
Alina sudah di bolehkan untuk pulang ke rumah setelah menjalani dua hari perawatan di rumah sakit paska melahirkan, keluarga menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.
Kedua pasang manusia paruh baya itu begitu antusias menyambut kepulangan cucu pertama mereka.
"Selamat datang cucu oma." Ucap mama intan yang menyambut kepulangan cucunya.
Mama intan dan panji tidak lupa juga dengan orang tua alina datang ke rumah jovan untuk menanti kepulangan anak dan menantu mereka serta cucu yang sangat mereka nantikan.
"Terima kasih semuanya." Ucap jovan dan alina bersamaan.
Bayi perempuan mungil yang masih berumur dua hari itu di beri nama Zalfa Qirani.
"Sini biar bunda yang gendong zalfa ya." Ujar bunda rumi.
Alina memberikan bayinya pada bundanya, dengan hati-hati bunda rumi mengambil alih zalfa.
Tidak berselang lama mereka semua menikmati makan siangnya, bunda rumi menyusul setelah menidurkan zalfa di box bayi kamar alina.
"Yang banyak makan sayurnya ya nak, agar ASI kamu lancar." Ucap mama intan dan di angguki oleh alina.
"Jo, apa sebaiknya kamu tidak menyewa baby sister untuk menjaga bayi kalian, pasti alina akan kembali menjalani kuliahnya kan setelah melahirnya, alina juga harus menyelesaikan kuliahnya." Tutur panji memberi masukan pada jovan.
"Jovan akan fikirkan lagi pa, jo juga berniat seperti itu ingin menyewa baby sister agar alina tidak kerepotan. Kebetulan alina juga sendiri mengurusi rumah." Kata jovan.
"Bagaimana sayang, apa kamu setuju?" Tanya jovan kali ini melihat ke arah alina yang sedang menikmati makan siang di sampingnya.
"Aku terserah ka jo saja, alina menurut." Ujar alina menimpali permintaan suaminya.
Semuanya mengangguk senang.
"Kalau begitu biar mama yang mencarikannya untuk kalian, mama jamin akan mencarikan kalian orang yang tepat." Suara mama intan memberi masukan.
Kali ini ia ingin yang terbaik untuk rumah tangga anak dan menantunya itu, jadi mama intan berfikir jika dia saja yang harus mencari ART untuk jovan dan alina.
Alina dan jovan menyetujui keinginan mama intan.
****
Sudah selesai acara makan siang dan penyambutan alina pulang ke rumahnya akhirnya satu persatu mereka pamit untuk pulang, tapi tidak dengan bunda rumi karena alina meminta ingin di temani selama belum ada baby sister di rumahnya dan jovan sangat menyetujui keinginan istrinya itu.
__ADS_1
"Bunda tidurnya di kamar samping kamar alina ya." Pinta alina.
Bunda rumi mengangguk mendengar permintaan putrinya itu.
"Sayang papa memintaku kalau besok aku sudah harus masuk kerja karena mereka sudah sangat membutuhkan ku." Kata jovan pada istrinya.
Kini jovan dan alina sudah nerada di kamar sementara baby zalfa masih di gendong oleh bunda rumi di ruang keluarga.
"Baiklah, tidak apa-apa sebaiknya kak jo harus masuk kerja lagi kan udah lama nemenin alina di rumah." Ujar alina.
Memang jovan sudah lama meminta cuti, jadi besok jo harus kembali masuk untuk bekerja lagi sebagai seorang dokter.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar dan mendengar suara bayi menangis.
"Zalfa menangis sayang." Kata jovan.
Alina dengan segera beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu kamar, benar saja bunda sudah berdiri di depan pintu dengan zalfa yang berada di gendongan bunda rumi.
"Bunda, mungkin zalfa haus biar alina susuin." Ucap alina mengambil alih baby zalfa.
"Bunda istirahat di kamar ya." Ucap alina lagi.
Alina mengangguk tersenyum, dia sangat paham bundanya itu suka sekali memasak sekalipun di rumah mereka ada ART tapi bunda selalu ambil alih dalam memasak.
Setelah kepergian bunda menuju kamarnya alina, kembali menutup pintu dan segera menyusui zalfa di dalam gendongannya.
Sementara jovan kini sudah fokus dengan leptopnya dia ingin segera menyeselaikan pekerjaannya yang belum juga ia selesaikan sejak tiga hari yang lalu.
Sesekali pandangan jovan melihat ke arah istrinya yang sedang fokus menyusui bayinya. Jovan menerbitkan senyum di bibir tipisnya melihat pemandangan yang begitu menakjubkan ia sangat bersyukur atas anugrah yang di berikan oleh Allah untuknya. Di berikan istri sebaik alina dan putri cantik untuk kuarga kecilnya.
Jovan menghentikan pekerjaannya sejenak dan kini berjalan ke arah istrinya yang sedang duduk ditepi ranjang menyusui zalfa. Dan tiba-tiba jovan memberi kecupan lembut di kening alina, membuat alina sedikit terkejut atas perlakuan jovan yang secara tiba-tiba.
"Kak jo?" Gumam alina, menampilkan senyum cantik di bibirnya.
"Kamu tau sayang? aku sangat bahagia sekarang tidak ada yang bisa membuatku bahagia selain melihat kalian seperti ini, aku sangat bersyukur Allah telah memberiku kebahagiaan seperti ini, memeberikan kalian di dalam hidupku. Terima kasih sayang sudah bertahan di sisiku hingga menghadirkan buah cinta kita secantik ini." Ucap jovan dengan penuh kesungguhan.
Alina yang mendengar penuturan jovan merasa terharu bahagia, Alina juga begitu sangat bahagia berada di samping jovan dan hidup bersama suaminya ini.
"Alin juga bahagia bisa hidup bersama kamu kak jo, terima kasih sudah sabar menghadapi sikap alina yang terkadang masih sangat ke kanakan, terima kasih untuk semuanya." Ucap alina dengan tulus.
__ADS_1
Jovan mengangguk, kembali memberi kecupan di kening alina bergantian menciumi wajah mungil bayinya yang begitu teduh dan lahap menyusu di gendongan alina.
****
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, terlihat bunda rumi sedang menata makanan di meja makana, di temani oleh alina.
Sesuai perkataan bunda rumi tadi, semua makanan bunda rumi yang telah memasaknya.
Sementara jovan sedang menggendong putri kecilnya yang begitu terlihat anteng di dalam gendongan jovan.
"Anak ayah cantik seperti bunda ya nak." Gumam jovan menciumi pipi bayi yang terlihat gembul itu.
Setelah selesai membantu bunda rumi menata makanan di meja makan, alina segera menghampiri jovan di ruang keluarga yang sedang fokus menggendong bayinya.
"Kak jo, makan malamnya udah siap, sini zalfa biar alin yang gendong." Kata alina kini telah mengambil alih zalfa dari gendongan jovan.
Jovan menurut dan menghampiri meja makan.
"Ayo sayang kita makan bersama, biar aku yang suapin kamu ya." Ucap jovan seraya tangannya menarik pelan lengan alina.
Alina menurut mengikuti jovan, dia senang sekali mendapat perhatian dari suaminya itu karena memang alina harus menggendong zalfa jadi dia harus menunggu zalfa tertidur dulu baru dia akan pergi makan.
Sekarang jovan menikmati makan malamnya sesekali dia juga menyuapi alina.
Bunda rumi melihat perlakuan menantunya terhadap putrinya itu, ikut merasa bahagia. Bersyukur alina bisa di perlakukan dengan baik seperti saat ini.
"Jo, terima kasih ya nak. Sudah setia menemani putri bunda." Ucap bunda.
"Bunda jangan berterima kasih pada jo, ini sudah kewajiban jo sebagai suami. Justru jo yang berterima kasih karena bunda sudah melahirkan seorang putri cantik untuk mendampingin hidupku. Do'akan rumah tangga kami selalu bahagia ya bunda." Ujar jovan.
Bunda rumi mengangguk, begitu bersyukurnya dia memiliki menantu seperti jovan.
Bunda rumi jadi kepikiran putranya aby, bunda rumi selalu berdoa untuk kedua anaknya agar selalu di limpahi rumah tangga yang bahagia.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...