
Dini yang baru sampai
"Assalamualaikum,Bunda"
Teriak Dini mencari keberadaan Bundanya,
Dini yan baru sampai dirumah mencium tangan bundanya terus minta izin.
"Bun Dini,kemar dulu.
capak."
ujarnya seraya memeluk Bundanya dari belang.
"Ya udah ,jangan lupa mandi sebelum tidur
biar bangun sudah hilang capek nya dan kerasa segar."
ujar Bunda yang melihat punggung anak menghilang dibalik pintu kamar.
Dini merebahkan badan diatas kasur.
Dini terdiam berapa saat lalu dia bangun berjalan kearah kaca melihat pantulan wajah nya
meraba bibirnya yang membengkak
dengan gugup.
"Bagai mana ini?
desisnya
"nanti kalo Ayah dan Bunda bertanya?
bisiknya yang semakin gugup
"Kenapa Abang melakukan ini dan memegangi d**a ku.
bagai mana menghilangkan nya ?
ya ampun."
ucap Dini frustasi sembari mengarut Garut kepalanya yang tidak gatal.
Dini duduk ditepi ranjangnya
dengan dada yang berdebar
seketika bayangan kejadian tadi siang antaranya dengan Deni melintas di pikirannya yang membuat badannya meremang.
Sentuhan dan ciuman bersama Deni tadi terus berputar putar di dalam benaknya yang membuatnya tersiksa dan Dini segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
karena dia mersa bundanya sudah tidak nyam dengan peluh yang telah mengering membuat tubuhnya menjadi lengket .
Semalaman Dini tidak bisa tidur karena semua tindakan Deni selalu menari nari di pelupuk matanya,otak nya terus memikirkan kejadian tadi siang dan matanya tidak mau terpejam
__ADS_1
hinga membuat kepalanya sakit saat bangun pagi ini .
"hhh....
kepala ku saki sekali.
terkutuk gairah masa muda yang menyesatkan ini ."
umpat nya dalam hati.
"oh Tuhan.ampuni aku yang berdosa ini..semua ini kerena Abang Deni Tuhan !"
gumam Dini dengan wajah yang memohon.
Dilihatnya jam dinding telah menunjukan jam enam pagi
"oh tidak,aku harus segera mandi dan bersiap tuk pergi sekolah"
ucap Dini yang bergegas meluncur kekamar mandi
Setelah lima belas menit ,Dini keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai baju seragam nya lalu mematut diri di depan cermin.
"Syukurlah bengkaknya sudah ilang"
lirih Dini saat memperhatikan bibirnya.
"klo tidak aku takut Ayah dan Bunda pasti akan bertanya."
lanjut nya sembari berjalan keluar kamar.
karena Deni sudah terbiasa datang menjemput dan mengantarkan Dini kesekolah
Ayah dan Bunda selalu mengajak Deni tuk sapan pagi bersama.
Dini melangkahkan kaki dengan kepala menunduk muka yang memerah.
karena mersa malu tentang kejadian kemarin terutama pada Deni.
""Dini kamu kenapa nak?
apa kamu demam?"
tanya Bunda saat Dini sudah duduk dimeja
Bunda melihat wajah Dini yang memerah,dengan kwatir.
"Tidak Bun,cuma sakit kepala saja sedikit,
karena tidur kemalaman mengerjakan tugas."
balas Dini berbohong.
."Nanti minum obat ,juga sembuh."
lanjut Dini yang tidak mau menatap Deni sedari tadi.
__ADS_1
"Kalo sakit tdak usah saja sekolah nya dulu."
lanjut Ayah yang fokus menghabiskan makanannya
tanpa melihat kearah Dini
"iya,lebih baik istirahat dirumah dulu."
lanjut Deni yang kwatir.
"tidak apa apa, bentar lagi jiga hilang."
balas Dini yang meneruskan makanan nya.
di perjalanan tidak ada percakapan antar Deni dan Dini hanya keheningan dan suara deru mesin kendaraan yang memekakkan perjalan.
saat berboncengan dengan moto Deni
Dini masi tetap berpegangan pada pinggang Deni
yang memberikan kehangatan bagi Deni
Sampai di gerbang sekolah
Dini turu
"Bang Dini kesekolah dulu "
ujar nya sembari melangkah tapi terhenti
kareana Deni menahan tangan nya.
"Kenapa buru buru"
ujar den6i yang merasakan sedikit kegugupan dari tingakah Dini
yang berusah tuk menghindari tatapanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...yang suka denga...
...🅿🆁🅰🅷🅰🆁 🅲🅸🅽🆃🅰...
...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
__ADS_1
🙏🙏🙏