PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT ;87


__ADS_3

Dini yang telah mengalungkan tangan dipanggang suaminya, memejamkan mata saat sentuhan lembut bibir Deni mencium bibirnya,


hingga mereka berciuman sangat lama hingga Dini kehabisan oksigen,


mereka melepaskan ciuman itu dan menghirup udara agar paru paru mereka dialiri udara segar,


perlahan Deni menyapu bibir istrinya yang basah, kembali mengeluarkan mantra ajaib


"terimakasih sayang,


Abang sangat mencintai mu dek!"


bisik Deni ditelinga Dini sembari mencium dan teling Dini hingga Dini menegang, dan merebahkan kepalnya di dada sang suami.,


"ayo kita mandi, kan mau ke sekolah masih ujian kan?"


seru Deni sembari mengusap rambut panjang Dini yang terurai di pundaknya.


Dini melepas peluknya dan melihat Deni dengan mata kaget setelah mencerna perkataan Deni,


"kita"


cicit Dini pelan..


Deni tersenyum yang sangat sulit diartikan, dengan mengedipkan sebelah mata,


hingga membuat mata Dini membulat dan otaknya berselancar tidak karuan.


tanpa aba aba dini berlari menuju kamar mandi dan mengunci dari dalam,


"Dini mandi duluan bang!"


serunya di dalam kamar mandi,


.Deni hanya bisa tersenyum senyum ,sembari menyiapkan keperluan Istri nya,


dengan telaten Deni telah selesai mempersiapkan keperluan istrinya termasuk dengan pakaian dalam dini telah tertata diatas kasur berdampingan dengan pakainya.


Dini yang baru siap mandi menyambar handuk besar yang tergantung di pintu, melilitkan menutup tubuhnya,


saat Dini membuka pintu dia mengintip dengan mengeluarkan kepala mencari keberadaan suaminya..


"udah selesai mandinya?


ayo pakai seragamnya!"


seru Deni yang telah berada di samping pintu kamar mandi, hingga membuat kepala Dini terantuk pintu karena dikagetkan suara Deni yang tiba-tiba bergema tepat didepan mukanya.


"aduh"


lirih Dini sembari mengusap kepalanya,


"maaf sayang"


sesal Deni merasa bersalah ikut mengusap kepal istrinya.


Deni tersenyum manis saat melihat paras polos istrinya yang sangat luar biasa.


Bahkan ketika sehabis mandi dengan lekuk tubuh yang terlihat nyata menunjukan keseksian yang menggoda, ditambah lesung pipi yang melengkung dalam membuat bagian pribadi Deni berdenyut.


"ini tidak benar dan tidak bisa di biarkan"


gusar Deni menggelengkan kepala dengan napas yang memburu.


Deni berusaha menahan hasratnya,


terlebih nasehat Bapak dan Ibuk seperti menyanyi di telinganya,


apalagi istrinya yang masih sedang dalam ujian,


"kasihan nanti dia merasa sakit dan sulit berjalan"


kembali otak Deni berselancar saat memindai tubuh istrinya yang mulus.


"duh,,, cinta ku,,,, kenapa kamu begitu menggoda,


aku semakin tidak tahan."


Batin Deni yang sangat terpana melihat lekukan tubuh Dini berjalan menghampirinya, menyerahkan handuk,


"Abang,, ini handuk.


ayo mandi sana"


ucap Dini sembari mendorong tubuh Deni memasuki kamar mandi.


Deni yang usil menarik tangan Dini,


"ayo temani "


celetuk Deni dengan mata yang berbinar


Dini berusaha melepaskan tangannya dan tangan yang satu lagi menekan gagang pintu kamar mandi.


"enak aja, Dini udah rapi begini"


sungut Dini yang kelimpungan dengan tingkah suaminya,


Dini sedikit kesal hingga memanyunkan bibir nya,


"itu bibir pengen di cium lagi sini,"

__ADS_1


ujar Deni yang tergoda dengan bibir istrinya..


Dini menutup pintu kamar mandi,


"cepat mandinya pak suami?"


teriak Dini dari balik pintu kamar mandi yang membuat Deni semakin ring dan tersenyum-senyum sendiri.


bagian pribadi ya yang telah mengacung sungguh membuat suhu tubuhnya memanas,


dengan segera Deni menyiram seluruh tubuh nya dari ujung kepala hingga kaki,


"sabar dulu ya tong, semuanya butuh proses!"


Celetuk Deni saat membilas bagian pribadinya


setelah selesai mandi, Deni keluar dengan lilitan handuk yang menutup bagian bawah pusarnya,


berjalan ke tepi ranjang dimana bajunya tertata,


Deni lupa kalo bokser nya masih di dalam tas.


"sayang, tolong ambilkan ****** ***** dalam tas!"


seru Deni dengan senyum yang simpul pada Dini yang menunggu Deni di meja belajar sembari mengulang pelajaran.


Dini sontak kaget dan menoleh pada sumber suara,


melihat Deni yang dibalut handuk, untuk sesat Dini membatu dan kemudian


"apa bang?"


tanya Dini yang juga terpesona melihat tubuh Deni yang basah dengan rambut yang masih meneteskan air menambah kesan seksi,


"tolong, ambilkan ****** *****"


ulang Deni sembari tersenyum melihat Dini dengan wajah yang memerah


dengan patuh Dini, mengambil dan menyerahkannya pada Deni,


Deni yang 7sil kembali menarik tangan Dini dan menarik tubuh mungil Dini hingga mendekapnya nya,


"sayang bisik Deni ditelinga Dini,"


hingga Dini membalas pelukan Deni,


senyum simpul menghias wajah Deni saat mendengar debaran dada, dan gesekan dua bukit Dini yang turun naik, terasa sangat nyata,


saat pelukan terlepas, handuk yang melingkar di pinggang Deni juga ikut terlepas hingga memperlihatkan si entong yang berdiri,


membuat Dini berteriak histeris dan menutup mata,


Deni dengan cepat membekap mulut Dini dengan mulutnya, agar tidak didengar teriakan Deni sama pak Sofyan dan Buk Mery,


Namum apa daya saat lidah Deni berhasil memasuki mulutnya. Dini pun menikmati dan membalasnya,


hingga mereka kehabisan oksigen,,


"bang, pakai dulu celananya"


cicit Dini saat menghirup udara dengan napas yang sesak ditambah lagi pemandangan didepannya saat ini sungguh luar biasa, membuat dirinya semakin salah tingkah,


karena baru pertama kali ini melihat penampakan onderdil pria ditambah lagi saat mengacung dan besar,


membuat otak Dini berpikir termasuk keras hingga membuat Dini dan seluruh bulu halus ditubuhnya meremang..


dengan santainya Deni memasang semua pakainya dihadapan Dini,


saat udah rapi, mereka beriringan luar,


tak lupa Deni kembali mencium Dini hingga ke lehernya dan menghirup aroma tubuh Dini


"i love you"


bisik Deni yang merupakan mantan ajaib bagi Dini, dengan mengalungkan manja tangannya lengan Deni..


bunda yang sedari tadi menunggu anak dan menantu y di meja makan, sangat tidak sabar , karena semalam suaminya berkata kalo Deni tidur dikamar Dini,


hingga Bunda memikirkan kemungkinan apa yang terjadi dan mengingat Dini yang masih polos.


saat sepasang pengantin baru itu keluar menghampiri ayah dan bunda,


Bunda terlihat lega karena Dini yang masi seperti biasa tidak ada perubahan, hingga kecemasan bunda tidak menjadi kenyataan.


Setelah selesai saran pengantin baru itu pamit pada kedua orang tua mereka,


"Ayah, Bunda, kami pamit dulu!"


izin Deni menggandeng tangan Dini tak lupa menyalami dan mencium punggung tangan Ayah dan Bunda Bergantian,


"Ayah , Bunda doain ujian Dini lancar!"


mohon Dini pada orangtuanya,


"tentu, Dini kan pintar"


ucap Ayah menyemangati anak gadisnya


"insyaallah nak!"


lanjut Bunda

__ADS_1


β€’β€’β€’


pagi ini Buk Dewi pak Bambang telah selesai mandi setelah percintaan mereka semalam,


mereka tengah duduk di-rungan makan sembari menunggu kedua anaknya tuk sarapan bersama,


hingga munculah Mita dan Alan , hanya keheningan yang ada di meja makan itu sesekali dentingan sendok dan bunyi air yang dituang kedalam gelas ya g terdengar,


"Mita kmu harus belajar dengan sungguh sungguh, serta lulus terbaik baru bisa kuliah"


tiba-tiba suara berat itu terdengar memecah keheningan,


"iya pak!"


seru Mita pelan sembari meneguk air minum.


"ingat jangan pacaran!"


kembali suar itu bergema


Mita hanya bisa menganggukkan kepala,


"kamu Lan, jangan pernah kecewa. bapak"


lanjutnya pada anak laki yang duduk samping Mita.


"iya,Alan usaha kan!"


balas Alan tanpa menatap sumber suara.


Pak Bambang terlihat dingin dan cuek, tapi sebenarnya dia perhatian kepada anak-anak nya,


namun sangat lembut jika hanya saat berduaan dengan Ibu Dewi, sampai sampai Buk Dewi dibawanya nya melayang ke surga dunia.


karena sifatnya itu kedua anaknya memiliki jarak dengan pak Bambang,..


selesai sarapan kedua keturunan pak Bambang dan ibu Dewi itu pamit untuk pergi sekolah.,,,


...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


terimakasih kepada;


yang telah setia membaca karya saya,πŸ™


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🀭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🀭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,πŸ™


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang πŸ€—


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL

__ADS_1


πŸ™


__ADS_2