
"Periksa GPS Man,dan lacak mobilnya "Danur memberi perintah,Ia terus fokus menyetir dengan kecepatan tinggi.Lukman yang duduk disebelah sang majikan segera mengaktifkan GPS di mobil itu.
"Ini Tuan..."Lukman menunjuk posisi Lita sekarang.Danur mempercepat laju mobilnya berharap bisa menyusul istrinya.Lukman jadi ngeri sendiri,Ia berpegang kebagian atas pintu mobil karena disitu ada pegangan khusus.
"Jangan cepat-cepat Tuan,saya belum nikah"Lukman berusaha memperingati namun tak digubris oleh sang majikan.
"Man kok mobil Lita berhenti -?"Danur heran melihat line di GPS dari mobil yang dinaiki istrinya tidak bergerak.
"Mungkin lagi isi bensin Tuan"
"Tapi disitu tidak ada tanda-tanda dari PERTAMINA"Danur terus saja memacu mobilnya karena perasaannya makin tak tenang.Lukman memperhatikan dengan seksama, Benar apa yang majikannya katakan.
"Untuk lebih jelasnya kita harus segera tiba disana Tuan."
Danur tak menjawab,ia malas berdebat dengan supirnya yang agak o'on.
Jarak di GPS sudah menunjukkan bahwa ia sudah dekat dengan lokasi istrinya berada.Tapi karena macet jadi Danur sudah tidak bisa mempercepat laju mobilnya.
"Kok malah macet sih??"
"Iya Tuan...kayak diem aja nggak bergerak-gerak mobil didepan "
Perasaan Danur semakin tak tenang Ia memilih keluar dari mobilnya,dan meminta Lukman mengganti posisinya.Banyak pengendara yang juga memilih turun untuk memeriksa situasi didepan.
__ADS_1
"Ada apa ya mas?"Danur bertanya kepada salah satu pengendara yang baru saja dari arah depan sana.
"Ada kecelakaan mas, korbannya perempuan.Tapi Alhamdulillah sudah dievakuasi dengan ambulance"
DEGH
Danur berlari ke arah depan ingin tahu siapa yang kecelakaan.Ia berharap bukan Lita istrinya.
Danur terduduk lemas saat melihat bangkai mobil yang diseret ke pinggir jalan.Itu mobilnya, jadi Lita lah yang kecelakaan tadi.
"Pak... mohon jangan duduk disitu,anda menghalangi pengguna jalan lain untuk melintas"Seorang polisi menghampiri Danur.Danur segera bangkit memegang erat tangan polisi itu.
"Pak ke rumah sakit mana ambulance itu membawa istri saya ??"
"Iya pak itu istri saya "
"Sebentar pak saya cek dulu "
Danur setuju untuk menunggu.
"Ke rumah sakit PERMATA HATI pak"Polisi itu segera memberi tahu informasi yang ia dapat.
"Baik pak terimakasih "Danur menyalami polisi itu lalu segera masuk kedalam mobilnya yang baru saja tiba."Kita langsung ke Rumah Sakit PERMATA HATI Man"
__ADS_1
"Loh kok ke RUMAH SAKIT tuan ??"
"Sudah jalan saja "Danur sangat tidak mood untuk menjelaskan.Pak Lukman pun menurut saja tanpa berkomentar lagi.
_Dengan perasaan tidak tenang Danur menunggu Dokter yang sedang menangani Lita Di Ruang UGD.Ia beberapa kali mengusap mukanya dengan gusar.Sudah tiga jam berlalu tapi Dokter belum keluar lagi.
"Menantu..."Bu Fatin berhambur menghampiri Danur yang duduk sendiri."Bagaimana keadaan Lita??"
"Belum tahu pasti Ma.. Dokter masih menanganinya didalam"Danur menjawab setenang mungkin.
"Bagaimana ceritanya ia bisa menyetir sendiri"Pak Samsul mengajukan pertanyaan yang sedari tadi Ia tanyakan pada dirinya sendiri.Karena Ia tahu putrinya belum mahir menyetir.
"Tadi tu Lita rencana mau pulang duluan Yah...dia enggan menunggu Danur yang katanya lagi miting karena ada hal yang mendesak"Bu Fatin menjelaskan apa yang ia ketahui.
"Memangnya ada hal yang mendesak apa Ma??"Danur Wenda jadi merasa penasaran.Bu Fatin ragu-ragu untuk menjelaskan secara rinci.Ia melihat ke arah suaminya.Pak Samsul mengangkat kedua bahunya sebagai tanda.
"Mmmm Lita cerita tentang Alexia sama kami, terus dia meminta ditemani untuk cek kesuburan.Karena tersinggung dengan tuduhan Alexia yang mengatakan kalau Lita mandul"Bu Fatin mengambil jeda waktu untuk melanjutkan ceritanya.
"Terus hasil test Lab menunjukkan bahwa Lita sangat subur,kata Dokter kemungkinan yang kurang subur adalah...."Bu Fatin tidak mampu melanjutkan kalimatnya.Ia memilih diam.
"Maksudnya yang kurang subur itu adalah aku-?"Danur menunjuk diri sendiri.Bu Fatin mengangguk ragu-ragu.Danur ternganga
"Kalau yang kurang subur itu menantu, berarti yang dikandung Alexia kemungkinan besar bukan anak menantu"
__ADS_1
Danur sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi ??Ia merasa bersalah terhadap istrinya karena mengingat apa yang ia bicarakan dengan Alexia.Dan Jika Lita mendengar semua itu??ahhhhh Danur memukul tembok dengan kuat hingga jemarinya berdarah.