
Angelina memilih cafe favoritnya untuk tempat ia dan Danur makan malam bersama.Semoga dengan begitu,Danur akan melupakan kelancangannya tadi.
Danur keluar dari mobil dengan dahi mengkerut,ia penasaran dengan tempat yang dipilih oleh temannya itu.
"Ini adalah cafe favoritnya aku,makanan disini enak-enak banget.Nanti kamu juga pasti suka"Angelina menjelaskan sambil menarik tangan Danur untuk cepat masuk kedalam.Danur menurut saja.
Mereka memilih tempat duduk disudut ruangan agar lebih privasi.Setelah memesan makanan,mereka melanjutkan dengan ngobrol santai.Seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
”Sekuat-kuatnya diriku sayang”
”Sebisa-bisanya aku berjuang ”
”Jika bandingan mu Dia yang ber-uang”
”Ku akui ku takkan menang”
”Ku hanya bisa janjikan yang indah”
”Dia datang berikan segalanya”
”Sebesar apapun cinta yang ku punya ”
__ADS_1
”Kau kan tetap memilih Dia”
”Aku bisa apa?Aku bisa apa?"
Danur yang semula tengah berbincang santai,tiba-tiba diam mendengar suara penyanyi di cafe itu.Ia menoleh kearah podium mini yang berada di tengah-tengah Cafe.
Ia hanya melihat wanita bertopi dari arah samping,bajunya sama persis dengan yang dipakai oleh pramusaji di cafe tersebut.
"Kenapa Danur?kamu mencari siapa?"Angelina merasa heran dengan sikap Danur yang langsung diam dan celingukan.
Danur tak mengendahkan pertanyaan Angelina,ia bangkit melangkah menghampiri podium.Ia ingin lebih jelas melihat penyanyinya karena merasa sangat kenal dengan si empunya suara.
Mata Danur membulat sempurna,wajah itu,wajah yang sangat dirindukannya."Lita"Desisnya,namun suaranya tertelan oleh gemuruh musik pengiring.
Lita tercengang,syair lagu yang dinyanyikan terhenti tiba-tiba.Danur tersenyum melihat wanita itu benar-benar istrinya.Ia mengangkat tangannya ingin membelai pipi si empunya hati.Namun ditepis oleh Lita,Lita berlari turun dari podium masuk kembali ke dapur.
Para pengiring musik saling beradu pandang bertanya satu sama lain apa gerangan yang terjadi.Namun mereka sama-sama tidak tahu.
"Lita!!"Seru Danur,ia berlari mengejar istrinya.Tak perduli dia ada dimana,yang jelas ia tak ingin kehilangan istrinya lagi.
Damian yang ingin keluar karena penasaran dengan apa yang terjadi,langsung mencegah langkah Danur yang ingin memasuki Dapur.
__ADS_1
"Tuan anda mau kemana?"
"Istri saya,itu istri saya"Danur menunjuk ke arah dalam.
"Maaf ini ruang privasi Tuan,tidak boleh ada orang yang sembarangan masuk kecuali karyawan"
"Tolong panggilkan istri saya"Danur memohon penuh iba.Damian melihat ke arah dapur.
"Siapa istri anda?"
"Lita!Lita Anggraini"
Degh!!!
Damian tercekat,menelan Saliva pun tak dapat.Padahal ia sangat berharap,suami Lita tak pernah datang lagi.Agar ia bisa memiliki wanita pujaan hatinya.
"Mas,tolong panggilkan istri saya"Pinta Danur lagi.Belum sempat Damian mengatakan apa-apa,Lita muncul dari balik pintu.
"Aku sedang bekerja sekarang,jika ada yang ingin dibicarakan?nanti setelah pekerjaanku selesai"Setelah berkata seperti itu,Lita masuk lagi ke dalam.Danur pun belum sempat menjawab apa-apa.
"Anda dengar sendiri Tuan,jadi maaf.Tolong kembali ke tempat duduk anda"Damian pun mendukung kemauan Lita.
__ADS_1
Dengan setengah hati,Danur menuruti.Ia berjalan gontai menuju tempat duduknya.