PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
BAPAK


__ADS_3

tok tok tok


ibu terbangun


terdengar suara ketokan pintu utama..


perlahan membuka mata


"siapa malam malam begini"


gumam Ibu melihat jarum jam kecil yang teronggok diatas kepala tempat tidurnya.


jam menunjukan pukul 04,30 pagi..


perlahan Ibu menuju pintu utama


dan mengintip di jendela memastikan siapa yang bertamu datang..


"Bapak"


seru Ibuk yang melihat orang berdiri dibalik pintu..


Ibu bergegas membuka pintu.


"Pak,!"ucap Ibu mencium punggung suaminya dengan mata berkaca kaca suara serak..


"kok malam malam Pak?"


tanya Ibu yang membatu Bapak menggantungkan baju seragam yang dibuka Bapak berganti dengan baju rumah..


"iya, Bu,,


Bapak kwatir dengan Yanna!"


ujar Bapak sembari merangkul bahu istrinya..


"Bapak istirahat lah sebentar,


Ibu akan siapkan air panas tuk mandi!".


ujar Ibu yang melihat suami nya sangat lelah..


pagi ini Bapak sudah berada di meja makan bersama Ibu.


Yanna yang baru saja keluar dari kamar kaget melihat Bapak


dan bergegas menghampiri Bapak

__ADS_1


"Pak,"


panggil Yanna lirih sembari memeluk Bapak nya dengan sangat erat..


Bapak mengusap punggung anak gadisnya pelan yang tersa nyaman bagi Yanna


"udah Na,


jangan nangis, Bapak udah kembali"


ucap Bapak yang pembersih kan air mata Yanna..


"ayo kita makan dulu"


sela Ibu yang mersa sedih mendengarkan isak tangis Yanna melihat Bapak dan y6anna secara bergantian.


suasana sangat hening saat mereka menyantap makan yang terdengar hanya dentingan sendok bergesekan dengan piring,


sesekali Bapak memperhatikan putrinya dengan tatapan yang tulus


selesai makan Yanna bergelayut di tangan Bapaknya..


mengikuti langkah Bapak menuju ruangan tengah...


"kamu kenapa Na?


kok buat Ibu sedih?"


Yanna hanya tersenyum menatap Bapak


"Pak,,ayo kerumah Deni pagi ini!"


ucap Yanna yang menatap Bapak nya dengan memohon..


"Yanna,,bukankah 4 bulan yang lalu kita udah kesana,mereka menolak kita!"


ucap Bapak dengan sangat hati hati karena tidak ingin melihat anaknya sedih dan terluka..


"Bapak harus bisa meyakinkan kan Deni,,tuk Yanna.


karena mau Deni Pak!"


ucap Yanna dengan suara agak meninggi memaksa orang tuanya...


"Yanna dengarkan Bapak!"


ucapan Bapak terhenti saat Yanna bergerak dengan kencang hingga pegangan 6bapak terlepas dari tangan Yanna.

__ADS_1


"Yanna gak mau dengar..


Bapak sama Ibu harus bisa membuat kuaraganya Deni terima Yanna!"


ucap Yanna sedikit berteriak dengan tangan yang berkacak dipinggang...


Ibu hanya bisa menangis melihat semuanya yang terjadi didepan matanya


"Yan.."


ucapan Bapak terhenti saat Yanna menyelanya..


"kalo Yanna tidak bisa memiliki Deni yang lain juga tidak boleh, termasuk l***e kecil itu,


karena telah berani merebut Deni dari Yanna!"


ucap Yanna dengan nafas yang sesak, matanya menyala merah seperti kobaran api.


"Bapak tidak bisa membantu mu,


kalo kamu seperti ini,,!"


ucap Bapak dengan tegas dan menunjuk kearah putrinya..


melihat Bapak yang sangat tegas membuat Yanna melunak dan menangis sembari memeluk kedua kakinya..


perlahan Bapak mendekati dan memeluk putrinya


"kamu harus sadar Na,,


semuanya tidak bisa dipaksakan dan kamu harus ikhlas"


ucap Bapak yang masih memeluk Yanna


walau hatinya sangat terluka melihat putrinya seperti ini..


Bapak berusaha kuat dan tak ingin istri juga merasa kan hancur


jika mengetahui kesedihannya..


Dia harus kuat tuk kedua wanita yang sangat dicintainya.


tanpa sadar air mata bergulir jatuh dari mata lelah polisi itu membasahi pipinya.


......................


𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.

__ADS_1


😉😍🤩


𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏


__ADS_2