Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa
Part 10


__ADS_3

Aby kembali lagi di kediamannya setelah mendengar shanum bersikekeh menyuruhnya pulang dari rumahnya, entah kenapa ada rasa sakit ketika mendengar shanum menyuruhnya pulang seperti mengusir dirinya.


Ya allah sebesar itukah kesalahanku pada shanum? maafkan aku shanum.


Aby bergumam dalam hati seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah miliknya, badannya serasa lemas tak bertenaga, aby sama sekali tidak ingin melakukan aktifitas apapun kali ini. Ia berfikir ingin mengistirahatkan dirinya di dalam kamar.


Biasanya jika ada shanum di rumahnya, saat aby pulang tengah malam seperti ini shanum akan setia menunggunya meski dirinya pulang slarut apapun wanita itu selalu menyambutnya dengan sepenuh hati serta selalu menampilkan senyum cantiknya meski aby tidak pernah melihat ke arahnya.


Lagi lagi aby mengusap wajahnya frustasi, seraya mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. Fikirannya masih di penuhi tentang shanum yang belakang ini menghindarinya.


Apalagi shanum berkata pada aby untuk menjauhinya saat ini, dan meminta aby mengambil langkah untuk segera menalaknya. Karena shanum mengatakan tidak ingin lagi terikat oleh aby.


Lama aby bergelut dengan fikirannya, aby tersadar dari lamunannya dan segera ingin membersihkan diri.


Selama lima belas menit aby telah menyelesaikan kegiatan mandinya dan segera mengenakan baju santai rumahan.


Lagi lagi fikirannya kembali tertuju pada shanum, entah kenapa ia tiba-tiba sangat merindukan sosok shanum di rumahnya meskipun ia tidak pernah menganggap kehadiran wanita yang sudah menjadi istri yang berbakti selama ini, tapi aby selalu merasakan dan terbiasa menikmati kehadiran shanum selama ini.


Setelah berperang dengan fikirannya sendiri tidak terasa mata aby sudah terpejam dan masuk ke dunia mimpinya.


****


Pukul 02.00 dini hari mata shanum belum juga bisa terpejam karena mengingat semua perkataan kasarnya pada aby tadi, meski bagaimana pun aby masih berstatus suami SAHnya, shanum sangat takut berdosa karena telah berkata kasar pada suaminya sendiri. Fikiran shanum saat ini sedang kalut antara memeprtahankan rumah tangganya dan tetap pada pendiriannya untuk bercerai dengan aby.


Shanum terus bergerak gelisah seolah tempat tidur miliknya yang biasa membuatnya nyaman kini tidak menemukan kenyaman untuk tidur malamnya kali ini.


Kak aby maafin shanum, shanum hanya ingin terbebas dari kak aby. Shanum rasanya sudah menyerah untuk bertahan lebih lama di pernikahan seperti ini.


Shanum terus membatin dalam hatinya, entah kenapa malam ini ia sangat merasa gelisah.


Sudah memaksa untuk memejamkan mata namun tetap tidak bisa, akhirnya shanum memutuskan utnuk menjalankan sholat malam saja. Shanum segera beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi untuk mengambil air wuduh.


Shanum menjalanlan sholat malamnya, meminta pada sang maha pembolak balik hati manusia, meminta keteguhan hati serta petunjuk untuk keputusan yang di ambil.


Usai menjalankan sholat malam, shanum kembali memejamkan mata sebentar sebelum waktu subuh tiba. Dan tak lama setelah berbaring shanum berhasil memejamkan matanya tertidur pulas.


***


Pagi ini aby terlihat belum beranjak dari tempat tidurnya padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh, tentu saja gio sahabatnya sekaligus orang kepercayaan aby di kantor di landa gelisah karena aby belum juga tiba di kantor padahal pagi ini akan di adakan meeting penting mengenai proyek besar yang akan di laksanakan.


Gio terus saja menelpon aby namun tidak ada jawaban sejak tadi. Hingga gio memilih untuk menggantikan aby dengan terpaksa karena tidak ingin kehilangan proyek yang cukup menguntungkan bagi perusahaan sahabatnya itu.


Awas saja loe aby, gue akan samperin loe ke rumah setelah rapat pagi ini. Bisa-bisanya dia tidak hadir hari ini. Dasaar..


Rutuk gio dalam hati seolah membenci sahabatnya itu. Dengan muka kesal gio memasuki ruang rapat karena memang waktunya sudah tiba.

__ADS_1


Untung saja gio memiliki otak cerdas hingga aby tidak segan-segan menahan aby di perusahaannya padahal gio juga memiliki perushaaan sendiri, tapi dia lebih memilih mengabdikan hidupnya bersama aby sahabatnya.


Meeting kali ini berjalan lancar berkat gio, bersyukur CEO dari perusahaan yang mengajak kerjasama kali ini tidak begitu rewel karena tidak harus meminta kehadiran aby di acara rapat tersebut.


Usai dengan acara rapatnya pagi ini, gio memutuskan untuk menemui aby ke rumahnya.


"Tessa, aku titip kantor ya. Aku mau ke rumah bos sebentar." Ucap gio pada sekertasi aby yang sudah dua tahun ini mengabdi.


"Baik pak." Sahut tessa sedikit gugup, entah kenapa gadis itu selalu salah tingkah jika berhadapan dengan gio.


Namun tessa segera menyembunyikan rasa gugupnya, dengan tersentum ramah.


Menit kemudian gio berlalu menuju besment kantor, ia mengendarai mobilnya menuju rumah aby yang setahunya di tinggali bersama shanum.


Setelah sampai di kediaman aby, gio mencoba mengetuk pintu aby namun tidak ada sahutan dari dalam.


Apa aby tidak di rumahnya? tapi mobilnya ada. Kemana dia?


Gio kembali mengetuk pintu rumah aby. Namun tetap tidak ada sahutan, gio mencoba kembali menelpon nomor aby tapi tidak di angkat juga.


"Abyyyy... Loe di dalam kan?" Panggil gio sedikit berteriak.


Tapi tetap tidak ada sahutan.


Sementara aby di dalam kamarnya samar-samar mendengar teriakan gio dari luar rumah, ia ingin sekali bangun dari tempat tidur namun kondisinya tidak memungkinkan, kepalanya sangat terasa pusing dan juga suhu badannya sangat panas. Aby masih dengan posisi berbaring memejamkan matanya.


"Assalamu'alaikum." Ucap shanum terlebih dulu membuka suara di balik telepon. Ada rasa khawatir yang ia rasakan.


Shanum merasa heran, karena tumben-tumbennya gio yang setahunya adalah sahabat aby menelponnya.


"Walaikumsalam, Shanum maaf mengganggu waktunya. Cuma mau tanya keberadaan aby, apa aby berada di rumahmu?" Tanya gio.


Shanum kaget mendengar pertanyaan gio.


"Kak aby, dia tidak bersamaku." Sahut shanum, wajahnya semakin terlihat khawatir kali ini.


"Benarkah? Tapi aku mengetuk pintu rumahnya tidak ada sahutan sejak tadi dan mobilnya juga ada disini." Ujar gio.


Semakin khawatir saja shanum di buatnya.


Dimana kak aby? batin shanum


"Aku tidak tau, mungkin saja masih tidur. Cobalah bangunkan di dalam kalau pintunya tidak juga di buka maka kak gio panggil saja tukang yang bisa membuka pintu itu" Ucap shanum sedikit memberi solusi untuk gio.


Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan aby. pikir shanum

__ADS_1


Dan sekarang gio menelpon salah satu anak buahnya yang ahli dalam urusan kunci, gio meminta membuka pintu rumah aby.


Dan beberapa jam kemudian akhirnya berhasil terbuka.


Tanpa pikir panjang gio melangkah menuju kamar aby, beruntung kamar aby tidak dalam keadaan terkunci.


Dan ketika memasuki kamar aby, gio sontak di buat terkejut ternyata aby masih tertidur di jam se siang ini.


"Woooe bangun udah siang bro. Loe enak-enakan tidur tanpa mikir penderitaan gu....." Ucapan gio terputus ketika menyingkirkan selimut yang di kenakan oleh aby dan sempat bersentuhan dengan kulit aby yang ternyata sangat panas.


"Loe demam by?" Gumam gio kaget pasalahnya baru kali ini aby mengalami demam sangat tinggi seperti saat ini.


"Abyyy.. Kita ke rumah sakit saja ya?" Ucap gio meski tidak ada sahutan dari aby.


Aby yang samar-samar mendengar suara sahabatnya karena setengah sadar, ia berusaha mebuka matanya perlahan untuk melihat keberadaan gio.


"Gio." Suara aby terdengar sangat lemah.


"Loe sakit by, kita ke rumah sakit sekarang." Kata gio.


"Nggak perlu io, tolong teleponin jovan suruh dia kemari." Pinta aby.


Gio mengangguk kemudian menelpon adik ipar sahabatnya itu.


"Oke, gue teleponin. Apa sebaiknya telepon shanum juga ya biar ada yang rawat loe disini." Ujar gio.


Spontan aby menahan tangan gio yang akan menelpon.


"Jangan beritahu shanum." Ucap aby tidak ingin melibatkan shanum dengan kondisi lemahnya seperti ini.


Bisa-bisa shanum menganggap dirinya merepotkan.


"Baiklah, kalau gitu gue teleponin jo aja."


Beberapa menit kemudian setelah menelpon jovan, gio tanpa seengetahuan aby telah memberi kabar pada shanum jika aby sedang mengalami demam tinggi.


Shanum, pulanglah suami mu sedang tidak baik-baik saja demamnya sangat tinggi. Pantas saja dia tidak ke kantor dan tadi aku mendapatkannya di dalam kamar aby tidak sadarkan diri.


Begitu isi pesan gio yang di kirim pada shanum, biar shanum khawatir dan berharap mau pulang merawat aby.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Sampai sini dulu drama aby lagi sakit besok sambung lagi ya. 🙏🙂


__ADS_2