PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
BAJU KEBAYA


__ADS_3

Bio yang melihat gadis nya,beranjak mendekat dan menarik tangan Uly.


semua mata dari deretan sepupunya membulatkan mata melihat tingkah Bio yang posesif.


Novi terlihat sangat kesal saat ditinggal Uly yang telah ditarik kekasihnya.


"Brengsek dasar ulat Keket,"


gerutu Novi yang saat itu berada sendiri kerumunan orang orang asing.


"kok,aku ditinggal sendiri gini?"


gumam Novi cewek tomboi yang biasa cuek dan santai,


tapi saat ini sangat gugup karena tindak tahu harus berbuat apa.


Novi yang melangkah pelan mengedarkan pandanganya, melihat bayangan orang yang dikenalnya.


"Nak Novi,mana yang lain?"


seru Bunda Dini pada sahabat anaknya.


"iya Tante,,


Uly ada tadi"


lanjut Novi sembari mencari keberadaan Ulat Keket.


"Novi, masuk aja kedalam kamar Dini,"


perintah Bunda pada Novi yang masih mengedarkan pandanga nya mencari keberadaan Uly yang sedari tadi bersama Bio.


"Dini lagi nunggu ustadz datang masih duduk dikamar."


Lanjut Bunda memegang lengan Novi,yang berhasil membuat gadis tomboi itu kaget


"iya Tante"


Ucap Novi melangkah dibelakang deretan tamu yang masih duduk menunggu proses ijab-kabul Deni dan Dini.


Novi menuju kamar Dini, sesampai didepan pintu kamar,


tanpa mengetok Novi membuka pintu kamar sahabat karibnya.


Ya memang semua sahabat Dini bebas masuk kamar karena sering tidur kalo waktu libur.


setelah pintu terbuka Novi memasukkan kepalanya melihat sekitar,


"mana tau anak?"


gumam Novi yang tidak melihat sosok sahabatnya


perlahan Novi melangkah masuk, dan sangat kaget saat pintu kamar mandi terbuka,


Novi melihat sosok yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sangat terpaku.


Dini yang tidak menyala kalo sahabatnya akan datang juga sangat terkejut dengan sangat gugup


"N..Nov,!"


Panggi Dini melangkah dengan sangat susah dengan rok dan baju brokat yang sangat pas di badannya.


Dini menyaring tatapan Novi yang sangat aneh padanya.


Dengan senyum yang mengembang di pipinya yang telah dikasih riasan tipis.


"Nov,bantuin!"


seru Dini yang menjulurkan tangan karena susah bergerak dengan pakaian yang membalut tubuh mungilnya.


Novi yang melihat sahabatnya,menjabat tangan Dini,serta membimbing tuk duduk ditepi ranjang.


"Nov,kamu sendirian?


mana yang lain?"


ujar Dini memecah kesunyian yang terjadi didalam kamarnya,


karena sedari tadi Novi yang tidak mendapat pemberitahuan prihal acara tunangan dari orang yang bersangkutan,malah tau dari Uly,


membuat Novi kecewa dan marah.,


tapi Novi berusaha sesantai mungkin, walau dia kecewa.


Novi yang mendengar pertanyaan Dini,


Melihat dengan mata yang terangkat penuh tanda tanya.


"emang kamu ada?"


ucapan Novi tertahan karena masih sangat kesal.


setelah menarik napas,


"Bagai mana yang lain bisa datang,kalo aku aja tahu nya dari Ulat Keket!"


sungut Novi kesal. mengingat dia yang saat dari kecil saja tidak mengetahui apa apa.

__ADS_1


"Maaf Nov,aku lupa,karena sangat gugup."


lanjut Dini melihat sahabatnya perlahan meraih tangan Novi.


"udah Aku maafin,tapi untung Ulat Keket telponan sama lakinya,"


lanjut Novi yang sangat kesal saat teringat ulah Uly yang meninggalkannya pergi dengan Bio sesat baru sampai di rumah Dini.


"Bio?,


maksud nya?"


ujar Dini memastikan ucapan Novi yang menyebut laki.


"iya,siapa lagi"


sela Novi kembali memperhatikan Dini dengan seksama setiap inci dari ujung rambut sampa kaki.


perlahan Novi meraih tangan kanan sahabatnya dan menggenggam dengan etarat.


Novi memperhatikan cincin yang melingkar dijari manis Dini,


"udah tersegel kamu


aku kecewa karena tidak dapat menyaksikan!"


tutur Novi dengan sedih dan memeluk sahabat nya itu.


"selamat ya Din,


aku harap kamu bahagia.


dan jangan lupakan persahabatan kita"


ucap Novi tepat ditelinga Dini saat mereka masih saling berpelukan.


mata dua sahabat itu sudah berkaca kaca,


Novi yang mengurai pelukan,


"jangan nangis donk,nanti make up-nya luntur, kita balum foto."


tutur Novi sembari mengeluarkan hp dan mengarahkan kamera Selfi pada mereka berdua dengan berbagai gaya.


setelah selesai berselfi ria,


"Vi,abis ini,tepatnya setelah shalat ashar aku nikah."


ucap Dini pada sahabatnya dengan


"Nikah?"


ucap Novi mengulang kalimat Dini


Dini menganggukkan kepala,


"tiba tiba Ayah dan Bunda mengajukan keinginan setelah acara pertunangan tadi!"


lanjut Dini yang telah menggenggam erat tangan sahabatnya.


"Din,tangan mu dingin sekali!"


ucap Novi yang masih memegang tangan Dini


"kamu jangan gugup,santai aja!"


seru Novi memberi semangat pada Dini.


"Aku takut aja Vi,


besok kita juga ujian kenaikan kelas,"


lanjut Dini semakin gelisah..


Novi terdiam sejenak,tiba tiba


"jalani aja,"


ucapnya singkat karena juga bingung


"ee aku kok ditinggal"


ucap Uly yang tiba-tiba nongol dari balik pintu.


"sialan kamu Ly,


bukanya kamu yang tinggali aku sama laki_mu?"


ucap Novi sangat kesal dengan mata yang menukik tajam.


Uly hanya bisa nyengir kayak kuda sembari mengangkat dua jarinya seperti huruf V.


Uly melihat Dini dengan senyum dan merangkul sahabatnya itu tuk berpelukan.


"selamat ya beste,udah tunangan sama Babang ganteng."


seru Uly sangat girang dan cipika cipiki.

__ADS_1


"udah ah,nanti luntur make up-nya,


acara juga belum sudah!"


sela Novi yang menarik bahu Uly agar menjauh dari Dini.


Dini hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu,


"Gitu dong ceria,"


ucap Novi yang sangat senang melihat Dini tertawa lepas.


"emang kamu sedih Din?"


tanya Uly bingung.


"ada ada aja ketua mafia,


orang senang bisa tunangan,dibilang sedih."


sungut Uly dengan mencebikkan bibir nya


"Tu,,, ketua harus cari pacar,biar ngerti!"


lanjut Uly sembari menggelengkan kepala seta menganggukkan.


"jangan jangan?"


lanjut Uly sembari tersenyum menutup mulutnya dengan tangan.


Novi yang mengerti maksud dari perkataan Uly,


dengan segala kekesalannya Novi,memukul kepala Uly,


"Ulat Keket kalo ngomong tidak pakai otak ya?"


geram Novi melihat Uly dengan mata yang nyalang.


Dini yang melihat Novi sangat kesal atas tingkah Uly,berusaha mengalihkan situasi,


"Kalina berdua kok ribut sih?"


seru Dini melihat kedua sahabatnya secara bergantian.


"tolong bantu rapikan kebaya ku dong"


rengek Dini membuat kedua sahabatnya itu menoleh dan saling tersenyum.


setelah pakaian Dini rapi,


Uly mengeluarkan benda pipih kesayangannya, mengarahkan kamera hp,


"ayo merapat,kita foto bertar yaa"


serunya dengan merangkul Novi dan Dini.


suasana dalam ruangan kamar Dini sangat ceria penuh canda tawa,


"Mita,kok gak datang?"


lirih Dini saat menyadari tidak melihat Mita diantara mereka.


"tu ladies lagi traveling"


seru Uly sembari memperlihatkan status yang beberapa jam yang lalu diunggah Mita,


"lihat ni,pesan aku aja, Nggak dibacanya."


lanjut Uly dengan sangat kecewa.





......................


...❤️🌹💓...


𝐷𝑈𝐾𝑈𝑁𝐺 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎


😉🌹😍🤩


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝐸𝑅𝐼 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 𝑦𝑎𝒉 𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡𝑘𝑢


🙏🙏🙏🙏


𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑠𝑜𝑝𝑎𝑛


😘😘😘


𝑎𝑔𝑎𝑟 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔


🤭🥰🤗🥳🌞


𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖𝒉 💖💋

__ADS_1


__ADS_2