
Ayah dan Bunda telah berada ditempat saudaranya tuk menghadiri pesta,Bunda sangat menghawatirkan putrinya.
"Dini,kamu hati hati dirumah dan jangan lupa periksa kunci rumah."
Bunda mengirimkan pesan pada Dini.
Dini yang mendengar ada pesan masuk,merogoh tasnya dan melihat pesan dari bunda.
"Iya,Bun,"
balas Dini singkat.
Setelah selesai menikmati makan nasi goreng,
Deni dan Dini terus pulang karena sudah malam.
"Bang,bukankah kakak yang tadi orang tuanya yang datang melamar abang?"
pertanyaan itu meluncur keluar dari mulut Dini saat akan menaiki moto Deni.
Reflek Deni memutar tubuh
melihat raut wajah Dini yang habis bertanya,
karena tidak juga naik keatas motor yang sudah hidupkan Deni.
"Dengan menggenggam tangan Dini.
naik lah dulu ,kita cari tampat bicara."
ujar Deni yang melihat wajah dan mata Dini mulai berkaca kaca.
Karena sedari tadi Dini sangat merasakan kecemburuan,namun ditahanya.Pada akhirnya Dini tak sanggup untuk menyimpan rasa cemburunya.
Saat Dini sudah berada diatas moto.
Deni menjalan motornya dengan sangat pelan.
"Berpeganglah"
ujar Deni dengan melihat wajah Dini yang cemberut dari kaca motor nya.
"mm"
ucap Dini yang
hanya memegang pinggang deni
tanpa mengalungkan tangan seperti biasanya.
Deni mengambil kedua tangan Dini dan memalingkan seperti biasanya.
"Seperti ini sayang"
ucap Deni dan melajukan motornya menuju sebuah taman.
Dini masih dalam mode tidak semangat karena masih cemburu.
Deni menatap kearah Dini dan membingkai wajah kekasihnya.
"Din,percayalah,
sampai kapan pun tidak kan ada wanita lain di hati Abang.
hanya kamu wanita satu satu nya."
ujar Deni sembari mencubit hidung Dini dengan lembut.
"Sakit Bang."
sungut Dini sembari mengusap hidung nya.
Saat ini Dini memanyunkan mulutnya dan menatap Deni dengan kesal karena telah mencubit hidung nya.
Dengan cepat Deni mencium bibir Dini, membuat dini menjadi kaget dan hampit terjatuh
__ADS_1
dengan sigap Deni meraih pinggang Dini.
"Abang apaan sih"
ujar Dini
"mau lagi kayak yang di kedai tadi"
ujar Deni dengan senyum yang sulit diartikan.
Dini menunduk karena malu,dan membenamkan tubuhnya dalam pelukan Deni.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi ini Deni telah datang menjemput Dini.
Dini yang dari tadi telah membuat nasi goreng mengajak Deni tuk menemaninya makan.
Setelah selesai makan Dini ,bergegas mengambil tasnya.
Dini melangkah kan kaki keluar,
"ayok Bang "
ujar Dini.
tapi Deni menari tangan Dini hinga tubuh Dini tepat berada didepan Dini.
Deni kembali mencium bibir Dini dengan sangat lama menarik tengkuk Dini hinga kembali menautkan lidah mereka,
saat mereka sudah kehabisan nafas barulah ciuman itu berakhir tuk menarik oksigen yang telah berkurang.
Dengan lembut deni mengusap bibir Dini yang basah.
"Terimakasih Sayang"
ujar Deni kembali mencium pucuk kepala Dini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Din,akhirnya kamu sampai juga.
kenapa lama?"
tanya Uly spontan penuh selidik.
"Tadi aku masak dulu,karena Ayah dan Bunda pergi menghadiri pesta pernikahan keponakan Ayah."
balas Dini jujur.
"Nggak mungkin klo aku bilang karena dicium Abang"
bisik Dini dalam hatinya.
"Nantik kami nemani kamu deh !"
lanjut timpa Novi,diikuti anggukan dari Mita dan Uly.
Dengan senang hati Dini mengiyakan.
"Oke benaran ya?
tapi aku kerja dulu ya tempat Bang Deni sampai sore.
nanti kalian lansung aja kerumah ku."
ucap Dini karena telah lama tidak ngumpul dengan temanya.
kebetulan ini hari terakhir ujian.
Saat berada di tampat Deni.
"Bang nanti
Dini pulang nya sore ya!
__ADS_1
karena teman teman mau nginap dirumah."
Ujar Dini tanpa melihat kearah Deni .
Mendengar ucapan Dini.
Deni sedikit kecewa.
"baik lah.
tapi ada pinaltinya."
balas Deni singkat.
"Apa,?"
pekik Dini
"kok seperti main bola sih Bang."
lanjut Dini yang bingung dengan perkataan Deni.
Deni hanya tertawa melihat exspresi wajah Dini.
hahaha
Waktu bergulir hingga sore.
"Bang, Dini balik duluan ya."
dengan bersiap siap mengambil tasnya di belang.
Deni yang melihat Dini kebelakang,
perlahan juga mengekor, saat kan berbalik Dini kaget dan membentur tubuh Deni.
Dengan sigap Deni meraih pinggang Dini dan mendekatkan wajah mereka berdua.
tampa menunggu waktu lama Deni mencium Dini dengan sangat buas sembari menarik tengkuk Dini,
hingga Deni kembali memasukan lidah nya kedalam mulut Dini.
Sampai mereka berdua kekurangan oksigen dan ciuman pun terlepas.
"Din ,biar Abang yang antar sampai rumah."
ucap Deni dan bergegas menutup tokonya .
sepanjang perjalanan menuju rumah Dini, mereka berdua bercanda.
"Sekarang kamu tidur dengan Uly, Mita dan Novi.
tidur besama Abang lain waktu ya.
mau kan?"
goda Deni pada Dini dengan mengusap paha Dini lembut sebelah tangan memegang stang motor.
"Abang"
ucap Dini semakin melingakarkan tanganya di pinggang Deni
"Kalo Abang berani mintak izin lah sama Ayah dan Bunda ."
ujar Dini dengan wajah yang bersemu merah mendatang Deni.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🇩 🇺 🇰 🇺 🇳 🇬 🇳 🇴 🇻 🇪 🇱 🇮 🇳 🇮 🇾 🇦 🇦 ..
🇩 🇪 🇳 🇬 🇦 🇳 🇻 🇴 🇹 🇪 ,🇵 🇴 🇮 🇳 🇩 🇦 🇳 🇱 🇮 🇰 🇪 🇩 🇦 🇷 🇮 🇹 🇦 🇲 🇦 🇳 🇹 🇪 🇲 🇦 🇳 🇸 🇪 🇲 🇺 🇦
😉😊😍🤩
🇸 🇪 🇷 🇹 🇦 🇲 🇦 🇸 🇺 🇰 🇦 🇳 🇩 🇦 🇱 🇦 🇲 🇱 🇮 🇸 🇹 🇫 🇦 🇻 🇴 🇷 🇮 🇹 🇳 🇾 🇦 🇾 🇦
__ADS_1
🙏🙏