Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa
Part 24


__ADS_3

Waktu mereka berlibur telah selesai hanya satu minggu mereka meminta waktu, karena memang aby memikirkan shanum yang terus saja menghawatirkan perusahaan yang di tinggalkan selama satu minggu kemarin.


Hari ini mereka memutuskan untuk pulang ke kota tempat tinggal mereka. Keduanya telah selesai menyiapkan semua barang-barang yang akan di bawa pulang termasuk oleh-oleh permintaan alina dan juga keponakan cantiknya yaitu zalfa putri alina.


"Kamu sudah selesai? sebentar lagi supir om ridwan akan menjemput kita menuju bandara." Kata aby memberitahu sang istri.


"Hmm, aku sudah selesai." Sahut shanum masih melihat pantulan dirinya di depan cermin.


Karena aby telah selesai bersiap, ketika sudah ada pemberitahuan bahwa mobil yang akan mengantar mereka ke bandara sudah tiba, aby segera mengangkat barang-barangnya sebagian, berniat membawanya ke mobil.


Shanum juga baru saja selesai bersiap, ia segera mengambil tas dan juga keperluan lainnya, kembali shanum memeriksa barang miliknya dan juga aby takutnya ada yang terlupakan. Setelah memastikan semuanya sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal barulah shanum keluar meninggalkan kamar mengikuti aby.


"Ayo sayang." Panggi aby dari luar.


Shanum mempercepat langkahnya dengan menyusul sang suami. Keduanya menaiki mobil yang akan mengantar mereka menuju bandara.


Hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit keduanya telah sampai di bandara yang mereka tuju.


****


Kini aby dan shanum baru saja sampai rumah setelah menempuh perjalan yang cukup melelahkan.


Aby yang melihat wajah lelah istrinya menyarankan shanum untuk langsung beristirahat di kamar milik mereka.


"Sayang sebaiknya kamu langsung istirahat ya, atau mau pesan makan dulu?" Ucap aby.


Shanum menggeleng karena memang baru dua jam yang lalu sewaktu di bandara keduanya terlebih dulu mengisi perut mereka sebelum keberangkatan pesawat.


"Shanum masih kenyang kak." Sahut shanum.


"Apa kak aby lapar? biar shanum masakkan sesuatu." Tanya shanum mungkin saja suaminya merasa lapar.


"Belum sayang, nanti saja kita makan malamnya di rumah bunda ya, sekalian mengantar oleh-oleh buat mereka. kebetulan di sana ada alina dan jo menginap." Ucap aby.


Shanum mengangguk mengiyakan ajakan suaminya yang akan pergi makan malam di rumah ibu mertuanya nanti.


"Sekarang kita istirahat sebentar sembari menunggu waktu asar tiba ya." Ucap aby menarik shanum menuju kedalam kamarnya karena aby juga merasa sedikit lelah.


Shanum hanya mengikuti arahan suaminya. Keduanya pun membaringkan diri diatas tempat tidur tampa membersihkan diri terlebih dulu dan juga belum sempat membereskan barang-barang bawaan mereka.


Tak terasa dua insan yang sedang tertidur itu tidak menyadari waktu asar telah tiba dan terdengar alarm suara adzan diponsel milik shanum, samar samar shanum mendengar suara alarm ponsel miliknya dan kemudian perlahan wanita yang kini masih tertidur seraya memeluk laki-laki yang ada di sampingnya saat ini mengerjapkan kedua maniknya.


Aby yang meresa ada pergerakan disampingnya ikut mengerjapkan matanya, ia lalu menyadari jika waktu asar sudah tiba.

__ADS_1


"Sayang, kita bangun yuuk mandi dulu setelah itu kita sholat berjama'a." Ajak aby pada wanita tercintanya itu.


Shanum yang terasa berat untuk membuka matanya hanya mengangguk pelan mendengar ajakan suaminya.


Aby memposisikan dirinya untuk duduk menoleh ke arah shanum yang masih berbaring, dengan pelan aby mengelus pipi sang istri untuk membangunkannya.


"Sayang, bentar lagi waktu asar habis." Kata aby dan berhasil membuat shanum membuka matanya kemudian mendudukkan dirinya.


Shanum beranjak dari tempat tidur dan mengambilkan aby sebuah handuk lalu menyuruh suaminya itu untuk segera mandi sementara dirinya membereskan beberapa barang-barang yang ada di kamarnya, tidak lupa juga ia menyiapkan aby baju yang akan di kenakan.


Sepuluh menit aby membersihkan dirinya barulah giliran shanum bergegas menuju kamar mandi dengan secepatnya ia menyelesaikan mandinya kemudian usai keduanya membersihkan diri aby pun segera memimpin sholat asar di mana shanum yang menjadi makmumnya di belakang.


Hari sudah menjelang malam kini suami istri yang baru saja pulang hanymoon itu sedang berada di kediaman keluarga gunawan.


Semuanya telah berkumpul untuk makan malam bersama.


"Alin, dimana zalfa?" Ucap shanum menanyakan keberadaan keponakan tersayangnya.


"Ada sama bi ira kak di kamarnya." Sahut alina.


"Kangen banget sama zalfa pengen cubit pipi gembulnya." Ucap shanum tersenyum ke arah alina mengingat tingkah lucu keponakannya itu.


"Sebentar ya kak, biar alin ambil zalfa dulu kalau belum tidur." Sahut alina dengan semangat beranjak menuju lantai dua untuk mengambil sang putri.


Shanum dengan segera menyiapkan makanan kedalam piring aby, bunda rumi yang melihat sang menantu serta putra kesayangannya sangat bahagia saat ini karena memang mereka sudah kembali baik-baik saja.


"Shanum makan yang banyak ya nak." Kata bunda rumi seraya menyiapkan makanan untuk suaminya tercinta.


Shanum mengangguk tersenyum menanggapi ibu mertuanya, shanum sangat bersyukur dengan kebaikan mertuanya ini. Tidak ada lagi yang shanum hawatirkan saat ini karena semuanya kembali ke keadaan baik-baik saja, terutama dengan tingkah suaminya yang selalu memanjakan dirinya.


Mereka sedang menikmati makan malamnya tiba-tiba suara zalfa begitu melengking untuk pertama kalinya dan tentu saja menarik perhatian semua orang yang sedang berada di meja makan.


Suara celotehan zalfa yang entah apa maksudnya berhasil membuat sang nenek dan kakeknya tertawa.


"MasyaAllah cucuk oma belum tidur juga ya sayang, sini biar oma yang gendong biar bunda sama ayahnya makan dulu ya." Kata bunda rumi menghampiri zalfa yang sedang bearada di pangkuan alina.


Makan malam bersama keluarga gunawan telah selsai dan telah kembali ke ruang keluarga untuk mengobrol ringan.


Shanum yang sedang duduk disamping aby, dan kini perhatiannya tertuju pada zalfa yang tingkahnya begitu lucu dan menggemaskan.


Sedang aby selalu memperhatikan samg istri sejak tadi, aby pun berfikir jika saja dirinya tidak menyia nyiakan wanita yang ada disampingnya saat ini mungkin saja mereka sudah dikaruniai seorang bayi lucu seperti zalfa. Aby sangat menyesali hal itu.


"Zalfa sini sama uncle yuk." Kata aby mencoba mengalihkan rasa sesalnya.

__ADS_1


"Sini biar sama onty aja ya sayang." Kata shanum tidak mau kalah dengan aby.


"Ini ada hadiah biat zalfa lo." Kata shanum lagi, tanpa menunggu lama shanum dengan cekatan mengambila alih zalfa dari pangkuan alina.


Aby tersenyum melihat tingkah istrinya. Dan tiba-tiba saja timbul ide jahilnya membisikkan shanum sesuatu dan membuat shanum meronah seketika.


"Kita buat adiknya zalfa yuk sayang." Bisik aby tepat ditelinga shanum, dan itu berhasil membuat pipi shanum memerah.


Waktu malam semakin larut aby dan shanum segera pamit pulang kerumah mereka.


Ketika sedang diperjalanan entah kenapa mobil aby tiba-tiba saja mogok.


Tepat di sisi jalan raya aby menepikan mobilnya.


"Kak aby mobilnya kenapa, tumben banget kayak gini." Ekspresi hawatir shanum mulai terlihat, sedangkan aby tetap terlihat tenang dan beranjak akan keluar untuk melihat keadaan mobilnya.


"Sayang tunggu sebentar ya." Kata aby dengan nada suara tetap tenang. Pasalnya mobil mereka mogok tepat dijalanan yang sepi tidak ada rumah warga satupun.


Shanum mengangguk patuh diposisi yang sama karena tidak mungkin untuk mengikuti sang suami turun dari mobil.


Sepuluh menit lamanya belum juga ada perubahan pada mobil aby.


"Kak aby apa kita coba telpon dady saja biar dia menyuruh supirnya untuk menjemput kita. Bagaimana?" Kata shanum memberi saran.


"Baiklah." Kata aby kemudian sedikit menyerah dengan kondisi mobilnya, baru pertama kalinya ia mengalami hal yang seperti ini.


Shanum pun berusaha untuk menelpon ayahnya dan langsung mendapat respon jika sebentar lagi supir keluarga akan menjemputnya.


Baru saja akan masuk kedalam mobil yang niatnya akan menunggu supir suruhan ayahnya tiba-tiba saja beberapa orang pria yang betubuh tinggi terlihat menghampiri aby dan shanum, dan sasarannya tertuju pada shanum.


"Kak Abyyyyyy." Teriak shanum dengan reflek ketika dua orang preman menikam shanum dari belakang.


Aby sontak syok melihat keadaan shanum.


"Siapa kalian.!" Teriak aby kepada kedua preman tersebut dan bukan hanya dua orang saja ada empat orang yang berpakaian hitam dengan membawa benda tajam berupa pisau.


"Shanumm.."


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2