Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa
Episode 43


__ADS_3

Tidak terasa jovan menjalani hari-harinya dengan begitu sibuk, ia berfikir akan menyerah saja menjalani kuliah ahli beda ini. Sangat sedikit waktu berkabar dengan istrinya belakangan ini. Sebisa mungkin ia memberi kabar pada istrinya sesekali ketika waktu senggangnya meskin hanya beberapa menit mendengar suara istrinya di balik telepon.


Seperti tadi malam ketika jovan baru saja pulang shift malam dari rumah sakit tempat ia magang, ia sedikit terlambat pulang karena harus menyelesaikan laporan magangnya terlebih dulu baru ia beristirahat di apartemennya.


Jadi jovan telat memberi kabar pada alina. Ketika ia menelpon alina, yang ia dengar hanya suara isak tangis sang istri di balik telepon, alina mengaku bahwa sangat merindukan jovan yang jarang sekali memberinya kabar.


Mendengar keluhan alina, jovan merasa bersalah.


Entah kenapa hari ini jovan sangat merindukan istrinya, apa lagi semalam jovan lagi-lagi mendengar suara tangis alina yang merindukan dirinya.


Lalu jovan mencoba mengambil ponselnya berniat akan melakukan panggilan vidio pada istrinya.


Tersambung namun alina tidak menjawabnya, mungkin alina sedang sibuk. Pikir jovan


Karena alina pernah memberitahu dirinya bahwa alina sudah mulai di sibukkan dengan kegiatan butiknya dan juga di sibukkan oleh beberapa tugas kuliah. Jovan hanya memberikan semangat melalui teleponnya tidak lupa juga jovan memperingati istrinya untuk tetap menjaga kondisi kehamilannya juga tidak ingin mendengar alina menghabiskan waktu terlalu banyak di butiknya yang bisa membuatnya kelelahan.


Beberapa kali jovan menelpon alina namun tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya jovan memutuskan untuk melanjutkan niatnya yang akan segera berangkat ke kampusnya karena siang ini jovan ada jam kuliah.


Sesampainya di kampus erika terlihat mendekati jovan, memang jovan dan erika sudah sangat akrab bahkan erika dengan terang-terangan mendekati jovan meski jovan menanggapinya biasa saja karena jovan merasa jika rey lah yang membuat erika tertarik hingga erika mencoba mendekatinya untuk bisa semakin dekta dengan rey.


"Haiii kak jo." Panggil erika yang baru saja sampai kampus dan berjalan menghampiri jovan yang tengah duduk di kursi halaman kampus.


"Ya." Sahut jovan singkat.


"Kak jo siang ini ada mata kuliah ya?" Tanya erika basa basi.


"Iya. Palingan sebentar lagi rey sampai, kamu mencarinya ya" Tebak jovan.


"Nggak kok, memang niat ingin duduk sama kak jovan di sini. Nggak apa-apa kan?" Tanya erika.


"Hmm." Sahut jovan acuh pandangannya sama sekali tidak beralih dari ponselnya.


Tak lama setelah itu datanglah rey bergabung bersama jo dan erika.

__ADS_1


"Hai erika, kenapa bisa bersama jovan. Bukannya kamu ada jadwal kuliah ya sekarang." Kata rey untuk memastikan.


"Eh.. Iya aku sebentar lagi masuk kok, cuma mau duduk di sini bentar aja." Sahut erika.


Rey hanya mengangguk menanggapi perkataan erika.


Ketiganya terlihat begitu akrab dalam obrolan mereka, sesekali mengeluarkan candaan-candaan yang membuat mereka tertawa.


Setelah itu erika merasa jika jam kuliahnya sudah tiba, kemudian niat berpamitan pada jovan dan rey untuk masuk kelas.


"Kak jo, kak rey erika pamit dulu ya." Pamit erika pada keduanya.


Jo dan rey hanya menganggukkan kepala seraya menampilkan senyum mereka.


Tak lama setelah kepergian erika, jovan dan rey pun masuk kelas karena dosen yang akan mengajar mereka sudah tiba.


****


Jam kuliah telah usai rey berencana mengajak jovan untuk nongkrong ke kafe yang tidak jauh dari kampus mereka, jovan pun mengiyakan ajakan rey. Namun tiba-tiba erika datang menghampiri keduanya dan akan ikut bergabung untuk menuju kafe.


Sesampainya di kafe mereka langsung memesan makanan untuk mengisi perut kosong mereka yang sudah mulai keroncongan, karena jam sudah menunjukan pukul sore hampir menjelang magrib, mereka berniat untuk sekaligus makan malam agar ketika pulang ke tempat masing-masing tidak perlu repot untuk memasak serta memikirkan makan malamnya.


Sesekali mereka terlihat mengobrol di sela makan mereka termasuk rey yang selalu supel pada semua orang dan mengeluarkan candaan lucu sehingga menimbulkan gelak tawa di antara mereka.


Rey juga tidak canggung ketika bercerita bersama erika mereka berdua sudah sangat terlihat akrab, bahkan mereka sudah sering menghabiskan waktu berdua. Berbeda dengan jovan yang hanya sesekali menimpali candaan rey dan erika.


Kurang lebih satu jam mereka menghabiskan waktu di kafe tersebut, dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke tempat masing-masing, terlebih dulu jovan mengantarkan rey kemudian terakhir mengantar erika menuju tempat tinggalnya.


Awalnya jovan menawarkan rey saja yang mengantar erika pulang menggunakan mobilnya, namun rey berhalangan karena dia terlihat buru-buru menerima telepon dari salah satu keluarganya dan menyuruh rey untuk segera pulang karena ada sedikit masalah keluarga.


Dan akhirnya jovanlah yang harus mengantar gadis itu, terlihat erika yang selalu mengajak jovan untuk berbicara, sesekali jovan hanya membalas anggukan serta gumaman, karena jovan memang merasa malas untuk sekedar berbasa basi.


Ketika di perjalanan pulang yang terlihat sangat sepi entah kenapa tiba-tiba mobil jovan mogok dan berhenti.

__ADS_1


"Loh kak jo, kok berhenti?" Tanya erika yang terlihat hawatir karena jalanan terlihat sangat sepi.


"Aarrrrhhhhg kenapa tiba-tiba mogok." Keluh jovan dengan rasa kesalnya.


Jovan pun turun untuk melihat kerusakan pada mobilnya.


Lama jovan meneliti mesin pada bagian depan mobilnya hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


"Apa masih lama?" Tanya erika yang sejak tadi menunggu di dalam mobil.


"Tunggulah sebentar, kita perlu bantuan tapi tidak ada orang satupun yang lewat sini." Sahut jovan tidak kalah hawatirnya.


Dia masih saja asyik memperbaiki dan melihat mungkin saja dirinya bisa memperbaikinya.


Sementara di dalam mobil telepon jovan sudah beberapa kali berbunyi dan erika ragu untuk mengangkatnya. Hingga bunyi ponsel yang ke lima kalinya baru erika berani mengangkatnya karena tidak ingin mengganggu konsentrasi jovan.


Erika melihat nama pemanggil di ponsel jovan menampilkan nama my wife. Erika mengerutkan keningnya sedikit terkejut melihat nama penelpon yang tertera di ponsel jovan.


Apa kak jovan sudah menikah? gumam erika dalam hati.


Namun erika tidak mau berfikir panjang dia berniat untuk mengangkat telepon jovan.


"Assalamu'alaikum,, kak jo sedang apa? aku merindukanmu." Ucap suara perempuan di balik telepon.


"Maaf ini erika, kak jo se..." Baru saja erika ingin menjelaskan keberadaan jovan tiba-tiba jovan sudah muncul di sampingnya dan duduk di kursi kemudi untuk melanjutkan perjalanan pulang.


"Ayo aku antar ini sudah hampir larut malam." Kata jovan belum menyadari jika teleponnya masih di genggaman erika.


*


*


*

__ADS_1


TBC...


Jangan lupa like dan vote ya teman-teman 🙏😊


__ADS_2