
Dini yang masih engan tuk bertemu dengan Deni,pagi ini Dini mengirimkan pesan pada Deni
"Bang ngak udah jemput Aku sekarang.
Aku mau berangkat sekolah bareng Mita, Uly dan Novi."
isi persan Dini terkirim kepada Deni.
Deni ya sudah bersiap tuk menjemput Dini,
sangat kecewa saat membaca persan dari Dini.
dan memilih menuruti keinginan dari gadis yang telah berhasil mengaduk aduk persak an nya.
Deni telah membuka kedainya, berharap bisa bertemu dengan gadis pujaannya.
Berbeda dengan Dini memilih menghindar dari Deni,lebih mersa nyaman berda dalam ruanga sekolah nya sampai bel istiraha berbunyi..
karena tidak ingin bertemu dengan Deni.
"Din,kalo kamu tidak datang menemui Abang,akan masuk dalam sekolah"
isi pesan Deni agar Dini mau menemuinya .
Akhirnya dengan sangat terpaksa pulang sekolah Dini pergi menemui Deni.
Dini sangat heran kenapa kedai Ditutup.
namun masih membiarka satu pintu terbuka.
saat ini Dini memilih menunggu diluar tanpa berkeinginan tuk masuk kedalam...
Setalah berapa saat Deni keluar tuk menemui Dini yang tidak kunjung datang.
Deni yang baru keluar melihat sosok yang ditunggunya sedari tadi sudah berdiri didepan.Setelah menutup pintu kedai.
"Ayo naik," ucap Deni dengan Manarik lengan Dini, karena telah menghidupkan mesin motornya.
Dini menurut saja karana tidak ingin menjadi pusat tontonan di depan sekolah nya.
Hanya keheningan sepanjang perjalana mereka,hingga sampai di suatu tempat .
mereka duduk disebuah kafe dan memesan makanan.
Deni yang melihat wajah sendu Dini. Deni mendekat dan merangkul Dini kedalam pelukanya, berusaha tuk meyakin kan Dini kalo tida ada apa apa antaranya dengan Yanna.
Dini mendorong Deni dengan menekan tanganya di dada bidang Deni.
Deni tetap mengungkung Dini dan tak mau melepaskan pelukanya.
__ADS_1
Air mata Dini yang tertahan tumpah juga membasahi baju kemeja berwarna biru laut yang dipakai Deni.
Dini semakin terisak
hiks..hiks..hiks..
Deni membingkai wajah Dini
"Tidak akan ada wanita sebelum dan sesudah mu sayang.
hanya kamu satu-satunya."
ujar Deni dengan mencium pucuk kepala Dini .
"Abang,akan tetap bersama dengan mu..
itu tidak akan berubah sampai kapan pun."
Lanjut Deni meyakinkan Dini yang terus terisak.
perlahan Dini melingkarkan tanganya dipinggang Deni.
Setelah pengakuan dan penjelasan Deni
Semuanya telah kembali seperti semula mereka telah selesai makan siang.
dan menyuruh Dini untuk istrinya di kamar belakang.
"Istirahat lah."
Dini menuruti ucapan Dini dan pergi kekamar tuk mengistirahatkan tubuhnya perlahan matanya terpejam.
Selang tak berapa lama Deni melihat Dini yang tertidur
duduk di samping ranjang
mengelus rambut kekasih nya
"Aku sangat mencintai mu"
bisik Deni
dan mencium bibir mungil Dini,
tiba tiba Dini mengeliyat dan memegang lengan Deni,
jangan pergi.
Karena tidak tega Deni mensejajarkan tubuh nya dengan Dini
__ADS_1
mereka tertidur diatas ranjang yang sama.
saat bangun Dini sangar kaget melihat Deni yang memeluk nya dalam tidur.
"Ada Apa Din?"
tanya Deni dengan suara paraunya
dan senyum yang sangat sulit tuk diartikan
saat Dini ingin bangkit Deni mengeratkan pelukanya dipinggang Dini.
jarak mereka yang sagat dekat
membuat Dini merasakan deru nafas Deni menggebu mengenai wajah nya,perlahan Deni mencium bibi Dini dengan sangat lembut
Dini pun membalas ciuman hingga lidah mereka saling bertaut.
Tangan Deni sudah mulai liar dengan meraba perut Dini hingga menjalar ke gunung kembar yang masih kecil, namun begitu kenyal saat Deni menyentuh nya dengan lembuat membuat kedua insan mersakan aliran listrik yang mengalir ditubuh mereka...
mereka terhenti saat benda pipi yang berada di sampean Dini berbunyi
tertera nama panggilan Bunda .
Dini menggeser tombol hijau.
"Din.jenga telat pulang."
ucab Bunda
"iya Bun"
balas Dini
sambungan terputus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏
__ADS_1