
Kini usia zalfa sudah tiga bulan, tidak terasa waktu terus berjalan alina meminta kepada jovan suaminya jika zalfa sudah berumur satu tahun alina akan kembali melanjutkan kuliahnya dan akan kembali menjalani bisnisnya di butik miliknya. Jovan meneyetujui semua permintaan alina jovan akan mendukung semua permintaan alina selagi itu masih positif dan bermanfaat jovan akan selalu mendukung istrinya itu.
"Kak jo, alin boleh kembali kuliah ya jika umur zalfa sudah umur satu tahun." Ujar alina yang kini sedang bersandar di dada bidang suaminya.
Sepasang manusia yang sudah terikat pernikahan dan kini sudah memiliki seorang putri cantik sedang menikmati waktu berdua di kamar mereka, sedangkan zalfa sedang di gendong oleh baby siternya di kamar sebelah.
"Boleh sayang, asal kamu tidak melupakan kewajibanmu sebagai seorang istri dan juga seorang ibu sekarang untuk zalfa." Ujar jovan tangannya seraya mengelus lembut rambut alina yang tidak tertutup hijab.
Mendengar jawaban suaminya alina merasa senang.
"Terima kasih kak jo, aku sayang banget sama kak jo." Ucap alina begitu senangnya.
"Sayang kalau ada maunya aja nih?" Jiwa usil jovan muncul.
"Nggak kok, aku beneran sayang sama kamu seumur hidup aku." Cicit alina kesal karena jovan tidak mempercayainya, pandangannya mendongak untuk melihat wajah suaminya.
Jovan terkekeh kecil mendengar ucapan alina.
"Oh ya sayang. Apa kamu nggak kepikiran pengen kasih adek buat zalfa?" Ucap jovan ingin melihat ekspresi istrinya.
Sontak membuat alina begitu syok mendengarnya, pasalnya zalfa baru berumur tiga bulan dan jovan sudah meminta adik zalfa lagi. Yang benar saja.
"Iiiihhhh.. Apaan sih kak jo, anak masih bayi juga udah kepikiran mau punya anak lagi, Apa kak jo mau membunuh ku?" Pekik alina sedikit kesal dan memukuli dada suaminya.
Jovan tergelak melihat ekspresi istrinya yang begitu sangat menggemaskan. Sudah jovan duga alina akan terkejut mendengar permintaan gilanya itu. Jovan tidak mungkin tega meminta alina yang bahkan rasa sakitnya melahirkan masih membekas di diri alina. Jovan tidak akan setega itu.
"Aku nggak mungkin tega sayang." Kini jovan memeluk erat tubuh mungil istrinya.
Keduanya berpelukan saling menumpahkan rasa cinta di antara mereka.
"Sayang. Terus seperti ini ya jangan ada lagi masalah di rumah tangga kita, aku ingin terus bahagia seperti ini, aku kamu dan zalfa putri cantik kita, terus dampingin aku ya dan selalu ingatkan aku jika aku punya kesalahan, aku nggak bisa jika tidak ada kamu dan zalfa kalian adalah semangat aku sekarang dan selamanya." Ujar jovan.
Alina mengangguk senyum selalu tampil di bibir cantiknya, ia semakin memeluk jovan dengan begitu erat. Tidak ada lagi yang alina harapkan dengan kehadiran jovan di hidupnya membuatnya sudah memiliki semuanya. Alina sangat bersyukur akan hal itu.
"I love you Jovan Putra Raditama." Ucap alina dengan posisi yang masih memeluk erat tubuh kekar sang suami.
"I love you to Alina Zakeisha Gunawan." Sahut jovan.
Keduanya saling berpelukan menumpahkan rasa cinta yang begitu memenuhi relung hati keduanya.
__ADS_1
Sementara zalfa terlihat begitu anteng di gendongan sang pengasuhnya yaitu bi mirna, sudah hampir tiga bulan dia bekerja di rumah jovan dan alina, ia betah menjadi pengasuh zalfa putri cantik keluarga jovan.
Tiba-tiba saja zalfa menangis mungkin sedang haus. Bi mirna dengan segera membawa zalfa ke kamar sebelah yaitu kamar alina dan jovan.
"Non alin, ini zalfa menangis mungkin dia kehausan non. Ayo susui dulu." Panggil bi mirna yang kini sudah berdiri di depan pintu kamar alina.
Alina dan jovan yang mendengar panggilan bi mirna segera beranjak dari tempat tidurnya, alina segera memakai jilbab instannya lalu melangkah ke arah pintu untuk membukannya. Benar saja zalfa menangis hingga wajahnya memerah, terlihat sekali dia kehausan melihat tangan zalfa berada di mulut mungil bayi itu seraya menghisapnya.
"Anak bunda haus ya sayang, sini sama bunda dulu ya." Kata alina mengambil alih zalfa dari gendongan bi mirna.
Setelah itu bi mirna pamit untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya di dapur.
Kini alina sedang menyusui bayinya di samping jovan.
"Kamu tau zalfa? kamu membuatku cemburu karna waktu bundamu teralihkan untuk kamu semua." Ucap jovan pada zalfa bayi yang bahkan belum bisa menjawab semua perkataannya.
Zalfa terlihat sangat lahap menikmati ASI dari bundanya, bayi cantik itu begitu sangat menikmati hisapannya.
"Apaan sih kak jo, cemburunya sama anak sendiri." Cicit alina tidak membenarkan keluhan jovan.
"Habisnya zalfa mengambil waktumu untuk bersamaku." Suara keluhan jovan tangannya seraya mengelus pipi gembul zalfa.
"Kita bimbing zalfa bersama ya kak jo, biar jadi anak sholeha."
"Pasti sayang." Sahut jovan.
Jovan dan alina serta zalfa putri cantiknya kini menikmati kebersamaannya bertiga bersama keluarga kecilnya.
****
Hari ini rumah jovan dan alina terlihat sangat ramai dan kebetulan karena hari ini adalah hari minggu jadi mereka semua memutuskan untuk berkumpul di rumah jovan dan alina.
Setelah menikamati makan siang, mereka pun berkumpul di taman belakang rumah jovan yang terlihat begitu asri di penuhi berbagai macam tanaman bunga di taman tersebut.
Terlihat bunda rumi menghampiri alina yang sedang asik menemani zalfa bermain di atas stroler dengan sebuah squisi dalam genggamannya, bayi berumur hampir empat bulan itu masih dalam posisi terlentang di atas strolernya.
Sesekali terdengar mengeluarkan celotehnya khas bayi.
"Bunda." Gumam alina yang melihat keberadaan bundanya tiba-tiba sudah berada di sampingnya.
__ADS_1
"Bunda senang sayang, bisa melihatmu hidup bahagia seperti ini, kamu begitu mencintai suami mu dan begitupun sebaliknya, jaga selalu rumah tanggamu ini ya nak. tetap selalu kuat meski ujian selalu menghampiri keluarga kecil kalian. Karena bagaimana pun ujian itu selalu datang menghampiri entah itu kapan kita tidak tau apa yang terjadi kedepannya, oleh karena itu bunda selalu memintamu untuk tetap harus bersabar dan kuat apapun kondisinya, bunda tau kamu adalah putri hebat bunda." Ucap bunda rumi memberi nasehat pada putri kesayangannya itu.
"Suami kamu benar-benar mencintaimu begitu tulus nak, sangat terlihat di raut wajahnya." Sambung bunda rumi.
Alina mengangguk tersenyum membenarkan perkataan bundanya.
"Terima kasih nasehatnya bunda, bunda tau? alina merasa begitu sangat di cintai. alina sangat bersyukur memiliki kak jovan di hidup alin." Kata alina.
"Alina berharap semuanya tetap seperti ini, selalu di hinggapi rasa kebahagiaan setiap saat." Ucap alina lagi.
"bunda akan selalu berdoa akan hal itu nak meski kamu tidak memintanya... Bunda akan tetap mendo'akan kalian." Ucap bunda rumi.
Setelah bunda rumi dan alina berbicara saling menumpahkan rasa kebahagiaan, kini alina kembali bergabung bersama semuanya.
"Alina, sini sayang mama mau gendong cucu kesayangan mama." Panggil mama intan yang sedang duduk di samping panji tengah asik mengobrol dengan ayah hendra.
Alina pun mendorong stroler milik zalfa dan mendekatkan zalfa pada mama intan.
Mereka semua menikmati suasana bahagia, sesekali mengobrol menceritakan harapan harapan baik untuk anak mereka serta zalfa yang sedang menjadi topik mereka kali ini. Mereka semua bersyukur bisa memiliki zalfa.
Semuanya tengah menikmati kebahagian, kecuali aby yang entah apa kabarnya kali ini. Karena memang aby jarang sekali bisa memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga seperti ini. Apa lagi semenjak menikah aby sangat jarang meluangkan waktunya.
Mungkinkah aby benar-benar tengah menghabiskan waktu bersama istrinya itu, hingga dia jarang sekali mau di ajak berkumpul bersama istrinya karena jika keluarganya mengajak aby selalu menolak dengan banyak alasan.
Mungkinkah aby akan bahagia dengan pernikahannya sama seperti alina dan jovan? Entahlah
bunda rumi dan ayah hendra sama sekali tidak mengetahui mengenai kehidupan rumah tangga putranya itu, mereka percaya aby akan menjalani rumah tangganya dengan baik.
*
*
*
**End...
Untuk kisah jovan dan alina kita selesai dulu ya gaes... Lanjut kisah aby dan shanum lagi di episode selanjutnya 😊
Terimakasih buat para readers setiaku sudah baca cerita recehku sejauh ini 🙏🙏😊
__ADS_1
Love you buat kalian semua, semoga tetap di beri kesehatan dan rejeki yang melimpah di bulan ramadhan ini 😍😘**