
Deni yang telah terbiasa bangun lebih awal dari matahari,,sudah sangat rapi dan bersemangat.
"Den,pagi pagi udah rapi dan bersiul siul?"
tanya bapak yang mendengar siulan anaknya
"Iya udah rapi dan wangi sekali!"
lanjut Ibu yang melihat penampilan anaknya.
Deni tersenyum dan merangkul bahu Ibu seta memeluk wanita yang telah melahirkanya dengan lembut.
"Mau ketempat menantu Ibu dan Bapak!"
ucap Deni jujur melihat kepada kedua orang tuanya.
Ibu dan Bapak hanya terdiam karena kaget dan bingung.
"Bu,Pak,Deni pergi dulu"
ucap Deni mencium kedua punggung tangan orang tuanya dengan sopan.
Deni sudah sampai Dirumah Dini karena telah biasa menjemput dan mengantarkan Dini kesekolah,sudah tidak ada kecanggungan baginya tuk memasuki rumah Dini.
"Ayo masuk Deni"
ujar Bunda yang telah menyadari kedatangan Deni.
"iya Tante ."
balas Deni melangkah kan kaki kedalam rumah
dan bertemu dengan Ayah Dini yang sudah rapi tuk pergi berdagang di pasar.
"Om." sapa Deni singkat
"Ayo Duduk Den,
Bun,Dini mana kok tidak keluar juga,ini Deni udah nungguin."
ucap Ayah dan bertanya pada istinya karena belum meliahat Dini.
Tak lama Dini pun keluar dari kamar dengan seragam putih abu-abu nya.
"Ayok sarapan dulu,"
ujar Bunda yang telah selesai menata makanan di atas meja makan.
"Bagaiman pestanya Om Tante,ada lancar?"
tanya Deni basa basi tuk memecahkan suasana
pagi itu.
"Alhamdulillah ,lancar."
ujar Ayah sembari tersenyum menatap Deni,
tiba Ayah mengeluarkan suaranya dengan nada yang serius
"Apa kamu sudah ada berfikir tuk membina rumah tangga Den?"
tanya Ayah spontan,berhasil membuat Bunda dan Dini menatap bersamaan kearah Ayah.
"Keinginan tentu ada Om.
Tapi Dini kan masih sekolah."
__ADS_1
ujar Deni serius beralih menatap Dini.
"Minggu depan kita ngumpul bareng ajak lah orang tua mu Deni."
Ujar Ayah sembari memasukan nasi goreng buatan Bunda kedalam mulutnya .
Bunda hanya bisa diam tampa ada sepatah kata pun yang terlontar begitu juga dengan Dini.
Berbeda dengan Deni yang sangat senang mendengar perkataan dari Ayah Dini.
Deni pun lansung mengiyakan ajakan Ayah Dini
"Baik lah Om,"
dan sarapan pagi dilajutkan dengan keheningan
"Ayah, Bunda Dini sekolah dulu"
ucap Dini sembari menyalami punggung tangan orang tuanya,
begitu juga dengan deni yang juga pamit.
Disisi lai Yanna yang masih mengharapkan cinta dari Deni telah bersiap untuk pergi kekedai Deni berniat membatu perkerjaan Deni
agar bisa bersama dan lebih mengenal.
"Aku harap kamu bisa menerima keberadaan ku Den."
gumam Yanna dalam hati saat melangkah ke gari mengambil motor metik Scoopy kesayangan nya.
Setelah menelusuri jalan yang rame dengan anak sekolah yang berpacu dengan waktu menuju sekolahan.
sepasang anak manusia yang saling mencintai itu sampai didpan gerbang sekolah SMA PEMBANGUNAN.
Deni dan Dini sama sama mersa bingung menatap sepagi ini Yanna telah berada di depan kedai foto copy Deni.
"Yaudah Bang,
seru Dini dengan tingkah yang tidak biasanya.
karena kehadiran Yanna telah membuat Dini tdak nyama begitu juga Dengan Deni
Deni semakin tidak tenang dengan tingkah Dini yang pergi begitu saja, meninggalkan nya dengan Yanna.
karean Biasanya Dini akan menemani Dini sampai membuka pintu kedai.
Dengan sigap Yanna membatu Deni merapikan kedai yang telah dibuka Deni.
walau Deni bersikap dingin padanya
Yanna tetap saja dengan tujuan semula.
Karana dia menganggap lama lama Deni pasti akan luluh jua.
Deni tidak nyaman dengan keberadaan Yanna
"Udah, Yanna.
biarkan itu ditempat nya?
kamu kenapa datang sepagi ini?"
ujar Deni dengan wajah kesal.
"Aku pengen mambantu mu!"
ujar Yanna menatap Deni denhan senyum
__ADS_1
"Aku juga lelah membawakan bekal tuk nantik siang"
lanjut Yanna menujukan tas bawanya.
Deni yang sudah risih dan kesal,
"Aku tidak membutuhkan bantuan mu,
karena aku tidak sanggup tuk membayar kariawan.
klo masalah makan siang,
sudah ada yang menjadi langganan saya."
ujar Deni menandakan ketidak suka an nya.
"Lebih baik kamu tidak usah repot repot
karena aku tidak ingin merepotkan orang lain."
lanjut Deni menolak kehadiran Yanna.
Dasar Yanna muka tembok ,
telinga kuali.
Dia tidan mengindahkan ucapan Deni...
tetap berada disana sampai saat anak sekola sibuk bolakk balik memfoto copy kan tugas mereka.
Dini yang masih melihat keberadaan Yanna ,tidak ingin mendekat sama sekali.
Deni memahami sikap Dini saat ini.
"Din,tumben kamu duduk di kelas?
tidak ketempat Babang Taman?"
tanya Uly yang binggung dengan sikap temanya itu...
"Ngak malas."
ujar nya singakat..
anak anak diluar sibuk membicarakan Deni dan Yanna
yang bisa didengar oleh empat sekawan itu.
"Tenyata Bang Deni sudah punya tunangan,cantik ya."
ujar anak anak membicarakan apa yang dilihat dan didengar mereka..
"Ooo ternyata ada,Pelapor!"
ujar Mita yang mendengar pembicaraan anak anak.
jam pelajaran telah dimulai kembali,
Dini berusah untuk tetap tenang,dengan fokus memperhatikan guru didepan yang sedang menerakan pelajaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🇩 🇺 🇰 🇺 🇳 🇬 🇳 🇴 🇻 🇪 🇱 🇮 🇳 🇮 🇾 🇦 🇦 ..
🇩 🇪 🇳 🇬 🇦 🇳 🇻 🇴 🇹 🇪 ,🇵 🇴 🇮 🇳 🇩 🇦 🇳 🇱 🇮 🇰 🇪 🇩 🇦 🇷 🇮 🇹 🇦 🇲 🇦 🇳 🇹 🇪 🇲 🇦 🇳 🇸 🇪 🇲 🇺 🇦
😉😊😍🤩
__ADS_1
🇸 🇪 🇷 🇹 🇦 🇲 🇦 🇸 🇺 🇰 🇦 🇳 🇩 🇦 🇱 🇦 🇲 🇱 🇮 🇸 🇹 🇫 🇦 🇻 🇴 🇷 🇮 🇹 🇳 🇾 🇦 🇾 🇦
🙏🙏