PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
KESEREMPET


__ADS_3

Dini yang baru muncul dari belakang.


melihat Deni dan Bio sangat sibuk,


Deni yang menyadari kehadiran Dini melangkah keluar,


"Din!


kemana"


tanya Deni yang telah melihat Dini di depan.


"ke mini market depan Bang!"


balas Dini tanpa menoleh karena memperhatikan jalanan yang dilalui kendaraan silih berganti


"hati hati"


ucap Deni singakat kembali melanjutkan perkerjaan nya dengan Bio..


Diseberang sana seseorang yang sedari tadi memperhatikan Deni dari kejauhan...


"oo,tenyata l***e kecil itu juga disana!"


umpat dengan mata yang membesar serta mimik muka sangat asam.."


"awas aja."


lanjutnya menyalakan mesin motor,


terukir senyum yang sulit diartikan terukir sempurna dari sudut bibinya


saat Dini sudah mulai menyebrang


tiba tiba


brak....


Deni spontan melihat kejalan


seta berlari menyadari kalau Dini yang ke serempet motor ...


melihat Dini yang terbaring tidak sadarkan diri dipinggir jalan


"Din"


rintih Deni memanggil gadisnya.


sembari membopong tubuh kecil yang sekarang terkulai lemah menuju Puskesmas yang berda diseberang jalan..


dengan napas yang tidak beraturan,,


membaringkan tubuh gadis yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"suster,


tolong tunagan saya!"


ujar Deni dengan hati yang runyam,tangan masih memegangi Dini..


tak butuh waktu lama seorang Dokter umum memerikasa Dini


dengan teliti.


perawat membersihkan luka uang terdapat di kening ,tangan dan kaki Dini..


karena panik ternyata sedari tadi Deni,tidak menyari kalau dia tidak memakai sendal.


yang menjadi perhatian bagi orang-orang yang lalu silih berganti di lorong puskesmas.


Deni sangat frustasi duduk di salah satu korsi sembari memegangi rambutnya.


kreeek...


saat mendengar suara pintu dibuka,


Deni bergegas menghampiri, Dokter yang baru keluar.


"Dik,bagaimana keadaan tunagan saya?"


tanya Deni yang masih sangat kwatir..


"tunagan anda tidak mengalami luka yang serius,cuma lecet.karena kaget tunagan anda sangat sok."


Deni melangkah masuk berdiri disamping ranjang Dini dengan mata yang berembun..


"sebentar lagi dia akan sadar Den!".ujar salah seorang suster jaga yang merupakan teman Deni semasa sekolah..


mendengar namanya disebut, Deni melihat kearah sumber suara dengan mata yang menyipit melihat suster yang sedang memasang cairan infus di tiang penyangga..


"kamu Rina!"


ujar Deni yang mengenali suster itu..


"iya!"


balas Rina yang melihat temanya masih sangat sedih dengan senyum yang terukir disudut bibirnya..


"tunagan mu tidak apa apa,


bentar lagi sadar?"


lanjut Rina meyakinkan d


Deni.


"aaww"

__ADS_1


rintih Dini sesat merasakan sakit dan perih di bagian tubuhnya.


dengan mata yang mengerjap saat sudah mulai sadar..


Deni yang mendengar rintihan Dini,


bergegas menghampiri gadis nya dengan sangat kwatir


"Din,


jangan banyak bergerak, istirahat aja dulu!"


seru Deni dengan lembut memberikan ciuman di kening gadis nya..


"Bang!"


panggil Dini dengan lirih dan mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan..


"kamu ada di puskesmas, sayang!"


lanjut Deni yang mengerti dengan sikap Dini..


"kamu udah sadar?"


tanya Rina yang baru datang


"kata Dokter kamu kalo sudah tidak pusing lagi boleh pulang!"


lanjut suster Rina dengan lembut dan senyum yang tulus..


"terimakasih Rin."


sela Deni kembali melihat Dini. dengan senyum yang tulus


"selamat ya Den,


jangan lupa undangnya.


aku tunggu!"


lanjut suster Rina yang menatap Deni dan Dini secara bergantian..


Deni, mengangguk kan kepala


masih melihat Suster Rina yang tersenyum melihat nya..


......................


...😉😉...


𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.


😉😍🤩

__ADS_1


𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏


__ADS_2