PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
AYAH DAN BUNDA


__ADS_3

Karena hari sudah mulai malam.


Deni memutuskan untuk pulang.


"Om,Tante,


saya balik dulu."


ujar Deni saat itu karena sudah berkata jujur tentang hubungan mereka..


Deni saat itu tetap berpikir positif.


merasa kalo orang tua Dini, juga mersa binggung karena kedatangan yang mendadak.


"Ee,kok pulan.


kita makan dulu."


ujar Bunda .


Dengan spontan Ayah berkata.


"Tidak baik pergi,sebelum makan,karena semuanya telah dihidangkan oleh Bunda nya Dini."


ujar Ayah dengan senyum yang sangat ramah.


Bagi keluarga Ayah Sofyan,memuliakan kamu sudah menjadi kebiasaan.


Dini yang dari tadi menunduk,


mendengar perkataan Ayah dan Bundanya mengangkat kepala dan menatap Ayah dan Bundanya mencari kemarahan dari orang tuanya,ternya tidak ada sedikit pun.


Malah kedua orang tuanya sangat menunjukan keakraban dan kehangatan terhadap Deni,Deni pun terlihat nyaman.


Ayah pergi kekamar tuk menganti baju,tak selang berapa lama mereka sudah berkumpul dimeja makan berempat dengan tamu mereka yang tak lain adalah Deni.


"Silakan makan dulu Deni,"


ujar Ayah lihat Deni yang duduk didepanya.


"iya, terimakasih Om."


balas Deni yg berusaha menghilangkan kegugupannya.


Berbeda dengan Dini,yang tersenyum sangat manis saat menatap kearah Deni.


Melihat tingkah putrinya,


Ayah dan Bunda saling bertukar pandangan berkomunikasi lewat mata saja.


Selesai makan mereka mengobrol


kembali diruangan tamu


"Maaf ya ,Deni.

__ADS_1


kamu masih kuliah atau ."


ucap Ayah Dini bertanya namun terputus saat Dini menyela nya.


"Abang ketua pemuda dikampung Ayah."


ujar Dini dengan lembut


dengan sedikit malu malu


Melihat tingakah Dini yang mengemaskan membuat raut jawab Deni terukir senyum yang memancarkan ketampanan dari wajahnya .


"Ternyata sangat tampan"


gumam Bunda dalam hati nya


dan tersenyum melihat tingakah putrinya.


"ya, Om.


tapi saya sudah berkerja Om."


lanjut Deni sembari menatap kearah kedua orang tua Dini secara bergantian.


"Berkerja dimana?"


tanya Ayah yang penasaran.


"Saya membantu orang tua di sawah dan ladang


balas Deni jujur.


"ooo"


yang keluar dari mulut Ayah


mulai mengangguk anggukan kepala.


"Kok,oo


sih Yah."


sela Dini yg mersa Ayah nya tidak senang.


Ayah tersenyum melihat putrinya yang bertanya.


tanpa sadar menunjukan pembelaan terhadap Deni.


"lebih baik ,kalian menjalani saja dulu...


karena Saat ini Dini masih muda dan masih sekolah."


Ujar Ayah memberi lampu hijau.


"Sedangkan Deni sudah dewasa dan memiliki perkerjaan tetap."

__ADS_1


Lanjut Ayah karena paham dengan tujuan Deni yang berani datang kerumah menemui mereka,Ayah juga menimbang persaan Dini dengan sangat hati agar tidak melukai perasak an putrinya saat ini yang terlihat sangat mengagumi Deni.


"Iya ,Om, Tante.


saya akan menjaga Dini dengan baik.


karena saya berharap akan terus bersama dengan Dini menjalani hidup ini kedepan nya."


ujar Deni yang menunjukan keseriusan dan keyakinan nya.


Saat itu Dini menatap Ayah dan Bundanya secara bergantian mengharap dapat persetujuan.


Deni pun berharap mendapat kan restu atas niat nya.


karena Deni sudah bertekad akan hidup dengan wanita yang sudah mengobrak abrik jantung nya.


Dalam keadaan diam Ayah dan Bunda Dini mengangguk an kepala.


karena melihat mata putrinya yang mulai berkaca kaca .


Langit sudah gelap,siang telah berganti dengan makam


Deni mohon izin tuk pulang.


"Saya balik dulu Om, Tante.


sudah malam."


ujar Deni dengan sopan


dengan yang telah berdiri.


Melihat Deni yang sudah berdiri dan akan melangkah kan kakinya keluar,spontan Dini mengikutinya dan mengantar sampai depan.


"Dek Abang balik dulu."


ujar Deni sembari memegang puncak kepala Dini


dan mendarat kan ciuman di pipi lembuat Dini.


Dini yang merasa sagat gembira diperlakukan seperti itu ,tersenyum.


"Hati hati Bang"


ujar Dini sembari melambaikan tangan nya.


...****************...


๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ฐย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ฌย  ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡ปย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ฑย  ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ฎย  ๐Ÿ‡พย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฆย ..


๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ฌย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ปย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ชย ,๐Ÿ‡ตย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ฑย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ฐย ๐Ÿ‡ชย  ๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ทย ๐Ÿ‡ฎย  ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ฆย 


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿคฉ


๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ทย ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ฆย  ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ฐย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฑย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฒย  ๐Ÿ‡ฑย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡นย  ๐Ÿ‡ซย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ปย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡ทย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡นย  ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡พย ๐Ÿ‡ฆย  ๐Ÿ‡พย ๐Ÿ‡ฆย 

__ADS_1


๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2