
Duo sejoli yang telah menelusuri jalan raya singgah berhenti dikedai foto copy yang dekat pasar..
"istirahat lah dibelakang,"
ujar Deni lembut pada Dini
Dini yang patuh menuruti perintah
Deni,melangkah kebelakang dan merebahkan tubuh nya diatas kasur yang memang telah disediakan oleh Deni.
Deni yang melihat kesibukan Angga
dengan banyaknya yang akan difoto copy,
bergegas membatu merapikan tumpukan kertas yang akan di satukan sesuai kelompok yang telah ditandai Angga.
"kamu udah makan siang?"
ujar Deni melihat Angga yang sangat fokus pada perkerjaan nya
"belum Bang,
ini bentar lagi bakal dijemput orang!"
balas Angga tanpa melihat kepada orang yang mengobrol dengannya.
"Udah,pergi makan dulu.
sini Abang yang selesaikan!"
ucap Deni menghampiri Angga dan mengambil alih mesin fotocopy..
Angga yang memang telah mersakan lapar bergegas pergi membeli nasi bungkus tuk mengisi perutnya yang telah terasa keroncongan..
Angga yang telah selesai mengisi perutnya
bergegas membatu Deni merapikan lembaran kertas.
"akhirnya selesai juga!"
ujar Angga dengan lega
Deni yang mendengar ucapan Angga, melihat sekilas dan sangat kasihan,melihat Angga yang kelelahan
Deni sangat memahami kesibukan Angga lebih banyak dari pada Bio
itu sebabnya selama ini dia lebih sering berada disini.
__ADS_1
Angga anaknya memang rajin dan tidak pernah mengeluh
itu yang membuat Deni senang memperkejakan..
Angga anaknya juga ringan tangan dan selalu ikhlas..
"nantik aku kasih kamu bonus."
guman Deni yang masih melihat Angga yang terduduk disalah satu korsi dengan menyandarkan punggungnya disalah satu Didinding ruangan melepaskan penat..
"kamu boleh pulang cepat hari ini"
ujar Deni yang mersakan kasihan pada Angga.
"iya Bang,
terimakasih!"
balas Angga yang kebetulan juga berjanji dengan Ibunya tuk membantu menyelesaikan merapikan rumah mereka yang bocor karena hujan semalam..
Deni yang niat mengambil air kebelakang karena haus.
melihat Dini yang tertidur meringkuk
terhenti dan mendekati memberikan selimut.
sembari menggesekkan anak rambut yang menutupi sebagian muka gadis kecilnya..
"kamu sangat cantik"ujar Deni sangat pelan dan mencium kening Dini dengan lembut.
Deni kembali kedepan membiarkan Dini tuk tidur karean Deni mengetahui kalo semalam gadisnya tidak bisa tidur karena ulahnya yang memaksa Dini menjadi dewasa.
terukir senyum manis dari bibir Deni yang kembali teringat dengan ke bersamanya dengan gadis kecil itu, sembari berujar sendiri.
"kamu sungguh mengairahkan"
terukir senyum yang sulit diartikan dari bibi Deni.
"Bang aku balik duluan ya!"
ucap Angga yang tadi telah mendapat izin pulang.
Selang beberapa waktu datang seorang bapak papak menjemput berkas yang tadi diselesaikan nya bersama Angga.
Setelan selesai pembayaran Deni menyerah kan dua kantong berkas milik Bapak itu..
"terimaksih Pak"
__ADS_1
ujar Deni
"sama sama "
balas Bapak itu pergi meninggalkan kedai deni..
Deni yang mersa sudah sepi,
berinisiatif menutup kedainya.
Deni memilih duduk ditepi ranjang dan menyadarkan punggungnya di kepada tempat tidur tepat di samping Dini..
Dini yang merasakan pergerakan menggeliat dan membuka mata perlahan melihat Deni yang tersenyum padanya..
"Abang ngapain ?"
tanya Dini dengan suara parau nya khas orang bagun tidur.
saat Dini akan bangun Deni menahan tangan gadis itu dan merangkul Dini masuk kedalam pelukannya
"Abang lepasin "
ujar Dini dengan suaranya yang lembut begitu indah terdengar ditelinga d5eni yang sudah mulai kembali dengan tatapnya yang sulit tuka di artikan..
"mau kemana?"
tanya Deni yang semakin mengeratkan pelukanya di pinggang ramping Dini..
Sehingga tidak ada jarak diantara mereka perlahan Deni mencium bibir Dini dengan lembut yang sudah menjadi kebutuhan baginya..
Dini yang mersakan hembusan nafas Deni,
Dini meremang seketika dengan dentuman jantungnya tak beraturan..
......................
...😉😉...
𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :
𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀
𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖
😉😍🤩
𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏