
Yanna sedari tadi masih uring-uringan di rumahnya
dengan suara yang sangat lantang
bisa terdengar sangat jelas bagi tetangganya..
"udah Yanna malu sama tetangga"
ujar Ibu menasehati anak nya..
"aku sangat membenci gadis itu, yang berani merebut Deni dari ku Bu!"
balas Yanna dengan nada suara yang tinggi tangan terkepal kuat dengan sorot mata yang menakutkan
"mengucap Yanna"
ujar Ibu kembali menenangkan anak gadisnya yang memancarkan dendam.
"klo aku tidak bisa memiliki Deni,
tidak satu pun yang akan bisa memiliki Deni!"
lanjut Yanna sembari berkacak pinggang didepan sebuah cermin
mengukir senyum licik dari bibir nya..
Ibu bergidik nyeri melihat penampilan anak nya dengan suara ancaman
"kamu kenapa seperti ini,
kamu bukan seperti anak yang pernah Ibu besarkan."
seru Ibu lirih dengan air mata mengalir membasahi pipi keriputnya yang semakin menjelas gurat tuanya.
"Pak kamu kapan pulang?
Ibu ngak sangup!"
gumam Ibu Yanna sembari melihat foto suaminya yang berseragam polisi terpanjang disalah satu Didinding rumah nya..
*
Deni yang melihat jam tangan yang melingkar ditangan nya telah menunjukan pukul 17,30
"Din ,,ayo balik,udah sore!"
ucap Deni yang membantu merapikan rambut Dini dengan sisir yang berada diatas kepala tempat tidur
"sini,biar aku sendiri Bang!"
seru Dini sembari ingin mengambil sisir ditangan Deni..
"udah,biar Abang selesaikan"
__ADS_1
ucap Dini tulus
setelah semuanya rapi
Deni dan Dini keluar dan menaiki motor ..
Dini kembali mengalungkan tangganya dipinggang Deni saat berboncengan..
Deni meraba tangan Dini
menautkan jari mereka dengan satu tangan masih memegang stang motor
Deni meletakan tanganya mereka yang bertaut keatas pahanya dan mengusap usapkan lembut pada pahanya.
saat Dini berusaha melepaskan tautan jemari mereka
Deni semakin mengeratkan tautan nya.
saat di perempatan jalan mereka berpapasan dengan Yanna yang melajukan motornya sangat kencang,
tiba tiba terdengar decitan suara ban motor yang merem mendadak.
Yanna berbalik mengejar motor Deni
"Den,berhenti!"
teriak Yanna dengan suara yang nyaring memangil Deni
Deni melihat di kaca spion
"Bang,berhenti dulu!"
seru Dini memukul mukul punggung Deni lembut.
Deni menepikan motor
"kamu tega Deni"
ucap Yanna lirih melihat Deni..
dan berubah sangat marah saat melihat kearah Dini yang masih berada dibelakang Deni..
"kamu l***e,berani merebut Deni dari ku"
ucap Yanna dengan suara lantang mata yang menyala merah memancarkan amarah seperti api yang berkobar
Dini yang binggung dan takut menggengam tangan Deni sangat kuat
Deni yang melihat Yanna akan melayangkan tamparan nya ke arah Dini.
"Yanna,jangan pernah kamu menyentuh Dini dengan tangan mu!"
ujar Deni yang berhasi menangkis tangan Yanna.
__ADS_1
Yanna dengan sangat erat menggengam tangan Deni dan tidak mau melepaskan nya
lalu dihempaskan oleh Deni hingga tangan Yanna terlepas
"kamu apa apan,
jangan coba coba menyentuh dan menyakiti Dini.
karena aku akan membalas mu lebih penyakit kan"
ujar Deni tegas dengan tatapan yang tajam dan rahang yang menggetar..
Dini mengernyit bingung,jantung Dini berdetak sangat cepat.
Deni mengajak Dini pergi dengan melajukan motornya meninggalkan Yanna yang masih berdiri ditempat
karana ancaman Deni.
sampai didepan rumah ,
Deni menahan tangan Dini
"jangan pikirkan.
semuanya akan Abang selesaikan,
masuk lah."
ujar Deni lembut sembari membelai rambut Dini.
"I LOVE U ,my Darling"
ujar Deni yang masih menatap Dini sembari mengedipkan sebelah mata..
Deni baru pergi setelah melihat punggung Dini menghilang dibalik pintu rumahnya.
.....................
𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :
𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀
𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖
😉😍🤩
𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖
🙏🙏🙏🙏
...😉😉...
__ADS_1