
Aby dan shanum sudah dua hari ini menghabiskan waktu liburannya, hanya di seputaran kota bandung saja di mana kota itu banyak tempat wisatanya menurut aby dan shanum, Aby sendiri yang meminta pada sang ayah untuk menolak berlibur ke luar negeri jadi aby memilih untuk meminta di belikan tiket ke luar kota saja.
Hari ini pasangan suami istri itu baru saja kembali dari salah satu tempat wisata yang cukup terekenal di bandung, kini mereka sudah berada di villa milik salah satu rekan ayah hendra.
"Kak aby mandi duluan ya, shanum mau beresin baju-baju kotor dulu." Kata shanum meyuruh suaminya untuk segera membersihkan diri.
Aby hanya mengangguk tersenyum pada istrinya lalu kemudian mengambil handuk pemberian shanum dan langsung menuju kamar mandi.
Sementara menunggu aby selesai mandi, shanum membereskan beberapa pakaian kotor karena besok pagi ada petugas laundri yang akan mengambilnya dan juga shanum membereskan kamarnya yang sedikit berantakan.
Tidak membutuhkan waktu lama kamar yang mereka tempati sudah kembali bersih, karena memang sejak awal mereka menginap di villa ini, aby tidak mau mneyuruh orang lain membersihkannya tidak mau ada yang datang menganggu waktu berdua dengan sang istri jadi aby meminta untuk tidak ada yang masuk ke kamar yang mereka tempati.
Tak lama kemudian aby juga telah selesai dengan kegiatan mandinya. Shanum pun bergegas untuk memasuki kamar mandi takut akan segera tiba adzan magrib.
Beberapa puluh menit kemudian adzan magrib pun telah tiba mereka mengerjakan ibadah bersama di mana aby menjadi imam sholat shanum, mimpi yang sejak dulu ia harapkan dan kini tercapai sudah.
"Kita delivery makan malam di luar, atau kita keluar makan malam saja?" Tanya aby meminta pendapat sang istri, karena melihat shanum sudah lelah untuk di ajak keluar.
"Kita delivery saja ya kak aby." Kata shanum dengan tersenyum pada aby.
"Baiklah, aku tau kamu sedang kelelahan sayang makanya aku bertanya terlebih dulu." Ucap aby seraya tangannya mengelus puncak kepala shanum yang masih tertutup mukenah.
Shanum hanya tersenyum mendengar ucapan sang suami, begitu dia sangat beruntung dengan perlakuan aby padanya. Aby sudah berubau menjadi suami pengertian, suami yang bisa mengerti segala keadaannya.
Shanum pun menghambur ke pulukan aby, tidak bisa di pungkiri hatinya begitu sangat bahagia sekarang memiliki aby di hidupnya meskipun dulu di awal memang berat dijalani dan meyakinkan laki-laki ini.
"Terima kasih untuk semuanya kak aby." Gumam shanum di dalam pelukan aby.
"Heii harusnya aku yang berterima kasih sayang, karena kamu sudah mau memberikan kesempatan laki-laki bodoh ini." Sahut aby, semakin di dekapnya tubuh mungil sang istri kedalam pelukannya.
"Sudah ya, jangan salalu ucapkan terima kasih terus itu semua sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang suami begitupun kamu dan tidak perlu ada ucapan terima kasih di antara kita sayang, kita saling membutuhkan satu sama lain, Allah sudah menakdirkan kita hidup bersama di dunia dan aku akan selalu berdoa semoga di kehidupan berikutnya aku tetap akan di persatukan dengan istriku yang sholehah ini." Ucap aby dengan penuh rasa syukur.
Tidak ada lagi yang aby inginkan di hidupnya saat ini, ia sangat bersyukur sekarang sudah ada shanum dan ia berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan pada wanita yang ada di dalam dekapannya ini.
Lama mereka saling bertukar obrolan waktu isya pun suda tiba dan aby kembali memimpin sholat.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, tidak lama makan malam yang telah mereka pesan tadi sudah tiba dan keduanya kembali menghabiskan waktu hanya di dalam kamar untuk menikmati makan malamnya.
****
Ke esokan paginya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, sepasang manusia masih berada di dalam selimut dengan tubuh polos mereka tanpa sehelai benangpun, aby tidak main-main menghabiskan kesempatan berlibur yang di sarankan oleh sang ayah, setiap malam bahkan usai melaksanakan sholat subuh ia terus menginginkan sang istri yang sudah seperti candu baginya menikmati tubuh indah milik shanum.
Perlahan aby membukan matanya menyadari jika hari sudah akan menjelang siang, ia melihat shanum masih memeluknya erat dengang tubuh polosnya. Tersungging sebuah senyum di bibir aby menikmati pemandangan indah pagi ini.
Tangannya perlahan mengelus rambut panjang berwarna sedikit pirang milik shanum, shanum memang memiliki rambut pirang karena mengikuti gen maminya yang merupakan keturunan inggris.
Kembali aby memberi kecupan pada kening shanum. Shanum yang menyadari sentuhan aby ia pun perlahan membuka matanya dan dia mendapati aby mengelus lembut kepala shanum.
"Kak, ini sudah jam berapa?" Suara serak shanum khas bangun tidur, ia kembali memejamkan matanya dan menenggelamkan wajahnya di dadan bidang suaminya karena masih sangat mengantuk.
__ADS_1
Aby benar-benar menyiksanya, semalaman sudah begadang belum lagi usai sholat subuh aby terus memintanya, dan shanum tidak bisa membantah keinginan suaminya karena memang sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.
"Sudah mau jam sebelas sayang." Ucap aby.
Seketika membuat shanum membuka matanya dan ingin langsung beranjak dari posisinya, tetapi aby lebih dulu menahannya.
"Kak aby kok nggak bangunin shanum sih, jadinyakan kesiangan gini." Suara shanum meninggi karena merasa terkejut dirinya bangun se siang ini.
Aby semakin gemas melihat tingkah sang istri.
"Heii kita masih berlibur sayang, jadi tidak perlu terburu-buru untuk bangun kita sedang tidak memikirkan perusahaan saat ini." Sahut aby menyadarkan sang istri.
"Tapi, kak aby belum sarapan kan." Kata shanum.
Aby hanya tersenyum pada istrinya ini, begitu perhatiannya shanum padanya.
Aby kembali mendekap tubuh istrinya, membawanya kembali kedalam pelukannya.
"Kita delivery saja ya, hari ini tidak perlu kemana-mana. kita di sini saja. Bagaima?" Ucap aby.
Shanum mengangguk.
"Kak, shanum mau mandi dulu ya." Kata shanum.
Shanum ingin bangun dari tempat tidurnya, tetapi aby semakin mengeratkan pelukannya.
"Iya sayang." Sahut aby santai tetap dengan posisi mendekap shanum.
"Kak boleh ya shanum mandi dulu, ini udah siang banget loh." Kata shanum meminta aby melepaskan dekapannya.
"Tapi aku maunya seperti ini terus sayang." Jawab aby, seolah tidak ingin melepas shanum kemanapun meski hanya di dalam kamar mandi saja.
"Bagaimana kalau kita mandi samaan berdua, bagaimana?" Tiba-tiba muncul ide berlian di otak aby, dan tentu saja shanum langsung menolak keinginan suaminya.
Karena bagaimana pun shanum masih sangat malu untuk mandi berdua bersama aby.
"Jangan aneh-aneh deh kak, yang ada nggak jadi mandi nanti." Elak shanum, karena pikiran shanum pasti aby akan kembali melakukan hal-hal aneh di dalam kamar mandi nantinya ketika sedang berdua.
Entah kenapa shanum merasa jika aby selama berlibur ini berubah menjadi laki-laki mesum, aby selalu saja mencari kesempatan.
"Kamu menolakku?" Suara aby tiba-tiba meninggi seraya melepas pelukannya pada shanum, membuat shanum terkejut mendengarnya.
"K..kak aby marah?" Lirih shanum yang tiba-tiba membuat jantungnya berdetak kencang karena telah membuat aby marah padanya.
Shanum segera duduk seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.
Sementara aby memperhatikan reaksi shanum setelah ia meninggikan suaranya, aby sama sekali tidak marah, aby hanya sedikit mengerjai shanum.
Dna sekarang aby hanya diam saja, enggan untuk mengajak shanum berbicara.
__ADS_1
Sementara shanum sudah begitu khawatir mendapati aby yang berubah seketika.
"Kak aby." Lirih shanum tangannya memegang lengan aby.
"Kamu pergi saja mandi." Sarkas aby, kembali dengan sandiwaranya. Tangannya sedikit menepis tangan shanum yang menyentuh lengannya.
Semakin terkejut shanum di buatnya, apa aby kembali dengan sikapnya yang dulu? shanum sangat takut. Rasa trauma kembali timbul di benaknya.
"Maafkan shanum." Suara shanum bergetar dan air matapun keluar begitu saja.
Sungguh shanum sangat trauma dengan kelakuan aby saat ini.
Aby yang dengan posisi memebelakangi shanum, ketika mendengar suara berbeda shanum yang seperti sedang menangis seketika membuat aby berbalik melihat ke arah sang istri dan benar benar saja shanum sudah menangis dengan posisi menunduk mendekap kedua lututnya.
"Ya allah sayang, maafkan aku. Aku hanya bercanda barusan." Aby langsung duduk dan memeluk shanum yang sudah menangis.
"Shanum takut dengan sikap kak aby." Suara shanum masih bergetar karena menangis.
Aby menggeleng, dia tidak benar-benar membentak shanum barusan dia hanya mau melihat reaksi istrinya saja. Dan hal yang tidaj terdugapun terjadi.
Ia merasa shanum masih sangat trauma dengan sikap buruknya waktu itu.
"Maafkan shanum kak, mungkin shanum belum sepenuhnya menjadi istri yang seperti kamu inginkan." Lirih shanum.
Aby menggeleng kuat, ia kembali merasa bersalah.
"Aku yang minta maaf sayang, aku sudah mengerjaimu barusan. Maaf." Aby benar-benar merasa bersalah.
Ia semakin mengeratkan peluakannya pada shanum, seraya menciumi seluruh wajah shanum.
"Maaf." Gumam aby kembali memeluk sang istri.
"Kak aby jangan ulangin lagi kayak tadi, shanum takut kak." Ucap shanum.
Aby mengangguk paham.
"Maaf sayang."
*
*
*
Bersambung...
Maaf ya readersku sayang, kalau saya sering lama up, karena sedang sibuk persiapan bekal untuk ngikut tes CPNS siapa tau saya beruntung. Doain author receh ini ya biar bisa jadi ASN tahun ini 🙏🙏
InsyaAllah aku bakalan usahain up sesering mungkin.. Mohon dukungannya ya teman-teman jangan lupa tetap like dan beri saran pada kolom komentar 🙏🙏 😘😘😘
__ADS_1