PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
Lanjut 78


__ADS_3

hari ini Novi pulang terpaksa pulang sendirian karena Uly memilih ajakan kekasihnya Bio tuk pulang bersamanya..


"Vie, aku minta maaf ya,


kamu pulangnya sendiri ya!,


ucap Uly yang merasa tak enak pada Novi, karena datangnya tadi barengan sekarang malah menyuruh sahabatnya itu pulang sendirian.


Novi hanya menautkan kedua alisnya, menatap temanya yang terlihat tidak enak hati padanya,


Novi semakin malas melihat tingkah Uly yang menautkan kedua tangan nya didepan dada.


"iyaa", balas Mita malas,


sembari meninggalkan Uly yang telah ditempeli Bio.


"Dasar sahabat Ndak punya akhlak"


Gumam novi, yang melangkah menuju motor matic nya.


"Dasar ulat keket, kerjaannya meng-gatal ,


setiap ada kesempatan pengennya berduaan sama cowok tengil itu".


umpat Novi di atas motornya.


Novi yang tidak punya tujuan lain memilih tuk pulang ke rumah dan beristirahat..


Diseberang bagian kota, tepatnya di lereng bukit Alam dan Mita bersiap tuk pulang karena matahari senja telah menampakkan pancaran sinar cahaya yang menyilaukan mata,


berbeda kalo di pantai akan menunjukan sunset yang indah,


sayanya ini di kaki bukit.


Diperjalanan pulang Mita dan Alam sudah tidak ada lagi rasa canggung dan gugup,


Mita yang telah bertengger bagian belakang motor RX-KING milik Alam melingkarkan tangan di pinggang Alam.


Alam yang mendarat motornya dengan kencang membuat Mita semakin mengeratkan pelukannya Taku jatuh.


"Duh, sudah seperti balap liar aja."


Gumam Mita yang merasa kecepatan motor Deni melesat menembus again


Ada rasa aneh Pada tubuh Alam, saat Mita mengeratkan peluknya di_pingga Alam, tidak ada jarak.


"sit, dadanya menempel, membuat konsentrasi ku buyar."


decit Alam.


Alam yang tidak bisa mengendalikan reaksi tubuhnya,


berusaha menepi disebuah warung pinggir jalan dengan Alasan ingin cari makanan ringan.


Alam berusaha menstabilkan dirinya dan mata elang nya tidak luput memperhatikan wajah Mita.


"Cantik juga,"


celetuk Alam saat melihat paras Mita yang tertutup helaian rambutnya karena embusan angin,


Alam berusaha menepis semuanya,


karena dari semula Alam mengajak Mita pergi dengannya bertuan hanya untuk melepaskan sakit hati karena penolakan dari Dini,


saat itu dalam pikiran Alam jika dia mendekati Mita, Dia bisa membuat Dini cemburu.


perlahan Alam menelan air ludahnya dan meneguk air minum tuk membasahi kerongkongan nya terasa kering.


"tidak tidak,"


ucap Alam pelan dengan menggeleng gelengkan kepalanya.


Miata yang melihat Tingkah Alam mendekat dan bertanya,


"kenapa Al?"


tanya Mita lembut yang membuat Alam mengusap wajahnya.


"sial, suaranya terdengar seksi,"


gumam Alam melihat Mita yang tepat berada didepannya..


"Ngak apa apa,"


balas Alam sembari melihat bibir Mita yang di manyunkan..


"Sit, ada apa dengan ku?"


umpat Alam berusaha mengindari Mita dengan menaiki motornya,


"ayo naik!"


Seru Alam Pada Mita dengan mengerahkan kepalnya.


Tak butuh waktu lama Alam sampai didepan rumah Mita,

__ADS_1


Mita turun dari motor,


" masuk dulu Al,"


Ajak Mita tanpa sadar menggenggam pergelangan tangan Alam,


Alam melihat pergelangan tangannya,


Mita terlihat santai tanpa canggung.


"sudah sore,aku balik Dulu."


balas Alam yang menghidupkan. mesin motornya,


"hati hati ya"


lanjut Mita lembut sembari menatap mata Alam dengan senyum yang mengembang dibibir ranumnya.


"mm"


balas Alam yang melajukan motornya meninggalkan Mita yang masih berdiri di depan rumah,


Dengan raut wajah yang bahagia Mita memasuki rumah,


disambut dengan tatapan Ayahnya.


keceriaan Mita menghilang diganti dengan raut wajah ketakutan melihat Ayah yang menatapnya tanpa berkedip.


"dari mana kamu hingga pulang se-sore ini?"


Pertanyaan itu lolos dari mulut Ayahnya uang membuat Mita kaget dan menundukkan wajahnya,


""pergi sama teman Yah!"


seru Mita pelan,


Mita tidak berni menatap Ayahnya karena takut,


Selma ini Ayahnya selalu tegas dan terlihat pemarah dengan Kunis yang pelihara menghiasi penampilan Ayahnya selama ini.


berbeda dengan Bunda Mita yang lembut pada kedua anaknya,


hingga Mita dan Akan lebih dekat dan sering terbuka pada Bunda mereka....


"pergi bersihkan tubuh mu, Ayah tunggu di-rungan makan"


lanjut Ayah melangkah meninggalkan Putri sulungnya.


sesampai dikamar, Mita membaringkan tubuhnya sesaat di atas kasur,


"ayah kenapa seperti herder gitu ya?"


Miata melihat jam dinding kamarnya yang menunjukan pukul 06;30,


"ya ampun,"


seru Mita yang bergegas bangun menuju kamar mandi..


karena Mita menyadari jika dia sedang ditunggu di-rungan makan oleh ayahnya terlihat tegas dan membuat Mita merasa takut,


karena sikap Ayahnya itulah yang selama ini membuat Mita mempunyai jarak dari Sanga Ayah...


selesai mandi, Mita keluar dengan baju piyama tidurnya, bergabung dengan Ayah,Bunda dan Alan yang telah berada di-rungan makan.


tidak pada pembicaraan hanya keheningan yang ada di-ruangan itu sesekali terdengar dentingan sendok yang bergesekan dengan piring.


selesai makan dan merapikan bekas makan mereka,


"Mita, sini!"


panggil Ayah dengan suara beratnya yang buat Mita kaget dan melihat Bunda.


"Ayo sini Mita"


panggil Bunda dengan lembut pada putrinya, 6qg terlihat ketakutan.


Mita melangkah pelan melihat sang adik,


tiba tiba Alan mengangkat bahunya, karena jga tidak mengetahui apa yang terjadi..


Mita duduk di-ruangan televisi disisi Bunda,


" Mita, kamu jangan sering keluyuran dan pulang sore,


bukan kamu akan ujian sekolah?"


seru Ayah tiba tiba 6ang membuat Mita takut nam seat kemudian


Mita menghembuskan napas nya,


"iya Ayah,ini Mita mau mengulang pelajaran tuk ujian besok!"


lanjut Mita


"pergilah sana, jangan kmu kecewakan Ayah dan Bunda"

__ADS_1


lanjut Ayah yang masih fokus melihat televisi yang menyiarkan berita kriminal.


sesampai Dikamar,


"yaampu, bikin jantung ku berhenti saja Ayah"


gumam Mita yang telah duduk dimeja belajarnya.


sedang asik belajar tiba tiba Mita teringat akan Alam dan kedekatannya tadi.


Mita yang senyum senyum terkaget saat mendengar nada pesan masuk yang bertubi-tubi, karena sebelum mandi mita telah menyalakan nada volume dan dering di hpnya.


Mitha kaget karena melihat betapa banyak SMS, chat dan panggilan di hpnya dari Uly dan Novi yang telah diabaikannya sedari tadi pagi hingga malam ini.


"ini alamat kena semprot sama dua orang berkuasa"


lirih Mita sembari membuka satu persatu isi SMS, chat yang dikirim kedua temanya itu.


"dasar Uly manusia kepo"


gumam Mita saat membaca satu persatu chat dari temanya,


merasa geli sendiri dari setiap pesan,Mita tertawa sendiri hingga perutnya terasa kram.


Tidak ada sedikitpun niat Mita untuk membalas chat dari Uly,


Mita malau beralih melihat situs Uly dan Novi.


hingga sepersekian detik,


"kenapa status mereka sama dan di blur-ya "


gumam Mita yang kembali mengatur situs Yuly dan Novi,


namun Mita masih tidak bisa menerka.


"ini dimana dan sedang apa mereka?"


kembali otak Mira berpikir karena telah kelewatan suatu peristiwa diantara teman temanya..


Mita semakin mengerutkan keningnya saat membaca status dari Novi.


"ini ketua mafia paling nggak pernah buat status, bikin penasaran!"


lanjut Mita bergumam karena penasaran tang telah memecah dalam dirinya.


Mita yang sangat penasaran, berusaha menghubungi nomor ketiga temanya,


"sial, mereka mematikan HP"


umpat Mita disela sela penasaran nya.


detik kemudian


"pantas hp mereka pada mati, besok kan ujian,


ya mereka pada belajarlah"


lanjut Mita berusaha meredam penasarannya...


Mita mengambil Mapel yang akan diujikan besok,


dengan serius Mita membaca dan memahami setiap mapel yang akan diujikan besok,hingga larut malam,


hingga Mita yang kelelahan hanya tertidur di atas meja belajarnya dengan melipat kedua tangannya. sebagai pengganti bantal......


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž

__ADS_1


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2