
"Wah ada angin apa tiba-tiba datang kesini Nona muda"seloroh Susi begitu melihat sahabatnya berkunjung.
"Kamu sibuk nggak ??"
"Nggak sih...tugas ngecek pasien udah kelar"
"Aku mau curhat niih"
"Curhat apaan??? Masalah Raka??"
"Eh kok Raka sih...dia mah sahabat aku nggak ada masalah sama dia"
"Terus??"
"Masalah pernikahanku"
"Kenapa ?? udah mau cerai ??"
"Gila kamu!! Kamu maunya aku cerai gitu??"
"Iya...biar jadian sama si Raka"
"Huss"Lita memukul lengan temannya"Nggak boleh tawuk"
"Terus kenapa pernikahanmu??"
"Mmmmmm"Lita ragu-ragu mengutarakannya.
"Jangan a-mmm a-mmm aja"
"Kamu nih nggak sabaran amat"
"Habisnya situ a-mm a-mmm aja"
"Sus...aku bingung Ama perasaanku nih,kayak gimana ya kalau aku deket sama dia "
"Dia siapa ??"
"Suamiku "
"Wahhh kamu jatuh cinta sama suamimu, bagus dong.Biar Raka aku pacarin aja"
"Loh bukannya kamu udah punya pacar "
"Itu mah gampang, tinggal diputusin aja"
"Segampang itu ??"Lita melongo tidak percaya.
"Hidup nggak usah dibuat ribet,bosan putusin jangan diselingkuhin"dengan entengnya Susi menjelaskan,Lita hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Tiba-tiba hp Lita berbunyi,Ia merogoh hpnya kedalam tasnya.
"Siapa ??"
"Danur"
Susi menengok layar handphone sahabatnya.
"Itu kok namanya monkey?"
Lita menganggukkan kepalanya.
"Kamu kasih nama suamimu Monyet ?"
Lita cengengesan.
"Kurang ajar... durhaka kamu Lita"
Lita memonyongkan bibirnya sembari menekan tombol hijau dilayar ponsel.
"Hallo"sapa Lita kepada si penelpon.
"Cepat pulang! ngapain pergi Rumah Sakit-?cek kandungan?"Nada bicara Danur ketus sekali.Lita jadi meringis mendengarnya.
"Iya"
"Iya iya "Lita mematikan hpnya sepihak.
"Eh kamu nggak pamit kalau mau kesini ??"
"Nggak..aku bilang mau belanja "
"Buset!!"
"Ya udah aku pulang dulu ya..."
"Reonian datang nggak ??"
"Terserah pak presiden "
"oooooo"
Setelah cipika-cipiki,Lita menyandang tasnya lalu pergi.
__"Pak Lukman ngadu ya kalau aku ke Rumah Sakit?"Lita bertanya ketika ia sudah dalam perjalanan pulang.
"Tuan nelfon tanya ada dimana ??ya saya jawab ada di Rumah Sakit,lagian sama Tuan nggak bisa bohong Non.ini mobil ada GPS nya"jelas Pak Lukman.
"hhuuuuffff"
__ADS_1
Setibanya di rumah,Danur sudah menunggu di teras depan rumah.
"Kangen-kangenan sama Raka"Terka Danur menyambut kedatangan istrinya.Lita mendelik lalu masuk ke dalam tanpa menghiraukan suaminya.
"Hey orang nanyak itu jawab!!"
Lita menghentikan langkahnya seraya menoleh.
"Siapa yang nanyak??"
"Akulah"
"Kamu nggak nanyak tapi nuduh"
"Terus ngapain pergi ke Rumah Sakit?? pamitnya mau belanja ??"
"Aku rencananya mau ke tempat kerja ketemu temen-temen disana,Tapi hari ini hari Minggu, mereka pasti sibuk.Jadi aku putuskan ke Rumah Sakit ketemu Susi"Lita menjelaskan dengan urat leher menonjol semua.Danur ciut juga melihat kemarahan istrinya.
"Ngapain ketemu Susi?"nada bicara Danur mulai melunak.
"Curhat... Nanyak apa aku mencintaimu atau nggak"jawab Lita ketus.
"Terus... jawabannya ??"
"Cinta kali"Nada bicara Lita tetap sinis."upss"Lita menutup mulutnya, matanya membeliak lebar.Baru sadar dia kalau lagi buka kartu.
Danur senyam-senyum, tangannya terlipat didada sambil menatap lekat istrinya.Wajah Lita merah merona.Ia melirik Danur yang terus menatap.
"Apa liat- lihat ?"Lita menutupi rasa malunya dengan hardikan.Danur tetap saja senyam-senyum sendiri."Senyum-senyum lagi"
Tak kuasa menahan malu, akhirnya Lita memilih masuk ke kamar.
"Hey mau kemana sayang ??"seru Danur seraya menyusul langkah istrinya.
"Pipis"Lita berlari cepat karena menyadari kalau Danur mengikutinya.
Brak
Pintu ditutup rapat dan dikunci dari dalam oleh Lita.
tok tok tok
"Sayang...kok dikunci..aku juga mau pipis nih"Danur mencari simpati.
"Pipis aja dikamar mandi yang lain"balas Lita dari dalam.
"Aku pengen pipis sama kamu"rengek Danur seperti layaknya anak kecil.Tak ada tanggapan dari dalam.
Mbok Fatma yang menyaksikan drama itu jadi senyum-senyum sendiri.
__ADS_1