
Deni pria normal..
namun selama ini Dia tidak pernah menyentuh wanita walaupun berteman.
Deni selalu menundukkan pandanganya...
entah kenapa hanya bersama gadis kecil yang bernama Dini terjadi perubahan dalam dirinya.
Deni ingin selalu bisa memandang wajah gadis yang membuatnya semakin merindu dan tingkah lucu dari gadis yang telah mengisi relung hatinya .
Sebenarnya Deni tidak ingin berpisah dengan Dini.
karena Dia merasakan hidupnya tersa lengkap saat berada disisi gadis kecil itu.
tapi matahari sore talah mulai beranjak tuk kembali menghilang.
dengan berat hati Deni melajukan motornya menuju rumah Dini.
sesampai di rumah Dini,
ternyata Bunda ya telah menunggu.
"dari mana aja Deni.
kok telat?" ujar Bunda Dini sembari menatap Deni.
Deni sedikit kaget mendengarkan pertanyaan Bunda Dini.
"tadi saya lagi banyak orang yang mintak tolong copyan berkas,tante."
"oo,
ayo masuk dulu "
lanjut Bunda.
Dini yang telah masuk sedari tadi meninggalkan Bundanya dengan Deni
bergegas mandi karena mersakan tidak nyaman dengan kulitnya karena keringat yang telah mengering di baju yang dipakainya.
Dini keluar dari kamar dan menuju ruangan tamu dimana ada Deni dan Bundanya sedang asik berbicara.
Dini mendudukan bokongnya di salah satu korsi yang agak jauh dari Deni.
"ngomong in apa sih?,kok serius amat?"
tanya Dini sembari menatap kearah Deni dengan mata yang penuh tanda tanya..
"ngak ngomongin apa apa Din.
cuma Bunda mengingatkan besok kan minggu..
kita makan bersama dengan keluarga Deni diluar.
seperti niat Ayah kemarin."
ujar Bunda menjelaskan kepada anak gadisnya sembari tersnyum dengan penuh kehangatan.
"emang nya mau makan dimana Bun?
__ADS_1
tanya Dini dengan gugup
dan wajah yang bersemu merah karena malu dan
dadanya juga berdetak kencang..
teringat akan perkataan Deni saat makan Dirumah makan pandang.
Diam diam Dini mengarahkan pandangan pada Deni ,meminta penjelasan.
Deni hanya bisa tersnyum melihat tingkah gadis manis yang sangat dia sayangi itu...
"besok kata Ayah,,
di Rumah kakan padang.
karena disana lebih privasi..
karena tidak berbaur dengan pengunjung yang lain."
ujar Bunda menjelaskan kembali.
tiba tiba
"Tante,saya perminsi dulu."
ujar Deni sembari meliahat benda bulat yang tergantung didinding rumah Dini yang telah menunjukkan waktu jam enam tiga puluh sore...
dengan tersenyum
Bunda meanggukan kepala..
"Bang,besooook."
ujar Dini dengan ragu ragu.
Deni melihat kearah Dini dan tersenyum
"Besok kenapa?
tanya Deni lagi.
Dini hanya mengeleng dengan tetap menatap Deni
"ya udah , Abang balik dulu.
sampai ketemu besok."
lanjut Deni sembari memegang kepala Dini dengan lembut.
saat Deni Sudah menghilang dari pandangan nya
"Bun..bun.."
teriak Dini mencari keberadaan Bunda nya.
"Mmm"
saat Bunda melihat anaknya yang telah mendekat
__ADS_1
"Bun,besok ngapain makan bersama keluarga Bang Deni?"
ujar Dini penuh selidik
dan merebahkan kepalanya di pangkuan Bunda.
"kita hanya silaturahmi saja,
karena Deni sudah sering berkunjung dan belum pernah berkenalan dengan keluarga masing masing."
ucab Bunda yang masih mengusap usap rambut panjang anaknya..
"emang besok jam berapa Bun?"
taya Dini yang ingin tahu
"kata Ayah .
jam makan siang."
ucap Bunda yang masih asik melihat kearah tv yang menampilkan siaran MAKAN RECEH.
"Din,apa kamu bahagia dan nyaman saat berada dekat Deni?"
tiba tiba Bunda bertanya dengan melihat mata Dini
yang membuat Dini kaget dan bergegas duduk.
"kenapa Bun?"
tanya Dini kembali dengan gugup...
"bunda pengen tau.."
ujar Bunda yang masih fokus kelayar tv.
Dini memilah masuak dalam kamar kareana merasa kalo Bundanya akan mengajukan pertanyaan yang lain lagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...bagi yang suka dengan...
...🅿🆁🅰🅷🅰🆁🅰 🅲🅸🅽🆃🅰...
...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏
...🙏😉...
__ADS_1