PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT :98


__ADS_3

•••• RX-King melaju dengan sangat kencang membelah jalanan,,


Gadis cantik yang berbonceng dibelakang merasakan sensasi adrenalin yang luar biasa saat hembusan angin yang kencang menimpa wajah dan menerbangkan rambut lurusnya yang tergerai.


Gadis itu memeluk sang pujaan hati dengan Herat,


Entah karena rasa takut atau karena tidak ingin terpisahkan.


Hingga mereka sampai di sebuah perbukitan yang menjadi tempat wisata bagi muda mudi.


Perbukitan dengan udara yang sangat sejuk di hamparan rerumput yang hijau dengan pemandangan yang memperlihatkan keindahan ditengah kota...


Alam terdiam sejenak melihat lingkaran tangan Mira di pinggangnya hingga


"apa mau meluk terus atau turun ni?"


Celetuk Alam sembari memegang tangan Mira yang melingkar di Perutnya.


Perlahan Mira melepaskan tangannya


hingga Alam berbalik


"cantik"


Gumam Alam dalam hati sembari tertawa kecil melihat rambut Mira yang berantakan


Reflek tangan Alam merapikan rambut Mira.


Mira sangat Dejafu melihat perhatian Alam padanya hingga matanya tidak berkedip melihat Pria tampan yang ada di depan matanya.


"Aku tidak ingin Harini berlalu"


gumam Mira Dalam hati .


"ayo!"


Seru Alam melangkah menelusuri jalan yang di ikuti oleh Mira.


Hingga mereka sampai di sebuah tempat duduk yang mengarah ke keindahan kota.


Sebelum nya Alam telah memesan minuman yang baru diantarkan pelayan...


beberapa menit mereka saling diam menikmati indahnya pemandang dan menyeruput minuman.


Reflek Alam mendekatkan tubuhnya pada Mira.


"liburan besok ikut ke kota ya?"


Ajak Alam Tampa melihat wajah Mira yang kaget.


Mira menoleh melihat Alam yang tetap fokus ke depan menikmati indahnya pemandangan dan membakar rokok nya.


"kota?


Ujar Mira mengulang perkataan Alam.


Alam menoleh


"kenapa?


Apa ngak mau?"


timpa Alam santai sembari mengepulkan asap rokoknya.


"mau, tapiii.


Harus minta izin dulu sama ibu!"


Seru Mira dengan nada getir


"baik lah, hari Minggu aku jemput."


Timpal Alam kembali sembari mengusap kepala Mira hingga membuat perasaan Mira semakin tidak bisa dipahami.


"semoga hari ini tidak berakhir"

__ADS_1


Bisik Mira dalam hati karena terlalu nyaman saat bersama Alam.......


••••


Yanna yang baru saja sampai dirumah terlihat begitu senang dengan senyum yang terukir di bibirnya


Membuat ibu Tin ikut gembira karena telah lama tidak melihat keceriaan di wajah putrinya...


"bagai mana tadi nak?"


Seru buk Tin pada Yanna hingga Yanna menoleh mencari sumber suara.


karena semenjak memasuki rumah Yanna tidak menyadari kalo ibunya memperhatikan gerak geriknya.


"ibuk.."


Seru Yanna menghampiri Ibu Tin, dan duduk di samping wanita yang telah melahirkannya.


"seru lah buk,


Balas Yanna dengan senyum yang merekah menghiasi bibirnya


"Bu, tadi Yanna ketemu Deni..Deni semakin Tampa Buk"


Ucap Yanna bersemangat menceritakan tentang Suami Dini Itu


Hingga membuat raut wajah Buk Tin berubah sedih namun tatap tenaga agar Yanna tidak tersinggung.


Buk tin Berusaha mengalihkan situasi dengan mengingat kalo ada jemuran yang belum diangkat beranjak pergi meninggalkan Yanna sendiri,


"kenapa kamu tidak mau menerima kenyataan nak,


Kalo nak Deni itu Sudah punya istri"


Gumam Bu Tin Sedih, melihat anaknya yang masih duduk tersenyum.


••••••


Deni yang menyadari kalo mereka saat ini tidak dirumah dan Dini masih berseragam sekolah perlahan membelai pipi istrinya dan merapikan pakaian.


"diluar masih ada Bion dan Uly,


Bisik Deni ditelinga Dini.


Setelah merapikan pakaian dan tempat tidur kecil itu mereka keluar dan bergabung dengan sepasang kekasih itu.


"udah selesai bikin dedeknya?"


Sarkas bio pada Deni,


Hingga Deni melirik Bio sesaat tanpa berkata kata.


"Abang telah mencemari otak ku yang masih lugu ini,


Nanti aku bisa kilap, hingga mengorbankan Uly si gadis polos itu"


Canda Bio yang senyam senyum melihat


Hingga gelas plastik melayang di atas kepalanya.


"aduh kenapa sih bang, kepala ku di timpuk terus,


Lama lama aku bisa geger otak ni"


Protes Bio sambil mengusap kepalanya


Hingga menarik perhatian Dini dan Uly.


Uly memperhatikan Bio


"Kenap?"


Tanya Uly kwarti


"tau ni Bang Deni, sentimen sama aku beb"

__ADS_1


Ujar Bio


Dan pada akhirnya dua sahabat itu memilih untuk tidak ikut campur ...


Hari sudah semakin sore Deni dan Bio bersiap untuk menutup kedai Poto copy..


Dini tengah asik Bercanda dengan sahabatnya Uly Bun membatu mereka,


Deni dan Dini Bersiap pulang setelah ditinggalkan


Bio yang terlebih dahulu pergi Dengan Yuli


sedangkan Alam telah mengantarkan Mira kembali dengan selamat di depan rumah Buk Dewi......


Setalah menghabiskan waktu berdua dengan Mira dengan suasana yang sejuk dan penuh makna.....


𝐻𝑎𝑖𝑖.....


𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐𝑎...


😊😊


𝐷𝑈𝐾𝑈𝑁𝐺 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎......


😉🤩😍


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 𝑦𝑎𝒉 𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡𝑘𝑢


🙏🙏🙏🙏


𝑡𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑠𝑜𝑝𝑎𝑛!


😘😘😘


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝒉𝑎𝑑𝑖𝑎𝒉𝑛𝑦𝑎


🤭🤭🤭🤭🤭


𝑎𝑔𝑎𝑟 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔.


🥰🤗🥳🌞


𝑇𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖𝒉 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎𝒉 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑛𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝒉


💖💋


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


terimakasih kepada:


yang telah setia membaca karya saya,🙏


semua tulisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🤭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🤭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,🙏


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang 🤗


jangan lupa mampir juga di cerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU

__ADS_1


Arsil


🙏


__ADS_2