
Setelah menyusui Dede,Lita memberikan putrinya dibawah pengasuhan orang tuanya.Kemudian ia bangkit menyusul suaminya yang baru saja pulang kerja ke dalam kamar.
Terdengar suara gemercik air,pertanda laki-laki yang ingin ia bahagiakan malam ini tengah mandi.Lita melihat seonggok pakaian di lantai depan pintu kamar mandi.Lita segera meraihnya dan membawanya ke tempat pencucian baju.
Satu persatu baju suaminya ia periksa,karena dikhawatirkan ada barang penting ikut tergilas mesin cuci.Sampai kemeja putih,Lita tertegun.Sebuah noda berhasil menyayat hatinya.Segera ia membawa kemeja itu masuk kembali ke kamarnya.
Danur terpana begitu istrinya melempar baju putihnya tepat ke wajahnya.
"Noda lipstik siapa itu?"Hardik Lita dengan berang.Danur termangu,ia memeriksa kemejanya.Benar,ada noda berbentuk bibir disana.Danur hanya mampu menggeleng.
"Jawab!!Udah bisu?"Lita berkacak pinggang.
"A-aku nggak tahu"Melihat kemarahan istrinya Danur jadi ciut.
"Emang berapa banyak wanita yang bisa menyentuhmu?memelukmu?Sampai kamu nggak tahu!!!"
Danur menatap istrinya nanar,Memanglah Lita kesayangan Danur ini kalau sudah marah mengalahkan keganasan Singa.
"Jawab!!"Lita melempar bantal tepat sasaran lagi.Untung hanya bantal,kalau benda berbahaya bisa habis cedera parah itu muka.
Danur mencoba mengingat,ANGELINA!!Hanya gadis itu yang tadi memeluknya.
"A-Angel"
"Ooohhh jadi penggoda itu"
Lita duduk di bibir kasur,meskipun dalam keadaan marah Lita masih bisa berpikir waras.Apalagi ia melihat sendiri percekcokan suaminya dengan gadis itu di trotoar jalan dekat kost-an nya dulu.
"Sayang...aku nggak mungkin selingkuh dengan dia"Danur mendekati istrinya lalu merangkul bahunya.
"Jangan peluk-peluk!!!"Lita menepis tangan suaminya,Membuat Danur semakin ciut.
"Wanita itu berani ya mengganggu milikku,Akan aku beri tahu dia dimana batasannya"Lita mengetatkan wajahnya.
Danur tersenyum mendengar kalimat istrinya itu,Perasan suaminya tersenyum,Lita menatap Danur dengan sangar.
"Apa senyum-senyum?!!"
"Istriku,kamu kok cute banget sih kalo lagi marah"Suara Danur mendayu-dayu seperti anak kecil.Membuat Lita bergidik ngeri.
"Apaan sih?"Lita bangkit meninggalkan Danur.
"Hey sayang,mau kemana?"Seru Danur,karena ia belum sempat memakai baju jadi tidak bisa mengejar istrinya.
__ADS_1
"Aku tidur di kamar Diana"Jawab Lita setengah berteriak.Danur mendengus kesal.Gara-gara perlakuan Angelina dia jadi pisah ranjang dengan istrinya.Tapi Danur tidak kehilangan akal,setelah selesai memakai baju santai berwarna krem,ia menyusul istrinya ke kamar putri mereka.
Ternyata disana ada mertuanya juga,niat hati ingin bergenit ria dengan istrinya terpaksa menelan kekecewaan.
...----------------...
Pagi ini Lita berencana mengekori suaminya tanpa diketahui.Ia sudah bersepakat dengan Retno,sahabatnya.
Retno meminta Dila untuk membantu Lita agar mempermudah aksinya.Dengan senang hati Dila membantu,lagi pula dia sendiri memang kurang suka dengan Angelina.Karena gadis itu selain centil juga sombong.
Jam 10.45 interkom diruangan Retno berdering.Dengan sigap Retno mengangkat ganggang telfon dan menjawab panggilan dari seberang.Kurang dari dua menit panggilan berlangsung,Retno meletakkan kembali ganggang telfon ke induknya.
"Wanita itu datang dan sudah masuk ke ruangan Bos"Retno memberi tahu apa yang ia bicarakan dengan Dila baru saja ditelpon.Lita mengangguk lalu bergegas pergi ke ruangan suaminya.
___
"Ada apa lagi Angel?"Ketus Danur.
"Maafkan aku Danur,aku khilaf"Angelina menundukkan wajahnya seperti sangat menyesal.
"Kamu sadar apa yang kamu perbuat sudah membuat istriku marah besar"
"Kenapa dia bisa tahu?"Angelina menautkan kedua alisnya.
"Seharusnya aku yang tanya,Apa kamu sengaja meninggalkan noda lipstik di kemejaku?"
Pok pok pok pok
Keduanya menoleh kearah datangnya suara,tampak Lita dengan senyuman licik menepuk-nepuk tangannya.
"Sandiwaramu bagus juga Angel"Lita bersandar ke kusen pintu sambil melipat tangan di dada.Angelina terlihat panik,ia berdiri dengan gelisah.Danur menghampiri istrinya.
"Sayang sejak kapan kamu disini?"
"Pertanyaan itu tidak perlu aku jawab,aku hanya ingin bicara dengan sundel itu"Lita mengangkat matanya ke arah Angelina.
"Ini di kantor sayang"
"Kamu mau melindunginya?"Lita menyorot tepat di manik mata Danur.
"Ah tidak tidak,bukan begitu.Tapi..."
"Menyingkir"Titah Lita tanpa mau mendengar alasan apapun.
__ADS_1
"Sayang..."
Lita mendorong tubuh Danur hingga terjejer kebelakang.Ia melangkah cepat,menarik kerah baju Angelina.
"Kau tahu Danur sudah beristri bukan?"Ungkapan kalimat yang penuh penekanan dan mengandung ancaman.
"Aku tahu,tapi kamu sudah meninggalkannya"Angelina menjawab dengan begitu santai.Ia sudah menyiapkan rencana di otaknya,jika Lita melakukan kekerasan ia akan melaporkannya ke polisi.
"Apa?"
Lita mendorong tubuh sintal itu hingga terjerembab ke lantai,Ia siap menyerang wanita tidak tahu malu tersebut dengan mengunci tubuhnya dan menghajar habis-habisan.
Belum sempat Lita menaiki tubuh sialan itu,Danur sudah merangkul pinggang istrinya dan digotongnya menjauh.
"Lepasin,lepasin"Lita meronta.
"Sayang kamu sabar dulu,kalau dia lapor polisi karena penganiayaan gimana?"
Degh!!!
Lita yang semula berontak sontak diam.Dia tidak memikirkan sampai ke sana.Bukan dia takut,dia hanya tidak ingin jauh dengan putrinya.
Angelina perlahan bangkit,meskipun punggungnya terasa sakit tak sebanding dengan sakit hatinya karena Danur mengabaikan dirinya.
"Angel,,,mulai hari ini aku akan putuskan kontrak kerja sama kita,aku tidak mau melihat kamu lagi berada di kantor ku.Cepat pergi sebelum semua orang melihatmu"Titah Danur terdengar tegas.
Angelina tidak bisa membantah,ia terpaksa menurut walau hatinya tidak terima.Tapi dalam diamnya,ia ciptakan dendam ya akan menghancurkan kebahagiaan pasangan itu.
___
Dilain tempat,Damian celingukan karena tidak menemukan sosok yang ia cintai.Padahal untuk melalui waktu sampai didetik jam sekolah silat di mulai,Sangat butuh kesabaran yang ekstra.
"Kenapa dia tidak datang mengajar?Apa dia sakit?Apa Dede yang sakit?"Laki-laki maskulin itu bertanya kepada dirinya sendiri tanpa menemukan jawaban.
"Bagaimana caranya agar aku bisa tahu?"Damian menghela nafas panjang.
"Besok adalah jadwal Sila masuk sekolah silat,semoga dia datang mengajar.Aku akan bertanya kepadanya"
Akhirnya Damian bangkit dan pulang dengan hati yang masygul.Wajahnya sudah tak seceria sebelumnya.
Ting!!
Sebuah nada pesan berdenting dari benda pipih dan canggih miliknya.Setelah memasang seatbelt,Pria itu mengambil ponselnya.Pesan dari chief yang bekerja di cafe miliknya.
__ADS_1
Bos saya kirim daftar belanjaan hari ini ya
Setelah pesan itu,muncul struk daftar yang harus dibelinya hari ini juga.Damian manggut-manggut lalu memutar arah menuju super market langganannya.Banyak juga barang yang kosong,pikirnya dalam hati.Sejenak ia melupakan masalah hatinya.