PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT :95


__ADS_3

Baru saja Deni melangkah keluar ruangan,


dia terperanjak saat ada tangan putih mulus yang menariknya.


"Deni, sini!


kita ngobrol dulu?"


ajak orang yang telah menarik Deni tuk duduk disebelah nya.


semua pemuda dan pemudi melihat mereka dengan terpelongok karena kaget tidak menyangka dengan apa yang dilihat mereka.


"sejak kapan dia dimana?"


pertanyaan itu lolos dari salah seorang pemuda yang juga memperhatikan Deni.


Deni terlihat tidak nyaman dengan situasinya saat ini.


Terlebih Yanna melingkarkan tangannya di tangan Deni, dan bersandar manja di bahu Deni,


namun Deni berusaha santai, takut membuat kondisi Hanna yang labil kembali membuat keributan.


saat mata Deni bersi tatap dengan salah seorang pemuda, dia memberikan isyarat.


untung pemuda itu tanggap dan mengerti kesulitan yang Deni, hadapi.


"Bang, bagai mana dengan surat izin acara kita?"


tanya pemuda itu se.bari menyodorkan selembar kertas.


Yanna merasa kesal dan membulatkan matanya melihat pemuda itu dengan sorot kebencian,


Deni yang masih berada disisi Yanna, melihat ekspresi Yanna hingga membuatnya ngeri.


"astagfirullah?"


ucap Deni sembari memicingkan mata, karena melihat raut wajah Yanna yang menakutkan baginya dengan sorot mata yabg menukik tajam melihat pemuda yang tengah berhadapan dengan nya.


"Yanna, sebentar.


ini ada yabg harus diselesaikan!"


seru Deni pelan sembari menarik tangan yang sedari tadi di genggam erat oleh Yanna.


Yanna engan tuk melepaskan tautan tangannya dengan melihat Deni,


Namun Deni, mengalihkan pandangan nya ke kertas yang di pegang nya.


"Deni, aku ikut!"


rengek Yanna manja pada Deni, hingga membuat Deni, merinding.


"nggak lah, bantu disini aja!"


sela Deni, tanpa melihat Yanna


hingga Yanna memanyunkan bibirnya.


"kesini lagi kan!?"


rengek Yanna sembari menggoyang tangan Deni,


seluruh muda mudi yang menyaksikan tingkah Yanna merasa muak dan jijik hingga membuat mereka pada menghindar dan melanjutkan pekerjaan, sembari membicarakan Yanna.


"ee kalian, lebih baik konsentrasi kerja.


nanti ketauan sana nenek lampir, bisa berabe!"


memperingatkan teman temanya sembari melirik kearah Yanna yang mulai mendekat.


Ada rasa takut dan ngeri bagi sebagian muda mudi itu saat Yanna me dekat,.


"Ya Alla, terimakasih telah engkau lepaskan hamba dari kesulitan !"


cuman Deni diatasi motor menuju kedainya yang berada didepan sekolah Dini..


"kenapa bang?


kok kayak lihat setan mukanya?"


tanya Bio saat melihat Deni.


Deni mengusap wajahnya setelah memarkirkan motor.


Deni berjalan ke belakang tuk mengambil air putih,tuk membasahi tenggorokannya yang kering..

__ADS_1


"bang kenapa?"


ulang Bio penasaran pada saudara jauhnya itu.


Deni menyapu rambutnya kebelakang, dan melihat Bio yang tengah menanti jawaban.


"tadi ketemu sama Yanna!"


ucap Deni dengan bahu yang diangkat.


"cewek stres itu bang?"


tanya Bio yang di anggukan oleh Deni.


"kalian ngapain?"


pertanyaan itu lolos dari mulut Bio,


hingga kepala Bio kena timpuk gulungan kertas,


"aduh, sakit bang"


erang Bio sembari mengusap kepalanya.


"mangkanya, otak di pakai sebelum mengeluarkan suara!"


gusar Deni yang geram melihat saudara jauhnya itu


"abang di *****, cewek sunting itu?"


kembali Bio bertanya sesuai dengan pikirannya saat itu


hingga membuat Deni kesal dengan menyipitkan.


tiba tiba Bio tertawa,


manambah kekesalan Deni.


"apa kata dunia,


abang yang ganteng di ***** nenek mampir!"


kelakar Bio.


Deni, yang tidak semangat meladeni Bio memilih pergi kebelakang dan membaringkan tubuhnya.


cuman Bio dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Hingga sampai pada waktu anak SMA Pembangunan, bersorak pulang,..


Dini yang melihat motor suaminya terparkir di pinggir kedai, sembari tersenyum Dini melangkah masuk setelah berpamitan dengan teman temannya.


Dini diikuti oleh Yully yang telah terbiasa pulang sekolah menemui Bio.


Dini terus melangkah kebelakang, melihat Deni yang tengah tidur,


perlahan Dini merapat dan mencium kening Deni.


Hingga Deni menarik Dini terjatuh diatasi tubuh Deni.


Deni mengeratkan pelukannya,


hingga bisa mencium bibi Dini yang telah menjadi candu baginya..


Sedangkan Di luar Bio dan Yully tengah asik ngobrol.


"ngapain Dini, lama kali?"


ucap yully pekan tapi masih bisa didengar oleh Bio.


Bio menarik Yully sembari berkata


"mau kemana?"


seru Bio dengan mangkat kepalanya.


Yully yang ditarik Bio mendarat diatasi pangkuan Bio,


Bio yang tidak menyia nyiakan kesempatan,


menahan pinggang yully agar tetap duduk di atas pahanya.


"mau ngintip mereka?"


bisik Bio tepat ditelinga yully, hingga Yully menggeliat karena geli.

__ADS_1


yully melihat Bio dengan mata yang penuh tanya,


Bio kembali tersenyum


"mereka lagi ngecas!"


bisik Bio hingga membuat yully bingung.


"paling Dini molor,


kalo ngegas kan bisa diluar!"


timpal Yully yang tidak paham maksud perkataan Bio.


Bio terkekeh,


"Abang Deni tengah berusaha bikin Deni junior!"


lanjut Bio dengan usilnya me gusap usap perut dayat yully.


"mak sutnya?"


kaget Yully sembari menutup mulut dengan tanya, sesat kemudian menggesekkan tangan Bio yang masih mengusap perutnya.


"kamu di cas juga nggak?"


bisik Bio hingga membuat Yully terperanjak kaget.


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


terimakasih kepada:


yang telah setia membaca karya saya,πŸ™


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🀭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🀭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,πŸ™


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang πŸ€—


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA

__ADS_1


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL


__ADS_2