
Minggu ini,Mita pergi jalan berdua dengan Alam.
sedari pagi Mita telah sangat rapi menunggu dijemput Alam.
Mita yang mendengar suara motor berhenti di hadapan rumahnya,
dengan menyibak gorden,Mita mengintip siapa yang berada didepan.
Dengan mata yang berbinar Mita membuka pintu, melihat sosok Alam.
Alam sangat Tampa dengan stelan celana jeans atasan kaus hitam yang ditumpuk dengan kamera lengan pendek,kancingnya dibiarkan tidak terpasang.
Mita menelan air ludah nya,karena melihat aura ketampanan Alam.
Alam menjentikkan jarinya dihadapan Mira,
Mira yang kaget tersadar dari lamunan nya.
"ngak diajak masuk ni?"
pertanyaan itu lolos keluar dari mulut Alam.
"Ayo,masuk Al!"
ujar Mira dengan dada bergemuruh sangat hebat,mukanya bersemu merah,
Mira mengarahkan Alam keruangan tamu,dimana kedua orang tua dan adiknya lagi ngumpul.
"Ayo duduk Al!"
seru Mita pada Alam yang beriringan dengan nya.
"eee ada tamu,silakan duduk,"
ucap mama Mita dengan ramah.
Alam sedikit canggung menghadapi mama Mita,
"iya Tante,"
ucap Alam,sembari menyalami tamu anaknya.
"kenalin,aku Alan,
kakak ipar."
seru adik Mita yang sedari tadi memperhatikan Alam dari ujung rambut hingga mata kaki.
Mendengar ucap Alan, Mita semakin salah tingkah melihat Alam dan Adiknya bersalaman dengan gaya anak muda.
"Alan, ngomong nya yang sopan sama tamu."
sela Mama Mita.
"i iya,mam,"
balas Alan dengan mengisap kepalanya yang tidak gatal.
"Makasih Bik,"
ucap Mita pada asisten rumah tangganya yang telah meletakan minum tuk Alam.
"iya Non,"
ucap asisten rumah tangga yang terus meniggalkan nya ke dapur.
"silakan diminum nak, Alam!"
seru Mama Mita yang melihat Alam tengah asik berbicara dengan Alan.
Mita hanya bisa menjadi pendengar setia atas pembicaraan dua laki laki muda yang ada diantaranya saat ini.
"Iya, Tan,"
ucap Alam yang menyeruput Teh manis,sekilas melihat Mita yang sedari tadi hanya diam.
"Tante,saya mau,izin ngajak Mita keluar."
tiba tiba Alam minta izin pada orang tua Mita.
Mama Mita,yang mendengar ucapan Alam melihat anak gadisnya,
dengan tersenyum,
"o,mau jalan ya,
hati hati jangan pulang kemalaman."
lanjut Mama Mita memberi izin.
"Bang,jangan sampai lecet pas nanti mengembalikan Kakak ya,"
canda Alan yang membuat Mita memutar bola matanya.
"Alan"
__ADS_1
sela Mama Mita menegur Alan.
Alan hanya bisa nyengir dan pergi entah kemana.
"Ma,Papa tadi...?"
tanya Mita mencari Papanya
"udah,pergi sajalah Papa lagi telpon dikamar."
sela Mama Mita.
Setelah mendapat izin,
Alam dan Mita melangkah keluar rumah menuju motor RX-King milik Alam.
Alam melakukan motornya sangat pelan setelah Mita duduk berbonceng.
"pegangan"
seru Alam pada Mita, yang membuat gadis itu gugup dan menegang jaket kulit yang dipakai Alam.
"pegangan yang kencang,"
perintah Alam pada Mita.
Mita yang mendengar seruan Alam sangat gugup,
"ayo lah Mita, nanti kamu jatuh"
seru Alam sembari melihat Mita kebelakang,
mata mereka beradu pandang,
Mita salah tingkah saat melihat sorot mata Alam Yang menghujam jantung nya,
Alam meraih tangan Mita, Mita merit saja pasrah dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alam dengan sangat hati hati.
Alam yang melihat tingkah Mita hanya bisa tersenyum sembari melajukan motornya.
Mita sangat nyaman bersama Alam,dengan menyadarkan kepalanya di punggung Alam,
saat Alam melajukan motor RX-King nya melalui jalan yang cukup terjal dan berliku.
Sampai pada akhirnya,motor RX-King berhenti disebuah pelataran yang cukup luas.
suasana begitu ramai karena sekarang hari Minggu.
"Ayo turun!"
ajak Alam setelah memarkirkan motor RX-King nya.
Alam dan Mita berjalan sejajar menelusuri taman yang indah dengan perbukitan.
"Mau naik?"
tawar Alam pada Mita yang melihat arah perbukitan.
Mita mengangguk,
"Mau!"
ucap Mita dengan penuh semangat.
Alam melangkah dengan pelan,
menelusuri lereng perbukitan,
Alam menggenggam tangan Mita menelusuri lereng bukit, dan menuju sebuah kafe terbuka di atas bukit yang jauh dari keramaian.
Banyak muda mudi yang meramaikan kafe tersebut.
Beberapa di antaranya, ada yang sedang asik bermain musik dan bercanda dengan sahabat dan pasangan mereka.
Mita memilih tempat duduk yang berada di ujung tebing.
dari sana Mereka bisa melihat pemandangan seluruh kota yang sangat indah.
Mita tampak bahagia dengan terukir senyum yang manis dari bibinya yang mungil.
"Giman?
suka tempatnya?"
tanya Alam yang duduk di sebelah Mita.
"Suka banget,"
sahut Mita mengangguk kan kepala dengan senyum yang lebar melihat Alam.
"Yang lebih Aku suka,saat bisa bersama mu Al,"
gumam Mita dalam hati melihat Alam dengan dada yang berdebar.
"semoga kamu tidak mendengar detak jantungku,Al."
__ADS_1
lanjut gumam Mita dalam hati mengalihkan pandangan nya ke depan.
Alam menatap Mita dengan sangat dalam.
Mita yang menyadari diperhatikan oleh pria disampingnya,menjadi salah tingkah dan gugup.
"Kita foto berdua,"
ajak Alam mengarahkan kamera ponselnya saat telah merapatkan tubuhnya dengan Mita.
tiba tiba tangan Alam melingkar di pundak Mita,
Alam merangkul Mita agar merapat,
Mita yang merasa nyaman dengan Alam,
akhirnya Mita juga asik mengabadikan keindahan dari puncak bukit itu,untuk dijadikan status pada whatsapp nya.
Alam juga mengambil foto candid Mita tanpa sepengetahuan nya.
"mau minum apa?"
tawar Alam pada Mita.
"sama aja lah"
jawab Mita pada Alam.
Alam memanggil seorang pelayan dan memesan jus jeruk dua gelas Tuka menemani mereka.
Alam yang duduk samping Mita menyunggingkan senyum yang indah dari bibir tipisnya.
"cantik juga!"
gumam Alam dalam hati.
dan tersadar saat minuman pesanan nya datang.
"ayo minum jusnya."
ucap Alam saat menyeruput jus jeruk punyanya
"slurpp"
Mereka saling pandang,Alam yang menyadari kecanggungan Mita merentangkan salah satu tangannya dan merangkul bahu Mita agar merapat padanya.
"Kenapa kamu diam sedari tadi"
ucap Alam dengan lembut.
Mita hanya bisa diam dan menoleh melihat Alam,
posisinya saat melihat Alam sangat dekat hingga napas mereka saling menerpa muka bergantian.
Mita yang berusaha menjauh,Alam.semakin menguatkan rangkulan nya pada bahu Mita, sehingga puncak hidung mereka bertaut.
Mita semakin gugup dengan dentuman jantung yang sagat cepat seperti akan melompat dari rongga dada nya,
Mita memejamkan mata dan menunduk tuk sembunyikan mukanya yang bersemu merah.
Alam mencium puncak kepala Mita dengan lembut,
"Cup!"
Mita serasa disengat tegangan Listrik, tubuh membeku.
Perlahan Alam melepaskan rangkulan nya,
Alam kembali melihat Mita dalam,
Tuk mencairkan suasana yang sangat kaku diantara mereka berdua,
Alam mengajak Mita menelusuri seluruh puncak bukit,tidak lupa Alam menautkan jari jarinya dengan jari Mita.
"status kami apa ya?"
gumam Mita dalam hati saat teringat kepada nya dicium,serta melihat genggaman Alam diantara jari jarinya.
Mita merasa galau dan bingung karena Alam tidak kunjung menyatakan perasaan nanya.
"jangan baper, Mita!"
lirihnya dalam hati menenangkan hatinya dan pikirannya yang berkelana dengan sejuta pertanyaan.
......................
...๐๐นโค๏ธ...
๐ซ๐ผ๐ฒ๐ผ๐ต ๐ต๐ถ๐ฝ๐ฌ๐ณ ๐ฐ๐ต๐ฐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ฝ๐ถ๐ป๐ฌ, ๐ท๐ถ๐ฐ๐ต, ๐ซ๐จ๐ต ๐ณ๐ฐ๐ฒ๐ฌ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐คฉ
๐ฑ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ณ๐๐๐ ๐ญ๐จ๐ฝ๐ถ๐น๐ฐ๐ป ๐ ๐๐ ๐ฉ๐ฌ๐น๐ฐ ๐น๐จ๐ต๐ป๐ฐ๐ต๐ฎ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐
๐๐๐
๐ป๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐ถ๐ด๐ฌ๐ต ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐
__ADS_1
๐จ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐คญ๐ฅฐ๐ค๐ฅณ๐