
Tak selang berapa lama Ayah dan Bunda Dini datang dengan raut wajah yang cemar..
lansung menuju tempat Dini dirawat.
kareana saat Deni memberikan kabar Dini keserempet motor tadi telah menyebutkan tempat Dini.
"Dini,kamu kenapa?"
tanya Bunda yang baru datang bergegas menghampiri anaknya dengan air mata yang telah menggenang di pelupuk mata.
Suster Rina yang masih berada disana melihat kekwatiran bunda Dini,tiba tiba..
"Dini tidak ada malah buk,,
Dini kaget karena keserempet motor!"
ujar suster itu menjelaskan tuk menghilangkan kekwatiran bunda Dini..
"terimakasih suster!"
lanjut bunda yang masih membelai lembut anak nya.
"iya bu, sebentar lagi Dini boleh pulang,karena tidak apa apa."
"saya perminsi dulu."
lanjut suster Rina kepada ayah,bunda dan Deni yang tersenyum ramah melangkah meninggalkan ruangan Dini..
"bagai mana kejadiannya?"
tanya ayah tiba tiba yang sedari tadi diam memperhatikan putrinya.
Deni yang ingin menjelaskan
keduluan dari Dilla
"tadi Dilla pengen berbelanja ke mini market,pas mau nyebrang,motor melaju kencang."
ucap Dilla dengan suaranya yang lirih mendapat ayah dengan mata yang telah berkaca kaca
melihat anak nya yang memicing hingga mengalirkan air bening di pipinya,
ayah dengan lembut memeluk
"jangan menangis,
nanti kalo mau nyebrang lihat dulu situasi jalannya!"
__ADS_1
seru bapak dengan lembut yang masih memeluk Dini dengan kasih sayang yang tulus..
Ditempat lain, seseorang orang yang tadi menyerempet Dini merasa sangat senang dan bahagia
"semoga l***e itu tidak selamat."
umpatnya dengan senyum kemenangan.
"Yanna kamu dari mana?"
tiba tiba tanya bapak yang berhasi membuat Yanna kaget.
"bapak?
dari rumah teman!".lanjut Yanna berbohong
"pak Yanna masuk dulu,panas.
mau mandi!"
kembali lanjut Yanna melangkah menjauh meninggalkan bapak..
bapak mersa aneh dengan tingakah laku anaknya dan mersa ada sesuatu yang disembunyikan putrinya.
Yanna yang telah mandi dan berpakaian rapi..
"tumben kamu senyum senyum,Yan?"
ujar ibu yang penasaran meliahat anak nya sangat bahagia.
tiba tiba Yanna memeluk ibu nya dan berujar
"ibu masak apa?
Yanna lapar!"
ucap nya sembari mengusap usap perut..
ayah menyipitkan matanya dengan alis yang bertaut melihat tingkah Yanna yang tiba tiba berubah..
ibu yang juga merasa curiga dengan sikap anaknya melihat kearah bapak dengan mata yang mengerjab.
Di puskesmas Dini telah bersiap tuk pulang karena telah mersakan kondisi yang stabil.
perlahan ibu membantu Dini tuk turun dari bakar puskesmas..
dan membimbing anak nya berjalan
__ADS_1
"Dini gak apa apa bunda,Dini bisa japan sendiri!"
ucap Dini lembut pada bunda yang memapah nya berjalan..
Bunda tersenyum dan melepaskan tangannya memilih berjalan disamping putri nya yang diikuti oleh ayah Dan Deni 6ang mengekor dibelakang..
Dua buah motor beriringan pulang menuju rumah Dini..
ayah yang membonceng bunda berada dibelakang motor Deni yang membonceng Dini.
Dini sangat risih dan gugup karena diikuti ayah dan bunda,
Tidak berani melingkarkan tangannya dipinggang Deni.
"bang"
lirih Dini dari belakang
dengan debaran dada yang tidak terkendali.
"pegang yang baik.
nantik dulu peluk nya!"
balas Deni yang sedari tadi bisa mendengar dentuman jantung Dini.
"ada ayah dan bunda dibelakang kita sayang!"
bujuk Deni memberikan pengertian pada gadis kecilnya.
sampai dirumah,dengan sigap Deni membatu Dini Turun dari motor dan merangkul badan Dini kedalam pelukannya sesat.Setelah ayah dan bunda bejalan lebih dulu masuk kedalam rumah
"udah kan, sayang!"
bisik Deni ditelinga Dini
Dini meangukan kepala dan tersnyum melihat Deni .
......................
...❤️🌹💓...
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏
__ADS_1