
Deni yang masih terduduk disalah satu korsi plastik didepan etalase yang dipenuhi buku buku serta peralatan tulis berbagai alat alat kantor..
masih melamun
ingatan Deni kembali kemasa lalu
saat dia masih sekolah.
Dia teringat pada sosok Yanna
saat masih sekolah
Dimana Yanna terus mengikutinya dulu kemanapun dia pergi..
saat itu umur mereka sama sama 15 tahun jalan 16 tahun.
Yanna terang terangan suka padanya dan membuat sedikit risih karena merasa tidak enak sendiri saat Yanna selalu mengikuti dirinya pergi.
Tapi itu juga salah nya yang awalnya terlalu baik dengan Yanna mengajak nya kemanapun.
Padahal dulu Deni menganggap Yanna itu sebagai teman yang baik.
Tapi Yanna menganggap lebih
membuat Deni merasa bersalah sendiri.
karena hal itu juga yang membuat Deni menjaga jarak dan tidak lagi mengajak Yanna di setiap kegiatan nya.
"kenapa dia masih mengejar ku?
dengan cara merendahkan fikirinya sendiri!"
gumam Deni sambil memijat pelipisnya,
Deni tampak pusing sendiri..
masalah pertunangan nya sebentar lagi.
malah muncul lagi ancaman Yanna yang tehadap gadis kecilnya,,
membuatnya banyak berpikir keras,
karena Yanna orang nya nekat selama ini.
"sudahlah,
tidak usah dipikirkan"
ucap Deni mengambil air minum dibelakang karena terasa tenggorokan nya kering.
Deni tersenyum senyum saat kembali teringat atas semua tingkah lucu dari Gadis kecil yang telah mengisi seluruh sudut hari nya. berhasil membangkitkan seluruh gelora masa mudanya.
"Dini.
__ADS_1
kamu mahluk Tuhan yang sempurna untuk Ku!"
gumam Deni memegang dadanya yang berdetak kencang saat Deni mengingat semua tentang gadis kecil itu..
Deni kembali ke dapan Bersama Bio yang sedang sibuk dengan segala kegiatannya..
"Bio,apa kamu pernah mersa seseorang sangat mengganggu dalam hidup mu yang membuat kamu bosan?"
tanya Deni yang kembali duduk di korsi nya tadi
"maksud Abang,,
seperti wanita gila yang sering mencari Abang?"
seru Bio tanpa melihat kearah orang yang mengajaknya bercerita
karena kesibukannya yang sangat banyak.
"sayang nya tidak Bang,
aku berharap tidak akan pernah Bang"
lanjut Bio
"sangat mengerikan "
ujar Deni singakat.
"klo jatuh cinta pada seorang gadis dan sangat sayang padanya, apa kamu pernah rasakan ?"
"jatuh cinta tentu ada Bang..
sayang udah pasti Bang!"
balas Bio
dan merasa heran melihat saudara jauhnya itu..
"kenapa Abang bertanya masalah cinta?
bukan kah pengalaman Abang lebih baik dari apada aku!"
lanjut Bio yang ingin tahu maksut dan arah pembicaraan dari saudara jauh nya itu..
Deni tidak menjawab semua pertanyaan Bio
malah membahas hubungan nya dengan Uly.
"Bio,kamu udah berapa lama pacaran sama teman Uly?"
Bio kaget melihat Deni sekilas
"sudah hampir satu bulan"
__ADS_1
balas Bio jujur
"tau dari mana ya"
gumam Bio dalam hati.
"apa kamu sangat menyayangi nya?
tanya Deni kembali...
"aku suka karena kami cocok dan pemikiran yang sama,,omongan kami juga nyambung"
balas Bio yang kembali melihat reaksi Deni..
"apa Abang sangat menyayangi Dini?"
Bio balik bertanya
"aku sangat menyayangi, mencintai dan menginginkan kanya"
ucap Deni dengan semagat
wajah yang berseri seri
memancarkan aura ketampanan yang sempurna
melihat raut wajah Deni yang berseri
Bio ikut tersenyum
"lalu bagai mana dengan wanita gila itu Bang?"
ujar Bio dengan pelan masih bisa didengar oleh deni
"itu masalah nya..
wanita itu tidak terima penolakan ku padanya.
Dia telah mengganggu dalam hidup ku"
balas Deni dengan wajah yang telah berubah menjadi marah dengan tangan yang mengepal..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :
𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀
𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖
😉😍🤩
𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏