PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT :83


__ADS_3

β€’β€’β€’β€’


Deni hanya bisa melihat Bio dengan mata menyala,


namun tidak dipedulikan oleh saudara jauhnya itu.


Dini dan Uly kembali duduk disalah satu kursi panjang yang sengaja diletakan didekat pintu tuk menghambat orang agar tidak leluasa keluar masuk, kecuali pemilik kedai dan karyawan.


Dini yang melihat Deni menatap Bio namun dicuekin,


mengalihkan pandangannya pada Uly dan saling mengangkat dagu akan kondisi saat ini.


"bang"


panggil Dini pelan hingga Deni mengalihkan pandangannya


"iya Dek!"


seru Deni yang berusaha menelan air ludah saat melihat senyum Dini yang tersenyum begitu imut padanya.


perlahan Tangan Deni mengusap puncak kepala istrinya.


"yaa, jadi jongos dah"


celetuk Yully sembari bangkit dari duduk dan menghindar dan menjauh dari pasangan suami istri itu,


yully melangkah menghampiri Bio.


"sini beb!"


panggil Bio yang tanggap saat Uly berada diantara pasangan suami istri itu.


"emang kita cuma bisa lihat dan aamiinkan mereka saja!"


seru Bio yang juga ikut ikutan membelai puncak kepala Uly dengan melirik sepasang suami istri itu.


"kalian emangnya lihat apa dan ngapain?"


sungut Deni yang jengah dengan tingkah saudara jauhnya itu.


"nggak ngapa-ngapain, cuma ngikutin Abang!"


sanggah Bio dengan gaya sok imut sembari mengedip kan bibir dan menyipit kan mata.


hingga membuat ruangan itu pecah dengan tawa mereka, tiba tiba Bio mengisap jidatnya yang teras sakit abis dijitak oleh Deni,


"sakit bang,


kalo tiba tiba aku amnesia gimana?"


timpal Bio yang meringis sakit.


"ya baguslah!"


timpal Deni


"jangan dong babang ganteng,


nanti bebeb lupa sama adek Yully!"


timpal Yully protes pertanda tidak mau dilupakan Bio.


Deni yang tidak sanggup menghadapi kedua jenis makhluk absur itu malah mengajak Istri kecilnya itu pergi


"dek, pergi cari makan yu,


abang lapar"


ajak Deni sembari mengusap perutnya.


sesat hendak pergi


"jangan macam-macam!"


ucap Deni dengan tegas melihat pada Bio


"nggak,


cuma satu macam."


lanjut Bio dengan mengedipkan sebelah mata


hingga membuat Deni ber-decih


"kamu Yully, nggak pulang?


nanti dicariin sama ibunya?


lanjut Deni pada sahabat istrinya.


Yully tersentak dan menunduk malu


"iya babang ganteng,


bentar lagi!"


balas Yully dengan senyum yang canggung .


"ngapain kamu Nemani orang yang nggak takut,


mana pernah buaya takut?"


lanjut Deni hingga terdengar diantara kedua telinga Yully dan Bio


membuat Bio tertawa lepas.


Deni dan Dini yang telah menjauh dengan motor Deni,tidak lagi terlihat punggung mereka, oleh kempat mata 6qng sedari tadi menatap kemesraan mereka diatas motor.


"gimana mau juga kayak mereka?"


tiba tiba Bio bertanya pada Yuli

__ADS_1


hingga membuat Yuli tersigagap,


"mau yang mana nya dulu donk"


timpal Yully dengan senyum dan mata yang menatap menyipit pada Bio.


"semuanya lah"


jawab Bio tegas sembari menyelesaikan perkataannya yang masih terbengkalai..


"apa dia serius ya?


dari kemarin !"


gumam Uly salam hati mencerna setiap perkataan Bio.


"kenapa ngelamun?"


mikirin jawabnya ya?"


kembali suara Bio membuat Yully tersadar


diam tak ada jawaban.


setelah pekerjaan nya selesai Bio mengantar kan Yully pulang, namun kali ini tidak ada kemesraan diantara mereka,


Yully pun pulang nya tidak larut sore.


Deni yang saat ini berada di rumah istrinya,


tengah asik berbincang dengan ayah mertua.


ditengah tengah perbincangan mereka,


terasa begitu menyentuh hati saat ayah mulai mengeluarkan isi hatinya kepada sang menantu.


"Deni,


Ayah, titip permata, Duni dan kebanggaan Ayah kepada mu.


tolong jaga dia baik baik,


sayangi Dian dan cintai dia dengan tulus.


jika dia salah tolong nasehati jangan sakiti dia!"


ucap Ayah dengan suara lirih namun terdengar tegas sembari menegang tangan Deni.


ini kali kedua Ayah Sofyan memegang tangan Deni,


saat ijab kabul dan sekarang.


batin Deni tersentak,


dengan mata yang berkaca,


"iya Ayah, Deni akan selalu ingat pesan Dan nasehat Ayah."


Deni membalas genggaman tangan Ayah mertua dan mencium punggung tangannya.


Bunda yang baru datang dengan nampan yang berisi goreng pisang mengagetkan kedua pria beda usia itu,


"kok serius amat?"


tanya bunda sembari menaruh goreng pisang dihadapan kedua laki laki itu.


"Bunda bikin ayah kaget,


kalo tiba tiba jantung ayah berhenti bagai mana?"


celetuk Ayah tanpa sadar membuat wajah bunda bias tanpa sadar pipinya telah dialiri cairan bening,


hingga membuat ruangan itu menjadi sunyi.


bukanya Bunda lebai,


tapi hati bunda terasa ngilu saat mendengar penuturan ayah yang spontan.


karena selama ini bunda lah yang merawat dan menyimpan rahasia penyakit Ayah Sofyan.


Bunda merasa seolah olah itu firasat kalo Ayah sedang mengingatkan kondisinya yang semakin hari semakin memburuk.


Ayah merasa sangat bersalah saat melihat reaksi Bunda, hingga ayah tidak sanggup mengeluarkan kata-kata berikutnya.


"ini goreng pisang terlihat'l, enak.


boleh dimakan Bun?"


sela Deni mengalihkan situasi yang sangat kaku dan sedih di-ruangan itu,


hingga Bunda tersadar,


"iya, ini pisang nya sangat enak dan manis!"


balas bunda dengan senyum yang tipis melihat menantunya saat mengambil goreng pisang yang tiba-tiba di tarok kembali oleh Deni,


"masih panas Bun!"


ucap Deni meringis sembari menggoyangkan ujung jarinya yang kepanasan,


"ini baru masak,


dari penggorengan!"


lirih Bunda pelan saat melihat tangan menantunya sembari menyodorkan tisu.


Dini yang baru sampai, terdiam di sudut melihat kedekatan orang tua dan suaminya,


Dini meringis saat melihat Deni kepanasan dan membuat Bunda panik.


"pasti panas!"

__ADS_1


gumam Dini dalam hati dengan meringis saat Deni menggoyangkan jarinya.


perlahan Dini mendekat, duduk diantara ketiga orang yang telah sedari tadi di dalam suasana yang campur aduk sedari tadi.


Ayah yang masih menutupi penyakitnya pada Dini,


memanggil Dini dengan gaya khas nya seolah olah tidak terjadi apa-apa dan berusaha terlihat santai,


begitu juga dengan Bunda.


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


terimakasih kepada:


~lien machan~


adera14


Hamidah ajj, πŸ‘


Ana. 090471


indristy😘😘


Asih Thea


Herlina


Erlin


Cantika Ahtania


Marsya Kirana


Beatrix Meichu


Uthi Nana


Junemoment


Pai Konyal


Labuh Ardianto


Vinilla attack


margoandme


TripleAdorable


Eli Usada


random acts of pastel


yang telah setia membaca karya saya,πŸ™


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🀭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🀭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,πŸ™


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang πŸ€—


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL

__ADS_1


πŸ™


__ADS_2