
Seperti yang dijanjikan,Angelina datang ke kantor Danur."Hay.."Sapa Angelina setelah dipersilahkan masuk oleh Danur.Danur menjawab dengan senyuman.
Angelina meletakkan proposal bisnis baru yang ditekuninya dihadapan Danur."Apa ini?Danur meraih map kuning didepannya.
"Proposal bisnis properti yang aku ceritakan semalam"Angelina menjelaskan.Danur manggut-manggut.Ia mengamati dengan seksama,kadang ia mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bagus dan sangat menjanjikan"Danur menutup Map itu setelah dibacanya habis.
"Gimana?kamu mau bergabung ?"
"Boleh juga,biar bisnis aku bisa berkembang"
"Baguslah,aku jadi punya partner yang bisa aku andalkan"
"Ohya kamu kapan pulang dari Amrik?"Danur ingin memperjelas pertemuannya semalam.
"Baru dua bulan"
"Dan langsung terjun ke dala bisnis ini?"
"Iya, sekedar coba-coba ilmu yang aku dapat dari negeri Paman Sam"
"Ini bukan coba-coba,bisnis dengan modal besar begitu rugi kalau hanya coba-coba"
Angelina tersenyum tipis"Bantu aku ya"
"Siap!!"Danur memberi hormat selayaknya ajudan kepada presiden.Angelina menutup mulutnya menahan tawa.
__"Lita"Retno duduk di kursi sebelah sambil menggendong bayi De.Lita mendongak sambil terus mengikat tali sepatunya."Tadi aku lihat Bos jalan sama cewek kebule-bulean.Cantik"
__ADS_1
DEGH!!
Raut wajah Lita langsung berubah,dan Retno melihatnya dengan jelas.Tapi Lita langsung tersenyum sambil berdiri merapikan seragam kerjanya.
"Itu tidak ada urusannya denganku Ret"
"Tapi aku rasa kamu harus tahu,karena kamu istrinya"
"Yah kalau masih dianggap ada, kalau dia sudah menganggapku mati.Pasti cari lagi "Lita meraih tasnya."Aku berangkat kerja dulu ya "
Retno menjawab dengan anggukan.Lita meraih kunci motor dan hlem.Setelah mencium Bayi De,dia melangkah keluar.
"Hati-hati dijalan"Seru Retno dari ambang pintu.Lita mengangguk dan tersenyum dibalik helmnya.
Retno masuk ke dalam dan mengunci pintu setelah Lita lenyap dibalik tikungan jalan."Ayo kita main di kamar ya sayang"Retno bicara begitu manja kepada bayi De.
Thar!!! sebuah piring pecah berkecai dilantai.Semua mata kompak langsung menoleh ke arah Lita."Maaf"Lita membungkukkan badannya meminta maaf.Ia segera mengambil sapu dan skop.Setelah membersihkan pecahan kaca ia melanjutkan pekerjaannya.
"Tidak apa-apa Pak"Lita menjawab dengan begitu sopan.
"Kalau ada masalah lebih baik diceritakan jangan dipendam,dari tadi aku perhatikan kamu kurang fokus kerja.Sering melamun dan tertegun"Pak Damian sememangnya dari tadi memperhatikan wanita yang berhasil menambat hatinya.Wanita sederhana yang sangat kuat,sejak ia hamil muda sampai sekarang bekerja tanpa lelah dan mengeluh.Meskipun dari penilaian Damian,Lita banyak beban hidup.Namun wanita ini selalu menampakkan kalau dia baik-baik saja.
"Saya baik-baik saja Pak,maaf tadi tidak sengaja saya memecahkan piring.Bapak bisa potong gaji saya sebagai ganti"Lita menjawab dengan pandangan yang ditundukkan.Sebagai rasa hormat kepada atasan.
"Aku sekarang lagi ulang tahun"Ucapan Bosnya membuat Lita mengangkat wajahnya.
"Selamat ulang tahun Pak"Ucapnya dengan senyuman yang tulus.Dan beberapa staf yang bekerja dibagian Kitchen bergantian mengucapkan selamat.Pak Damian tersenyum penuh rasa syukur.
"Kalian cuma salaman aja nih nggak mau ngasih hadiah"Pak Damian menggoda anak buahnya.Semua hanya senyam-senyum.
__ADS_1
"Kalau tidak ada hadiah,bolehkah aku berduet dengan Lita"Pinta Pak Damian dengan tatapan yang menyoroti wanita dihadapannya.
Lita terperangah,Semua teman kerjanya malah mendukung permintaan Bosnya"Boleh ya Lit"Sambung Pak Damian.
Lita tidak bisa bilang tidak,dengan ragu-ragu ia menerima permintaan Bosnya untuk berduet di panggung kecil di tengah-tengah Cafe.
[Damian]
”Manalah ku tahu engkau suka”
”Dimata tak ada jejak cinta ”
”Bagai di terik mentari”
”Hujan datang tiba-tiba ”
[Lita]
”Keputusanmu memilih si dia
membuat aku kecewa ”
"Pertunanganmu hancurkan mimpiku”
"Aku tak menyangka "
"Akhirnya kau pilih dia"
Para staf kitchen berbondong-bondong keluar ingin menyaksikan Bos mereka duet dengan Lita.Mereka bertepuk tangan dan berteriak histeris menyaksikan duet yang membuat meremang bulu Roma.
__ADS_1
Tak disangka suara Pak Damian sangat bagus dan sangat menjiwai.Begitu juga dengan Lita.Keduanya sangat pas seperti penyanyi aslinya.