PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
TERSESAT


__ADS_3

Dini yang semakin gugup berada dalam pelukan Deni yang menatapnya tanpa berkedip.


"sudah Bang, lepaskan


aku mau kekamar mandi"


Ucap Dini pelan melihat Deni


"ngak mau ,itu cuma alasan kamu saja sayang!'


ucap Deni sembari menghirup aroma strawberry yang lembut dari tubuh Dini.


membuat Deni lupa diri.


Deni kembali mencium bibir Dini


"umh...."


Deni mengulum bibir mungil itu lagi membujuk agar membiarkan lidahnya masuk.


Tubuh Dini gemetar,menahan sensasi yang membuatnya kehabisan napas.


perlahan tangan Deni memegang wajah Dini.


Gadis kecil itu terlihat berantakan sekaligus mempesona,


pipinya memerah entah karena malu atau terbakar gairah,


bibir nya yang sedikit bengkak terlihat sangat seksi .


gesekan dari dua gunung kembar Dini membuat Deni hampir tidak bisa menahan diri.


"Dini..."


guman Deni seraya mengalihkan wajahnya ke benda kenyal yang menempel di dadanya


kembali Deni mendaratkan ciuman di leher Dini


perlahan tubuh gadis itu memberikan reaksi membalas pelukan Deni.


tanganya bergerak dari atas bahu Deni ,menjalar Tengkuk hingga puncak kepala pria dewasa yang telah membuatnya tersesat.


Kembali sentuhan itu membuat Deni semakin tak bisa menahan gejolak yang ada..


saat merasakan benda kecil yang bergerak sangat keras dari bagian bawah Deni..


Dini mendorong tubuh Deni menjauh dengan sedikit panik


ada sesuatu yang mengganjal dari bawah sana yang semakin mengersa dan menekan perut Dini dengan kuat.


"itu......"


ujar Dini menunjukkan pada Deni


dengan kepanikannya


"Abang...

__ADS_1


ituu...."


ujar Dini ragu ragu yang masih melihat bagian bawah Deni yang sudah membengkak.


Deni sangat tahu apa yang membuat Dini gugup.


kembali Deni meraih tangan Dini,


Deni yang masih bersandar berusah tenang,memperhatikan wajah Dini yang semakin merah padam.


"itu biasa sayang,,,


bagi laki laki normal."


bisik Deni ditelinga Dini


Dini terdiam cukup lama.melihat wajah Deni.


kemudian mengalihkan pandanganya kebagian yang masih menonjol dengan jelas


dan mendengar suara Deni yang tidak beraturan.


Dini menggelengkan kepalanya


"Abang...


lirih Dini sangat pelan


yang begitu menggoda bagi Deni.


Dorongan untuk menguasai tubuh Dini sangat kuat..


Perlahan tangan Deni meraba memasuki baju Dini hingga dia bisa memegang bagian kenyal yang sangat menggoda baginya..


namun akhirnya Deni berusaha Manahan diri.


tidak ingin menyakiti gadis kecilnya.


kembali merapikan pakaian dan rambuat Dini dan mendaratkan ciuman dikedua pipi gadisnya.


"tiga hari lagi kita akan bertunangan saya!"


ujar Deni lembut yang masih memeluk tubuh kecil Dini


Dini masih terdiam berada diatas pelukan Deni


tiba tiba


"Abang ,yang tadi"


ujar Dini


yang masih mengganjal dalam pikiran nya..


Deni kembali merangkul Dini kedalam pelukanya dan mengusap kepala Dini .


"jangan dipikirkan itu tidak akan menjadi masalah,

__ADS_1


dengarkan Abang.


kita akan bertunangan,


lalu menikah,


berarti Abang akan bertanggung jawab hingga akhir."


"apa Abang mersakan sakit?"


ujar Dini dengan lirih sangat pelan


Deni membingkai wajah Dini..


dengan senyum yang terukir


"kamu percaya sama Abang?"


pelan Dini meanggukan kepalanya melihat kearah Deni.


"sedikit pun Abang tidak mersakan sakit,,


tapi hanya sedikit tersiksa saat menahannya!"


lanjut Deni menjelaskan pada gadis kecilnya..


Tiba tiba Dini mencium pipi Deni dengan lembut..


Deni membalas ciuman Dini tanpa aba aba Deni kembali mencium habis bibir Dini,


menjalar ke bagian leher dan terus dengan memberikan tanda dikedua gundukan kenyal Dini.


hingga Dini sangat gugup dengan keterkejutan nya.


"ini terlalu bikin candu!"


gumam Deni meraba bibir Dini .


Dini masih merasa seperti ada dentuman dalam dadanya.


memilih menyembunyikan wajah nya di dada Deni.


......................


...😉😉...


𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :


𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀


𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖


😉😍🤩


𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2