
Seminggu setelah kejadian shanum meminta bercerai dari aby, shanum dan aby pun tidak pernah lagi bertemu selama seminggu belakangan ini. Aby tidak merespon permintaan shanum waktu itu setelah ia mendengar shanum yang mengatakan bahwa ingin bercerai aby langsung pergi meninggalkan rumah shanum yang bahkan shanum masih dalam keadaan menangis.
Pikiran aby masih sangat kalut saat ini, ia tidak tau harus berbuat apa. Mengingat setiap ucapan shanum waktu itu membuatnya tidak bisa hidup tenang dan tidak bisa menjalani hari-harinya seperti biasa.
Ada rasa khawatir yang terlintas di benaknya, bagaimana jika shanum benar-benar meninggalkannya, bagaimana jika shanum menuntut perceraian sepihak. Bahkan aby belum meminta maaf dan aby ingin memulainya dari awal, aby ingin memperbaiki semuanya.
Tidak,, tidak, aku tidak akan menceraikan shanum.
Batin aby selalu menolak jika dirinya tidak ingin berpisah dengan shanum.
Sudah seminggu ini aby tidak pernah fokus dengan pekerjaannya, agar pekerjaan di kantornya tidak terbangkalai aby meminta bantuan sahabatnya seperti biasa dan siapa lagi kalau bukan gio.
Aby selalu ingin segera pulang ke rumah entah apa yang dilakukan ketika sampai rumah yang jelas aby selalu mengurung dirinya di dalam kamar, fikirannya selalu di penuhi tentang shanum yang meminta untuk menceraikannya secepat mungkin.
Sementara shanum saat ini meski rasa sedih masih melingkupi fikiranya namun shanum sedang fokus melihat keadaan perusahaan orang tuanya yang sudah tidak terurus beberapa hari belakangan ini. Dan kebetulan orang kepercayaan dadynya sedang berada di luar negeri untuk mengurus perusahan cabang di sana, dan jadilah shanum menghabiskan waktunya di perusahan sudah hampir empat hari ini.
Dan shanum memutuskan untuk berhenti mengajar menjadi dosen, karena ingin fokus menyelesaikan masalah di perusahaan dadynya. Aby belum mengetahui shanum sudah berhenti menjadi dosen.
"Tante apa shanum fokus saja ya di perusahaan dady. Shanum takutnya tidak ada yang menangani, kasian kariawannya dady yang sudah lama bekerja tapi harus tidak mendapatkan pasongan lagi, shanum merasa kasian tante." Ucap shanum meminta pendapat pada tante rita yang masih setia menemani shanum di kediaman utamanya.
"Kalau memang hatimu sudah yakin ingin meneruskan perusahaan dadymu, lakukan nak, toh juga hanya kamu yang bisa di andalkan." Sahut tante rita.
Shanum diam sejenak, memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi jika dia sendiri yang harus menjalankan perusahaan dady, bahkan shanum belum mengerti apapun perihal dunia kerja dadynya selama ini, karena shanum memang mengambil jurusan desainer fashion.
"Tante, apa shanum minta bantuan sama kak fariz saja ya. Mungkin saja kak fariz bisa membantu shanum dan pelan-pelan bisa mengajari shanum mengenai perusahaan." Ujar shanum mengingat kakak sepupunya yang bernama fariz anak dari tante rita sendiri yang juga sedang menekuni perusahaan seperti dadynya.
Tante rita mengangguk mendengar ucapan shanum yang meminta bantuan putranya.
"Apa kamu yakin ingin meminta bantuan fariz nak? Saat ini fariz juga sedang sibuk-sibuknya menjalankan perusahaannya yang ada di luar negeri. Dan juga sudah lama sekali dia tidak pulang ke tanah air karena terlalu fokus dengan dunianya di sana." Kata tante rita sedikit lirih karena memang putranya yang satu itu sudah lama tidak ingin pulang ke tanah air sudah hampir lima tahun tidak lagi menginjakkan kakinya di indonesia. Tentu saja tante rita mengetahui penyebab putranya tidak ingin pulang.
"Shanum yakin tante, shanum sendiri yang akan coba mebghubungi kak fariz mungkin saja mau menuruti shanum." Kata shanum dengan yakin. dan berharap kakak sepupunya itu mau membantunya saat ini.
Tante rita hanya mengangguk mengiyakan keponakannya itu. Dia tidak ingin banyak berbicara yang akan membuat shanum kecewa, rita berharap fariz akan memenuhi permintaan sepupunya ini.
__ADS_1
"Baiklah, nanti tante akan membantumu mencoba untuk membujuk fariz ya." Ucap tante rita kemudian.
Shanum yang mendengar itu, membuatnya tersenyum merasa bersyukur ia masih memiliki tante yang sangat memeperhatikannya.
Shanum bahkan meminta jika dia ingin tantenya ini tinggal bersamanya, toh juga tante rita tidak memiliki anak perempuan, karena memang anak-anak tante rita sibuk dengan dunianya sendiri. Putra tante rita yang pertama sudah menikah dan sedang berada di luar negeri juga yang masih fokus dengan perusahaannya di sana.
Tante rita juga sudah memiliki cucu dari putra pertamanya yaitu kak Faisal. Dan putra kedua tante rita adalah kak Fariz yang memilih menetap di luar negeri juga kak fariz belum menikah hingga saat ini padahal usianya sudah 27 tahun. Jadilah tante tinggal sendiri di rumahnya karena suami tante rita sudah lebih dulu di panggil oleh yang maha kuasa empat tahun yang lalu.
****
Ke esokan harinya shanum mencoba menghubungi kakak sepupunya yang bernama fariz anak dari tante rita. Mencoba meminta untuk membantunya di perusahaan dadynya dan alhamdulillah entah kenapa tiba-tiba fariz langsung mengiyakan permintaan adik sepupunya itu.
Shanum merasa senang bukan main jika kakak sepupunya itu bersedia membantunya. Dan seminggu lagi fariz akan tiba di indonesia setelah menyelesaikan pekerjaaannya di sana.
Terlebih lagi tante rita yang juga ikut senang dengan kepulangan putranya yang begitu sangat ia rindukan.
"Tante seminggu lagi kak fariz sudah tiba di tanah air. Rasa rindu tante akan terobati." Ujar shanum merasa senang karena membuat tantenya merasa bahagia.
"Iya sayang. Terima kasih ya sudah mau membujuk putra tante yang sedikit keras kepala itu." Sahut tante sedikit terkekeh mengingat putranya fariz.
"Kalau boleh tante tinggal disini saja ya bersama shanum, biar shanum ada temannya." Pinta shanum raut wajahnya berubah sendu.
Tante rita sedikit heran dengan permintaan keponakannya ini yang sudah seringkali mengajaknya tinggal bersama di rumah utama almarhum darman dan jesi. Apa dia tidak tinggal bersama suaminya? kenapa selalu berkata dia tidak ingin tinggal sendiri?
"Bukannya kamu punya suami nak, yang bisa kamu ajak tinggal di sini?" Ucap tante rita yang sebenarnya ingin sekali bertanya perihal rumah tangganya dengan aby.
Tante rita juga sudah seminggu lebih tidak melihat keberadaan aby datang kerumah ini, walau hanya untuk melihat keadaan shanum.
Shanum hanya diam mendengar pertanyaan tantenya, ia tidak tau harus menjawab apa karena memang shanum belum menceritakan apapun kepada tantenya mengenai masalah rumah tangganya bersama aby suaminya.
"Shanum? apa kamu punya masalah nak bersama suami mu?" Tanya tante rita lagi.
Shanum lagi-lagi tidak merespon pertanyaan tantenya.
__ADS_1
"Tente." Gumam shanum kali ini ia meneteskan air matanya yang sejak tadi berusaha ia tahan agar tidak keluar.
"Ada apa sebenarnya shanum? kamu bisa menceritakannya dengan tante nak, anggap saja tante adalah ibu kandung kamu, tempat kamu curhat dan berbagi setiap masalahmu nak, tidak baik menyembunyikannya sendiri, fikiranmu akan membuatmu tidak tenang sayang." Ujar tante rita memberikan nasehat serta membujuk shanum agar mau berbagi masalah dengannya.
Karena rita sudah berjanji pada dirinya akan menggantikan posisi kedua orang tua shanum, dia akan menjaga shanum selama ia bisa. Dia tidak ingin keponakannya ini mendertia seorang diri.
"Ayo nak, ceritakanlah semua masalahmu, berbagilah dengan tante mu ini." Ujar rita sekali lagi.
Shanum akhirnya mengangguk sekilas, tidak ada salahnya dia berbagi masalah dengan tantenya ini bukan.
Kembali lagi shanum memikirkan bahwa sebelumnya dia tidak pernah menceritakan kepada siapapun termasuk orang tuanya perihal masalah rumah tangganya.
"Sebenarnya pernikahan shanum selama ini tidak baik-baik saja tante." Ucap shanum lirih di iringi dengan air matanya.
Tante rita terkejut mendengarkan perkataan shanum.
"Apa maksudmu shanum?" Tante rita.
"Kak aby tidak pernah menganggap shanum sebagai istrinya tante." Tutur shanum semakin terisak.
Terkejut bukan main, tante rita tentu saja syok mendengar penuturan keponakannya ini yang sudah ia anggap putrinya sendiri sejak shanum kecil.
"Shanum nggak kuat lagi, menjalaninya tante. Aku ingin pisah dari kak aby." Ujar shanum lagi.
Shanum tidak bisa lagi menyembunyikan semuanya kepada keluarganya. cukup Mami dan dadynya saja yang tidak mengetahuinya.
Kali ini shanum sudah bertekat untuk menjadi wanita kuat dan tidak ingin lagi di perlakukan tidak layak oleh aby yang tidak pernah menganggapnya ada.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung....