PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT:85


__ADS_3

Ibu Dewi membuka pintu tersenyum ramah kepada orang yang baru datang.


dengan sopan dan manis Buk Dewi mencium punggung tangan orang itu,


Saling berangkulan beriringan masuk kedalam rumah,tak kalah dari pasangan bucin saat ini.


Buk Dewi bergelayut manja lengan orang itu tanpa ragu.,


sesampai di-ruangan tamu mereka saling melepaskan rangkulan,


Buk Dewi melangkah ke dapur hendak menghidangkan minuman.


"mana anak-anak Bu?"


tanya orang itu dengan suara berat ciri khasnya, masih menatap punggung Buk Dewi yang menjauh meninggalkan nya.


"mereka ada dikamar masing masing"


seru Bu Dewi yang baru datang dengan sebuah nampan ditangan sembari menyodorkan. minuman air mineral kepada orang tersebut.


semenjak kedatangan orang itu Buk Dewi selalu tersenyum, hingga sekarang Buk Dewi telah duduk disebelah orang itu.


"sekarang mereka kan pada ujian kenaikan kelas!"


"mereka sibuk mengulang pelajaran!"


lanjut Buk Dewi menjelaskan keberadaan anak anak nya .


setelah selesai minum dan bercerita orang itu kembali menggandeng tangan angan Buk Dewi tuk menuju suatu ruangan favorit bagi mereka berdua.


sesampai di ruangan yang yang berukuran 3Γ—3 Buk Dewi membatu orang itu melepas pakainya dan menyiapkan baju ganti saat orang itu pergi ke kamar mandi,


saat keluar dari kamar mandi orang itu hanya melilitkan handuk di pinggang menutupi bagian bawah pusar nya,


Buk Dewi yang tengah membelakanginya menyusun kembali pakaian sangat kaget saat tangan kokoh itu melingkar di pinggang nya,............


Novi dan Yully tengah asih berkutat di rumah masing masing dengan mata pelajaran yang akan diujikan besok,


sesekali Yully membalas pesan dari Bio,


karena sedari tadi mereka saling berkirim chat.


"kamu belajar yang rajin, biar nanti anak kita juga pintar"


isi salah satu chat dari Bio yang membuat Yully tersenyum dan ketawa


hingga dikagetkan Sura ketukan dari luar


tok tok..


"jangan ketawa juga, belajar dan jangan tidur kemalaman"


ucap dari luar pintu kamarnya


"oke mam"


teriak Yully pada sumber suara yang telah menghilang.


Yully membalas chat dengan mengirimkan emoticon hati pada Bio


πŸ’–πŸ’–


"aku belajar dulu yaa,


udah ditegur ibu"


isi pesan Uly singkat


"ok,, beb"


balas Bio singkat mengakhiri percakapan mereka dengan dibubuhi emoticon 😘😘😘.


,,,,,,,,,


Malam semakin kelam, Deni talah selesai dengan rutinitas nya,


saat ini Deni berada di rumah kedua orang tuanya.


Deni yang melihat jam dinding menunjukan jam 21,00 wib,


"Buk, pak, Deni mau ketempat Dini!"


pamitnya pada kedua orang tua yang selama ini telah membesarkannya dengan sabar hingga seperti sekarang ini.


Ibu hanya terdiam dan memindai anaknya dengan tatapan teduh,


"iya, kamu jangan lupakan pesan Ibu"


sesaat kemudian ibu kembali mengingatkan Deni ,


yang ditangguhkan oleh Deni pertanda mengerti.


"ingat, istrimu masih anak sekolah,


jangan gegabah dan menyakiti nya!"


lanjut nasehat Bapak,


mengikatkan Deni tidak lupa dengan kedipan sebelah mata.


menambah kesan genit dan senyum simpul yang sulit diartikan, entak apa yang dipikirkan Bapak yang sudah berusia 65 tahun itu.


Deni tersenyum dengan sumringah saat mendengar perkataan Bapak dan tertawa kecil saat melihat tingkah bapak yang membuat jiwa muda ya traveling.


"oke bos, akan diingat semua pengajaran dan triknya"


balas Deni dengan senyum simpul tak lupa kedipan mata sebelah.


hingga mereka sama sama tertawa kecil diantara dua pria beda usia itu.

__ADS_1


"bapak sama anak"


ujar ibu Dar pelan saat melihat tingkah kedua laki laki beda usia yang sangat dicintainya itu.


*Bu Dar kembali teringat akan masa masa dulu saat dia bersama bapak pertama mengarungi rumah tangga.


Buk Dar menatap lekat lekat wajah suaminya dan kembali tersenyum saat melihat pancaran ketampanan yang masih ada di wajah pak Ahmad walau telah dihiasi garis garis Alus di sudut mata,


terlebih saat bapak bercanda dengan Deni, membuat Pak Ahmad terlihat kembali ke jiwa mudanya hingga Buk Dar tersenyum senyum,saat melihat pesona laki laki yang selama ini mendampinginya dengan sabar tanpa pernah sekalipun berbuat kasar dan memarahinya...


"dengar setiap ucapan bapak, dan contoh semua kebaikan bapak yaa den"


sela ibu Dar pada Deni...


Malam ini Yanna anak dari Pak Nawir dan Ibuk Tin,


kembali berulah dengan menangis tiba-tiba,


setelah siang tadi terlihat tenang dan segar,


karena melihat kondisi anak nya yang stabil, Pak Nawir dan Buk Tin merasa lega dan tenang,


entak kenapa malam ini dia kembali berulah saat Ibu Tin, sendirian,


karena Pak Nawir sedang keluar sebentar entah kemana?.


Buk Tin yang panik hanya bisa menangis dan hanya bisa menemani Yanna dikamar.


"Buk mana Bapak?"


seru Yanna yang. mencari keberadaan Pak Nawir.


Buk Tin yang lelah hanya terdiam membisu hingga tidak mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan Yanna.


Hati Ibu mana yang tidak hancur saat melihat anak yang selama ini penuh semangat dan ceria tiba tiba berubah dengan kondisi yang sangat menyedihkan...


Buk Tin tersentak saat Yanna berjalan melewatinya,


"Yanna, kamu mau kemana?


tanya buk Tin dengan bergegas mengikuti langkah anak gadisnya,


sesampai di-rungan tamu Yanna mengedarkan pandangannya mencari sosok Bapak Nawir.


"pak,,,, pak,,,, pak,,"


panggil Yanna dengan memindai seluruh sudut rumah,.hingga terlihat kecewa diwajahnya.


"Bapak kenapa tinggalin Yanna"


Lulung Yanna yang bersimpuh duduk terisak dilantai.


hingga didekati Buk Tin dan merangkul anak Yanna salam pelukannya.


"Buk, Yanna kangen sama Deni,"


lirih Yanna yang membuat Buk Tin semakin tidak berdaya, karena sepulang dari mesjid subuh tadi pagi Bapak Nawir menceritakan apa yang didengar dan dilihatnya.


Pak Nawir yang baru pulang dari mesjid, disambut Buk Tin,


"ayo pak, mumpung Yanna masih tidur,


Bapak sarapan dulu,"


ajak Buk Tin pada suaminya sembari memberikan segelas teh hangat.


Pak Nawir menikmati teh dan cemilan buatan istrinya,


"terimakasih buk, ini enak!"


ucap pak Nawir memuji istrinya.


setelah selesai sarapan,


"Buk,tadi bapak bertemu nak Deni anak Pak Ahmad di mesjid !"


lirih pak Nawir bercerita.


"terus Bapak ngapain?"


tanya Buk Tin ingin tau.


"saat Bapak mau samperin, tiba tiba ada orang yang menghampiri Pak Ahmad,


dan memberi selamat atas pernikahan anaknya!"


lanjut Pak Nawir menceritakan sembari membayangkan ke bahagian yang terpancar dari mereka,


Buk Tin hanya bisa menahan sebak di dada,


"tapi kemarin malam Bapak juga mendengar berita pertunangan Deni dari orang orang yang sedang ngumpul"


lanjut Pak Nawir yang ingat kejadian malam sewaktu mau pulang ke rumah.


Mendengar cerita pak Nawir Nawir, ternyata pipi Buk Tin telah dialiri air bening yang tak dapat dibendung,


"kasihan kamu nak,


andai kamu mendengar nya, betapa kmu hancur dan kecewa,"


lirih Buk Tin sembari melihat Pak Nawir matanya juga telah berkaca kaca.


mereka sedih karena. mengetahui kalo Yanna memendam rasa yang dalam pada Deni dan menaruh cinta buta hingga membuat Yanna tidak bisa menerima takdir yang telah ditetapkan sang khalik.


flashback off


Buk Tin berusaha memapah Yanna tuk kembali ke kamarnya,


Buk Tin sangat takut kalo Yanna keluar rumah saat ini hingga mendengar berita pernikahan Deni entah siapa wanita yang paling beruntung itu.

__ADS_1


Buk Tin membaringkan Yanna diatas ranjang, tiba tiba Yanna bangun dan buru buru membuka lemari pakainya,


Yanna menghamburkan isi lemari,


saat mendapatkan sebuah bingkai foto,


Yanna memeluk foto itu dengan erat dan membaringkan tubuh diatas kasur,,


"Deni, aku rindu!"


Yanna merintih sembari mengusap usap foto yang juga ikut dibaringkan dosisnya.


Buk Tin hanya bisa terisak menahan tangis ketika melihat putri tunggalnya diluar kendali dan tidak sadar atas semua tindakannya.


"ya Allah, karma apa yang engkau timpakan pada kami?"


lirih Buk Tin sembari menengadahkan kelapa melihat langit langit kamar dengan air mata yang bercucuran.


"Ya Allah tolong sembuhkan putri hamba!"


lanjut Buk Tin memohon pada pemilik alam semesta


masih dengan aliran anak sungai di pelupuk mata lelahnya,,,,


sesaat kemudian Buk Tin, terhenyak saat bel pintu rumah berbunyi


"Ting tong "


buru buru Buk Tin mengusap pipinya dan melihat Yanna yang sedang memeluk bingkai foto orang yang tak mungkin terjangkau oleh anaknya lagi,


karena laki laki itu telah terikat sakral dengan wanita lain yang lebih beruntung dari anaknya.


sesaat kemudian buk Tin kembali mendengar bunyi bel,


dan beranjak turun dari ranjang dengan pelan berharap tidak mengganggu Yanna,


saat membuka pintu, Buk Tin langsung menghambur memeluk tubuh layu Pak Nawir yang baru datang.


pak Nawir hanya bisa membalas pelukan istrinya dengan usapan lembut di pundak istrinya yang bergetar.


Pak Nawir berusaha kuat agar istrinya tidak semakin rapuh.


pak Nawir dan Buk Tin yang tengah duduk kesunyian malam gelap tanpa menghidupkan lampu penerang,


merekapun tidak saling bicara hanya saling berpelukan tuk mendapatkan kekuatan menjalankan hari esok.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


terimakasih kepada:


yang telah setia membaca karya saya,πŸ™


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🀭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🀭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,πŸ™


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang πŸ€—


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL

__ADS_1


πŸ™


__ADS_2