki bangs*t itu ada disana?Angelina kamu mengirimkan foto-foto pasti ada maksud tertentu.Aku tidak akan dengan mudah masuk perangkapmu.Aku sangat mencintai istriku.Hemmm"Danur menyandarkan punggungnya,Ia menengadah menatap langit-langit ruang kerjanya.Ternyata menikah bukanlah sesuatu yang mudah.
__ADS_1