Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa
Episode 35


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh dua keluarga besar hendra dan juga darman, tepat hari ini adalah hari pernikahan shanum dan juga aby. Kediaman keluarga darman sudah di penuhi oleh para tamu undangan yang akan menyaksikan akad nikah kedua mempelai, terlihat kerabat dekat serta keluarga besar sudah berkumpul di ruang yang sudah di sediakan khusus.


Seorang wanita cantik yang sudah mengenakan gaun syar'i berwarna putih dengan hiasan mutiara kecil berwarna silver serta hijab senada dengan warna gaun, tidak lupa mahkota berukuran kecil menghiasi atas kepala yang berbalut hijab putih, Tidak lupa juga wajah cantik berperawakan bule itu mengenakan make up natural yang sudah di hias oleh beberapa orang yang memang ahli di bidang make up.


"Mam, shanum merasa sangat gugup." Ungkap shanum pada mami jesi yang kini tengah berdiri di belakang shanum tepat di depan meja rias.


"Mami paham apa yang sedang kamu rasakan sayang, wajar jika kamu merasakan gugup karena ini adalah acara sakral sekali seumur hidupmu. Tenangkan dirimu, tarik nafas dalam, ingat ini adalah hari bahagiamu." Suara mami jesi setenang mungkin, agar rasa gugup shanum berkurang.


"Nak, selalu ingat pesan mami dan dady ya, kamu harus jadi istri yang berbakti pada suami. Setelah ijab kabul sudah di ucapkan maka kamu sudah menjadi seorang istri dan ridho allah itu ada pada suamimu nak." Nasehat mami jesi.


Entah kenapa mendengar kembali nasehat maminya suasana hati shanum kembali menjadi sendu, sejak tadi malam mami jesi dan dadynya selalu memberi nasehat untuk shanum.


"Mamii." Suara shanum kembali lirih menahan air mata yang akan tumpah.


Mami jesi menatap pantulan wajah cantik putrinya yang sedang menahan air mata, seketika itu jesi menggeleng seolah meminta putrinya untuk tidak bersedih di hari bahagianya.


"Sayang jangan sampai air matamu merusak hiasan cantikmu ini." Ucap jesi seraya tangannya memberi usapan lembut pada bahu putrinya.


Shanum membalikkan badannya mengahadap sang mami, dan langsung menghambur ke pelukan jesi. Sementara jesi yang sejak tadi berusaha membendung air mata dan sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkannya, akhirnya pertahanannya kian runtuh tidak bisa lagi menahan rasa haru.


"Mami." Kembali shanum menggumamkan nama maminya.


Jesi hanya mengangguk seraya membalas pelukan putrinya masih dengan lelehan air mata di kedua pipinya.


Menit kemudian seseorang telah memanggil dari luar kamar shanum, terdengar suara panggilan bahwa acara ijab kabul akan segera di mulai. Di harapkan shanum segera turun ke tempat acara yang telah di sediakan.


"Ayook sayang, sebaiknya kita turun ke bawah. Semua orang sudah menunggumu." Kata mami jesi.


Sementara pengantin laki-laki yang baru saja tiba hanya menampilkan wajah datarnya sama sekali tidak ada senyum di wajahnya. Berkali-kali alina menghibur abangnya namun tidak pernah di respon. Aby hanya menampilkan senyum seadanya.


"Bang aby acaranya akan segera di mulai." Bisik alina pada abangnya.


"Hmm." Aby hanya bergumam menimpali perkataan alina.


"Aby, apa kamu sudah siap nak?" Tanya bunda rumi pada putra kesayangannya.

__ADS_1


Aby hanya mengangguk menanggapi sang bunda. Kemudian aby segera menempatkan dirinya pada kursi yang telah di sediakan sembari menunggu pengantin wanita tiba.


Tak menunggu lama, shanum dengan di dampingi sang mami serta saudara sepupunya menuruti tangga menuju tempat ijab kabul dan duduk tepat di samping aby.


"Abyaz Zarendra Gunawan. Apa kamu siap?" Tanya sang penghulu yang sejak tadi sudah siap di tempat ijab kabul.


"Insya allah, saya siap." Jawab aby mantap.


Selanjutnya seorang penghulu tersebut memberi beberapa nasehat pada kedua mempelai, setelah itu ia menyerahkan sepenuhnya kepada ayah shanum yaitu darman yang akan menikahkan putrinya.


Menit kemudian darman dan aby sudah saling berjabat tangan siap untuk melaksanakan acara ijab kabul. Sebenarnya aby sangat merasa gugup pasalnya ini adalah hal yang tidak pernah ia duga akan terjadi secepat ini. Masih tidak menyangka pada dirinya sendiri dia akan menikah.


"Ananda Abyaz Zarendra Gunawan binti Hendra Gunawan Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Shanum Farisha dengan maskawinnya berupa emas 70 gram dan seperangkat alat sholat, Tunai." Darman dengan suara lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Shanum Farisha Anggara binti Darman Anggara dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai." Ucap aby dengan satu tarikan nafas.


"SAH." Saksi satu.


"SAH." Saksi dua.


Kemudian di ikuti oleh suara para hadirin yang telah menyaksikan acara ijab kabul aby dan shanum.


Tidak ingin menunggu lama seorang penghulu yang terlihat terburu-buru langsung meminta aby dan shanum untuk segera saling memakaikan cincin kawin serta menandatangani beberapa berkas perlengkapan nikah, dan juga tidak lupa dengan menadatangani buku nikah milik shanum dan aby.


Setelah acara ijab kabul selesai, selanjutnya akan di gelar acara resepsi yang cukup mewah sesuai rencana kedua belah pihak keluarga besar. Acara resepsinya akan di gelar di salah satu hotel mewah di kota tersebut.


****


Di tempat resepsi aby dan shanum di gelar di salah satu hotel mewah, kini para tamu undangan sudah memenuhi tempat acara akan di langsungkan, Semuanya telah mengambil posisi masing-masing.


Aby dan shanum telah menempati tempat duduk khusus kedua mempelai, shanum yang sudah mengenakan gaun cantik seraya menampilkan senyum cantiknya sejak menempati panggung tadi. Sementara aby yang sudah mengenakan tuksedo yang pas dengan tubuh kekarnya semakin terlihat jelas dan sangat tampan dengan terpaksa dia memberi senyum pada tamu undangan yang sili berganti datang untuk mengucapkan selamat padanya.


Sedangkan alina yang sejak tadi terlihat tidak bersemangat dan hanya menampilkan senyum seadanya, alina sesekali menyambut para tamu undangan yang memasuki area gedung.


"Lin, kok mukanya kayak nggak bersemangat gitu si." Tegur indah sahabatnya yang juga turut hadir di acara resepsi aby.

__ADS_1


Lagi-lagi alina hanya memperlihatkan senyum simpulnya pada indah.


"Nggak kok, mungkin efek si dedek dalam perut." Jawab alin asal.


Alina hanya merasa sedih di acara keluarga yang cukup sakral ini tidak bersama suaminya. Namun alina sebisa mungkin untuk tidak menampilkan raut wajah sedihnya, ia berusaha menyibukkan diri untuk menyambut para tamu serta sesekali alina mengajak mengobrol anggota keluarga yang sudah hadir beberapa saat lalu.


Entah kenapa alina ingin sekali bergabung dengan beberapa orang anggota keluarganya, di sana terdapat sepupu dan keponakannya yang sedang berbagi cerita dan membahas sang pengantin yang begitu terlihat tampan dan cantik, tidak lupa indah juga ikut bergabung bersama alina.


Alina tiba-tiba saja haus dan merasa lapar, kemudian alina beranjak dari tempat duduknya ingin mengambil makanan dan minuman di tempat yang telah di sediakan oleh petugas ketring.


"Bentar ya ndah, aku mau ke sana dulu. Perut aku jadi lapar banget." Pamit alina seraya tangannya menunjuk ke arah makanan yang telah terhidang rapi di tempatnya.


"Aku temanin nggak?"


"Nggak usah ndah, duduk aja. Aku cuma bentar kok habis itu ke sini lagi." Sahut alin, lalu pergi meninggalkan sahabatnya.


Tanpa ia sadari sepasang mata telah mengikuti gerak gerik alina sejak tadi, seseorang itu terus saja mengikuti arah alina berjalan. Dan ketika alina sedang asik mencicipi beberapa makanan yang terlihat lezat menurutnya.


Tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di perut alina dari belakang, memeluk alina begitu erat, sontak saja membuat alina terkejut dan ingin berteriak.


"Sayang." Gumam jovan tepat di telingah alina.


Seketika itu alina mengurungkan niatnya ingin berteriak ketika mengenali suara yang baru saja ia dengar. Detik kemudian alina membalikkan badannya dan langsung mendekap tubuh jovan melepas rasa rindunya yang selama ini sudah menumpuk.


"Kak jo." Lirih alina sudah dengan lelehan air mata harunya.


Tidak menyangka jovan bisa ada di acara pernikahan abangnya, pasalanya jovan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa pulang untuk menghadiri acara pernikahan aby.


*


*


*


TBC...

__ADS_1


Jangan lupa likenya ya cantik 🙏😊


Salam hangat dari author 😘😘


__ADS_2