
Setelah Dini selesai merapikan buku buku nya.
Deni kembali mendekati Dini,mereka berdu sangat dekat hingga bisa mendengar dentuman jantung satu sana lain,Deni semakin mendekatkan wajahnya pada gadis kecil yang menariknya bagaikan magnet.
Hingga Deni bisa mencium bibir Dini yang telah menjadi kenikmatan tersendiri baginya..
Dini yang telah terbiasa menerima perlakuan Deni, sudah terbiasa dan bersikap santai serta ikut menikmati nya,tapi kali ini sangat berbeda.
Karena Deni berhasi memasuki mulut Dini dengan lidahnya menelusuri semua sudut dalam mulut Dini yang membuat Dini susah bernapas.
Deni mengakiri ciuman itu saat melihat Dini yg sudah kehabisan oksigen.
Deni perlahan menyeka bibir Dini yang basah dengan lembut.
Dini yang pertama kali melakukan ciuman panas hanya bisa terpana.
"Kenapa Abang lakuka?.
Aku belum mau hamil!
karena aku masih mau sekolah.
nantik Ayah dan bunda pasti akan kecewa."
ujar Dini dengan polosnya sembari menangis.
hiks.hiks.hiks
Mendengar Dini berkata seperti itu,
membuat Deni ingin tertawa,
namun diurungkannya karena melihat Dini yang menangis karena takut akan mengecewakan orang tuanya.
Akhirnya Deni memeluk tubuh Dini agar gadis nya bisa tenang,sembari berujar.
"Dini, ciuman itu tidak akan membuat kamu hamil sayang."
ujar Deni dengan lembuat dan tangan telah menyeka air mata Dini.
Dini yang mendengar penjelasan Deni,
akirnya Dini sudah kembali tenang .
dan berujar.
"Bang,Dini lapar!"
sembari mengusap perutnya dengan mulur yang Dimanyunkan.
"Ayok,kita cari makanan diluar."
ujar Deni mengandeng tangan Dini.
Dini bergelayut manja di lengan Deni.
Menjelang pulang mereka singgah disebuah kedai nasi goreng tanpa mereka sadari ada pasang mata yang memperhatikan kedatangan mereka.
yang tak lain adalah Yanna..
__ADS_1
Yanna yang merasa penasaran
tanpa pikir panjang,memilih menghampiri Deni dan Dini.
Dia menatap sepasang anak manusia itu penuh curiga dan selidik,karena camburu.
"Den,kenapa kamu bisa bareng sama Dini?"
tanya Yanna yg sangat penasaran,yang menatap kearah Dini dengan mata yang tak berkedip.
"Ee,kamu Yan.
sama siapa?"
ujar Deni datar dan singkat.
"Aku sendirian,mau beli nasi goreng.
kamu kok bisa sama Dini?
jawab Yanna dan kembali bertanya karena sangat penasaran.
Terlihat raut wajah Yanna sangat gusar saat melihat Deni yang tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
"Aku dan Dini"
kata kata Deni terhenti karena disela oleh Dini.
"Aku membantu di toko Abang Deni ,Kak.
Karena tadi banyak pelanggan kami kerja lembur.
selagi menunggu pesanan nya selesai."
balas Dini,
karena telah tahu kalo Yanna lah orang yang telah meminang Deni tempo hari.
Dini berusaha tenang dan bersikap ramah pada Yanna,tidak inggin Yanna mengetahui status nya dengan Deni saat ini.
Akhir nya Yanna duduk disebelah Deni dengan sedikit merapat pada sisi tuh Deni
Dini yang melihat tingkah Yanna sangat kesal.
"kamu pakai apa kesini Din."
tanya Yanna karena rasa ingin taunya yang semakin penasaran.
"Aku tadi dibonceng,sama Abang Deni."
ujar Dini jujur yang melihat Deni sekilas.
"Jadi kamu nanti yang hantarkan Dini kerumah nya ,Den?"
tanya Yanna sembari melihat kearah Deni dengan wajah yang semakin penasara.
"iya"
jawab Deni singakat
__ADS_1
karena merasa tidak nyaman dengan Tingkah Yanna yang semakin mendekatkan tubuh nya .
"Aku ke toilet sebentar."
ujar Deni karena sangat tidak nyaman dengan tingkah Yanna
dengan tujuan tuk menghindari wanita itu.
sepeninggal Deni,Yanna melihat ke arah Dini dengan mata menyipit.
"Dini,nantik.
kamu bareng kakak aja pulangnya."
ucap Yanna karena mersakan cemburu dan tidak terima kalo Dini, diboncengkan oleh pria yang ditaksirnya.
"Nggak usah,
biar sama aku saja."
sela Deni dari belakang, membuat Dini tidak bisa menjawabnya.
sembari duduk disebelah Dini.
Setalah pesanan Yanna selesai dan di bayarnya.
saat Yanna akan duduk kembali.
Deni yang menyadari gelagat Yanna mengerutkan keningnya.
"Pesanan mu sudah siap
pulang lah "
ujar Deni mengusir Yanna tuk segera pergi,Yanna sagat kesal dengan Deni karena mengusirnya.
Deni dengan wajah tanpa exspresi,
sangat tidak nyaman dengan tingkah laku Yanna yang kembali ingin duduk disebelah nya.
Saking kesalnya karena tidak dipedulikan oleh Deni,akhirnya Yanna pergi dengan kesal
"mereka seperti menyembunyikan sesuatu."
gumam Yanna dalam hati.
dengan kembali melihat kearah Deni Dan Dini yang kini telah menyantap nasi goreng pesanan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🇩 🇺 🇰 🇺 🇳 🇬 🇳 🇴 🇻 🇪 🇱 🇮 🇳 🇮 🇾 🇦 🇦 ..
🇩 🇪 🇳 🇬 🇦 🇳 🇻 🇴 🇹 🇪 ,🇵 🇴 🇮 🇳 🇩 🇦 🇳 🇱 🇮 🇰 🇪 🇩 🇦 🇷 🇮 🇹 🇦 🇲 🇦 🇳 🇹 🇪 🇲 🇦 🇳 🇸 🇪 🇲 🇺 🇦
😉😊😍🤩
🇸 🇪 🇷 🇹 🇦 🇲 🇦 🇸 🇺 🇰 🇦 🇳 🇩 🇦 🇱 🇦 🇲 🇱 🇮 🇸 🇹 🇫 🇦 🇻 🇴 🇷 🇮 🇹 🇳 🇾 🇦 🇾 🇦
🙏🙏
__ADS_1