
Dimeja makan Yanna terlihat tenang bagaikan anak kucing yang patuh
Ibu sedari tadi memperhatikan Yanna
"aku yakin setelah keheningan ini,
pasti akan ada badai"
gumam Ibu dalam hati Yang sangat mengerti watak anaknya
selama ini Yanna anaknya keras kepala dan harus mendapatkan apa yang dimaui nya...
"Bu,,,
Yanna udah kenyang.
Yanna kekamar dulu!"
seru Yanna dengan lembut mata yang teduh yang telah melangkahkan kaki nya..
bulu bulu halus ditangan Ibu meremang dan mersakan hawa dingin yang menusuk pori pori kulit tuanya.
"apa yang kamu rencanakan Yan?"
ucap Ibu lirih masih melihat kearah pintu kamar anaknya yang tertutup rapat.
*
Dirumah Deni sedang mengobrol dengan Ibu dan Bapak
mengenai lamaran yang akan dilaksanakan tinggal 2 hari lagi...
"Den,apa sudah kamu siapkan cincin tuk lamaran?"
ujar Ibu pada Deni dengan sangat lembut mata yang berkaca kaca..
"Rencana besok 6deni mau lihat dengan Dini Buk!"
ujar Deni sembari memijit kaki Ibunya..
"Bapak senang melihat kamu yang Sudah mengambil keputusan dalam hidup mu Den,
tapi ingat Den...
kamu harus sabar menghadapi Dini
terlebih dia masih kecil dan sangat labil..
butuh kesabaran dari dirimu!"
nasehat Bapak pada putra kebanggaannya itu .
Dengan sopan Dini mencium tangan Ayah nya dan memeluk laki laki tua yang selama ini dengan sabar membimbingnya
"iya Pak,,
__ADS_1
Deni masih butuh nasehat dari Bapak!"
berujar dengan suara serak..
"Den,,ingat
wanita itu mahluk pencemburu..
jadi kamu harus memahami nya..
tapi wanita itu bisa jadi makhluk paling kuat jika dia tersakiti.
jangan sesekali kamu menyakiti hati nya!"
lanjut Ibu dengan mengusap punggung anak laki lakinya..
"Deni Mita maaf sama Bapak dan Ibu...!"
lanjut Deni menatap kedua orang tuanya secara bergantian tanpa dia sadari telah mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya,
yang di usap pelan oleh ibu.
Ibu pun mencium puncak kepala deni dengan lembut..
*
Dini yang sedari tadi menunggu Ayah dan Bunda...
mulai bosan karena sendirian dirumah...
mereka asik bercanda dan tertawa berempat...
tak lama berselang Ayah dan Bunda kembali
pangilan video call mereka terhenti..
"Ibu sama Ayah kok lama?
Dini kan bosan sendirian!"
Rengek Dini dengan manja dan memanyunkan bibirnya kedepan.
Ayah dan Bunda tertawa melihat tingkah anak nya
hahaha
Ayah mengusap lembut kepala Dini
"sebentar lagi kamu sudah ada yang nemenin,,jadi tidak akan pernah bosan lagi kalo Ayah dan Bunda tinggal"
ujar Ayah yang mendapat pelukan dari Dini.
"Ayaah"
ujar Dini dengan suara manja
__ADS_1
"iya ni anak Bunda,,
jangan manja terus..
arus dewasa"
sela Ibu dengan mencubit hidung Dini yang mancung..
"Bundaaa.."
ujar Dini dengan air mata yang telah tergenang di pelupuk matanya
"tu satu lagi ngak boleh cengeng!"
ucap Bunda memeluk anak gadisnya dengan kasih sayang...
"ayo kita makan
Ayah sangat lapar"
ujar Ayah mengalihkan situasi yang tersa sangat sangat melankolis.
"ayok,,tadi Ibu ada beli nasi bungkus!
kita makan bertiga!"
ajak Ibu mengurai pelukan dari anak gadisnya yang masih memeluknya erat..
disela sela makan
"Ayah, Bunda
besok Dini diajak Abang lihat lihat cincin".
ujar Dini dengan malu malu.
Ayah dan Bunda saling berpandangan
"pergilah,,
ujar Ayah mentap Dini dengan lembut dan terpancar cinta yang tulus, Ibu hanya meangukan kepala..
setelah makan satu bungkus bertiga.
mereka memilih tuk istiraha dikamar
Bunda pun memberikan obat kepada ayah setelah memastikan pintu kamar Dini tertutup rapat.
......................
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏
__ADS_1