
Di indonesia
Alina yang baru saja pulang kuliah dan ketika sampai rumah alina mencoba untuk menelpon suaminya namun bukan suara jovan yang mengangkatnya melainkan suara seorang perempuan yang sedang bersama jovan.
Saat itu alina sedang menuruni anak tangga untuk menuju dapur berniat akan bergabung bersama anggota keluarganya yang sedang berkumpul bersama di ruang makan ada ayah hendra serta abangnya si aby dan juga shanum kakak iparnya.
Sementara bunda rumi sedang mengisi piring kosong sang suami.
Alina yang sedang sibuk menelpon suaminya tidak menyadari bahwa dirinya sedang menuruni tangga, setelah mendengar suara lembut jovan berbicara pada wanita di sana di waktu akan larut malam.
Iya ini erika, kak jo se...
Ayo aku antar ini sudah hampir larut malam
Betapa kagetnya alina mendengar suara jovan bersama wanita yang bernama erika. Hingga alina tidak menyadari kakinya tiba-tiba terpeleset ketika sedang menuruni anak tangga dan membuat alina terjatuh hingga ke bawah.
Bunda rumi yang baru saja akan menaiki anak tangga berniat memanggil putrinya untuk makan siang bersama namun hal yang tidak diduga terjadi di depan matanya, melihat alina terjatuh.
"Alinaaaaaaaaaaa...!!!!!" Teriak bunda rumi dengan suara yang terdengar menggema seisi ruangan sangat syok melihat apa yang terjadi pada putrinya.
Semua orang yang sedang akan menyuapi makan siangnya ikut terkejut mendengar teriakan bunda rumi, kemudian pandangan mereka langsung tertuju pada alina yang sudah tergeletak di lantai bawah tangga dengan darah yang sudah merembes melalui jalan lahirnya serta kepala yang terlihat sudah mengeluarkan darah.
"Alina ayah. Alinaaaaaa!!!" Suara aby yang tak kalah panik melihat adik kesayangannya sudah bersimba darah.
Begitupun juga dengan hendra dan juga shanum, sangat terkejut melihat kejadian di depan matanya.
Dengan sigap aby berlari meraih tubuh adiknya yang sudah tidak sadarkan diri lalu menggendongnya.
"Tolong siapkan mobil.. Cepaatttt bunda, ayaaahhh." Teriak aby yang sedang sangat panik seraya membopong tubuh sang adik.
Ayah hendra tidak lagi menghiraukan keadaan sekitar di pikirannya hanya ada alina putrinya, mendengar teriakan aby ayah hendra langsung tersadar untuk segera menyiapkan mobil menuju rumah sakit terdekat.
Sementara shanum yang melihat bunda rumi menangis histeris dan tidak bisa berbuat apa-apa shanum segera menghampiri ibu mertuanya itu.
"Bunda, ayoo bunda kita ikut mereka ke rumah sakit." Ajak shanum seraya merangkul bunda rumi menuju mobil yang akan mereka kendarai.
"Alinaaa sayang bangun nak, bertahanlah kita akan ke rumah sakit." Tangis bunda rumi terdengar pilu menyaksikan anaknya terjatuh di depan matanya.
__ADS_1
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, aby yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sudah tidak perduli lagi dengan keselamatannya, yang ada di fikirannya hanya alina yang harus segera di selamatkan.
Ayah hendra masih terpaku di bangku penumpang paling depan bersama aby, merasa syok dengan kejadian barusan.
Sementara bunda rumi dan juga shanum sendang memangku alina di belakang.
"Ayoook aby cepatlah sedikit, adikmu tidak sadarkan diri nak." Tangis bunda rumi seraya mendekap tubuh alina.
Tak lama mereka pun sampai di pelataran rumah sakit, dengan segera aby memarkirkan mobilnya dan langsung mengambil alih alina kemudian menggendongnya menuju ruang IGD seraya berteriak memanggil petugas yang ada di rumah sakit itu.
"Susterrrr... Tolong selamatkan adik saya." Teriak aby memanggil petugas.
Seluruh petugas yang sedang berjaga di ruang IGD tersebut dengan sigap menangani pasien.
Salah satu petugas terlihat menelpon dokter vina yang sedang berada di poli kandungan.
"Dokter vina tolong ke ruang IGD sekarang, sedang ada pasien emergency dalam keadaan mengandung." Ucap salah satu petugas yang sedang memberi informasi kepada dokter spesialis kandungan.
Tidak membutuhkan waktu lama dokter spesialis kandungan yang bernama vina itu pun datang kemudian dengan segera memeriksa kondisi kandungan alina serta segera akan mengambil tindakan lanjutan.
Sepuluh menit usai memeriksa kondisi alina, dokter vina pun segera mengambil tindakan. Sedikit terkejut melihat pasien yang di tangani yaitu istri dari dokter jovan yang di kenalnya.
Dokter vina keluar untuk memberitahu anggota keluarga mengenai kondisi alina.
Bunda rumi, ayah hendra dan juga aby serta shanum yang sedang cemas menunggu kabar alina yang sedang di tangani sangat terlihat wajah hawatir mereka, mendengar suara pintu IGD terbuka semuanya segera menghampiri dokter wanita itu yang di kenal sebagai dokter kandungan.
"Bagaimana kondisi alina dokter?" Tanya bunda rumi bersamaan dengan aby.
"Maaf kami akan melakukan operasi segera untuk meneyelamatkan ibunya karena kami sudah tidak menemukan detak jantung janin yang ada di dalam kandungannya saat ini, dan juga kondisinya dalam keadaan pendarahan yang sangat banyak, jadi kami juga sedang membutuhkan transfusi darah sesuai golongan darah pasien, apa disini ada yang bergolongan darah AB?" Ucap dokter vina menjelaskan kondisi alina.
Mendengar kondisi alina saat ini, ayah hendra dan juga bunda rumi serasa dunianya runtuh. Betapa syoknya mendengar kondisi putrinya yang sedang memperjuangkan hidupnya di dalam sana.
"Saya dokter, saya abang kandungnya bergolongan darah yang sama.. Tolong selamatkan adik saya" Sahut aby cepat.
"Baiklah, apa di sini ada suaminya atau sebagai penanggung jawab atas pasien alina? silahkan segera ke ruangan administrasi untuk segera melakukan tanda tangan persetujuan untuk melakukan tindakan operasi." Kata dokter vina lagi.
Bunda rumi seketika tidak sadarkan diri, shanum langsung meraih tubuh ibu mertuanya, begitu juga dengan ayah hendra langsung membopong tubuh sang istri dan memanggil salah seorang perawat untuk memberi penanganan pada istrinya.
__ADS_1
Sementara aby sedang melakukan prosedur yang sudah di jelaskan oleh dokter tadi agar bisa segera memberikan persetujuan atas tindakan yang akan di berikan pada alina.
Usai menyelesaikan semua administrasi, alina segera di bawa ke ruang operasi. Sebelumnya dokter vina memberi kabar pada dokter panji selaku ayah jovan yang akan ikut andil untuk melakukan operasi alina.
Begitu mengetahui sang menantu sedang dalam bahaya, panji segera menghubungi istrinya bahwa alina sedang kritis dan harus di lakukan operasi.
Begitu syok mendengar kabar sang menantu mama intan pun langsung mendatangi Rumah Sakit tempat alina saat ini.
Panji sudah mengetahui bahwa janin alina akan segera di angkat karena sudah tidak terdapat detak jantung, dengan berat hati dan juga rasa sedih yang teramat dalam panji melaksanakan operasi tersebut. Ia berusaha untuk setenang mungkin serta harus profesional. Meski hatinya begitu di lingkupi rasa syok ketika melihat calon cucunya sudah tidak bernyawa lagi.
"Apa yang terjadi pada menantuku?" Suara jeritan mama intan yang baru saj tiba, langsung menghampiri aby yang sedang menunggu di depan ruang operasi bersama ayah hendra.
Aby masih tak bergeming ia masih sangat syok dengan kejadian hari ini.
"Alina sedang di dalam." Sahut ayah hendra seadanya.
Mama intan langsung menangis histeris, menunggu kabar alina yang sedang dalam penanganan operasi.
Shanum yang baru saja keluar dari ruang rawat bunda rumi, melihat mama intan menangis ia langsung menghampirinya.
"Tante, sebaiknya tante tenang dulu. Kita berdo'a semoga alina baik-baik saja." Ucap shanum mencoba menenangkan mama intan yang di ketahui adalah ibu mertua alina.
"Bagaimana keadaannya saat ini, bagaimana dia bisa mengalami ini?" Suara jeritan mama intan.
"Sebaiknya tante duduk dulu." Ucap shanum.
"Jovan.. Apa sudah ada yang memberitahu jovan dengan kondisi alina?" Tanya mama intan yang tiba-tiba mengingat putranya dan berniat akan memberitahu kabar mengenai alina.
"Belum ada yang memberitahunya." Jawab aby.
*
*
*
TBC...
__ADS_1
Jangan lupa like dan selalu beri hadiah ya teman-teman agar authornya semangat up 🙏😊