PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
RINDU


__ADS_3

Matahari yang semakin menghilang telah berganti dengan cahaya rembulan.


Malam ini Dini tidak lagi bisa tertidur .


Sedari tadi dini hanya berguling guling diatas kasurnya,


gadis kecil itu mengerang frustasi dan kedua tangannya terentang lebar.


Dadanya bergerak naik turun tak beraturan ketika adegan dan pemandangan tadi siang ditaman kembali dalam ingatannya..


Tubuh ramping Dini kembali meremang dan bergetar ketika membayangkan benda keras yang mengganjalnya diatas paha Deni saat dia duduk.


Ucapan Deni tadi siang terus mengalun alun didalam gendang telinga nya .


membuat Dini merindukan pria dewasa yang telah berhasil membuatnya mengenal hal yang baru.


"klo begini terus aku bisa gila..


Tidak ,,,tidak.


semua ini gara gara abang!"


ujar Dini dengan lirih


...💕💕...


Deni yang sedari tadi pun susah memejamkan matanya,


selalu teringa dengan gadis kecil yang telah berhasil membangkitkan hasratnya melambung jauh. .


Deni tersenyum


mengingat semua petanyaan polos gadis kecilnya,


saat menanyakan benda yang mengersa di bagian


bawahnya.


Deni yang telah bertelanjang dada dalam kamarnya mersa sangat panas,pikiran terus tertuju pada gadis kecil yang telah menjadi candu baginya.


Uda yang malam ini sangat dingin karena hembusan angin kencang yang dikuti rintik hujan,masih sangat terasa panas bagi Deni.


Deni menguyur badanya dengan air dingin dikamar mandi karena tidak tahan dengan panas tubuh dan keinginan diluar kendalinya.


Dini yang sedari tadi tidak bisa memejamkan mata memegangi dadanya yang berdebar debar.


"kanapa aku sangat merindukan Abang?"gumam Dini


yang bergegas mengambil hp yang berada diatas meja belajar,


Dini menghubungi salah satu nomor


yang tersimpan dalam deretan kontak di hp nya.


tak lama menunggu sambungan tersambung


"kanapa belum tidur?"


tanya orang diseberang sana dengan sangat lembut dan sedikit kwatir.


"Abang


aku rindu"


ujar Dini lirih dengan mata yang berkaca kaca


Deni mersa kwatir saat mendengar suara Dini yang serak,


Deni mengalihkan panggilannya ke video call

__ADS_1


Dini yang melihat permintaan pengalihan beralih


bergegas menekan ok


"Abang,aku rindu!"


kembali kalimat itu terlontar dari mulut Dini dengan mata yang bekaca kaca


"Dini,,


jangan seperti ini Abang ngak tega sayang!"


ucap Deni dengan suara yang tertahan melihat gadis kecilnya tersiksa


"Abang juga rindu dan sangat ingin bersama,


tp sabar !"


lanjut Deni yang memperhatikan wajah gadis kecil nya terlihat sangat sedih..


"tidur ya ,Din.


udah malam.Abang juga mengantuk!"


bujuk Deni ingin mengakiri sambungan karena mersa tidak berdaya melihat gadis kecilnya seperti itu,


Dini mengangguk pelan kepala


sembari mengakiri sambungan dengan tidak rela.


Deni berusaha menenangkan hatinya


mencoba tuk memejamkan matanya.


Dini bangun pagi terlambat dari biasanya..


"kepala ku..."


Gadis kecil itu tidak bisa tidur semalaman.


karena ucapan Deni terus bernyanyi di dalam telinganya.


Sel sel otaknya terus berfikir dan matanya tidak mau terpejam


"hhh....


kenapa ini?"


ujarnya dalam hati masih duduk di tepi ranjang nya.


"semua ini gara gara Abang!


yang meracuni pikiran ku!"


erang Dini yang berjalan menuju kamar mandi


"Semoga setelah mandi,


badan ku jadi lebih segar!"


gumam nya dalam hati


Pagi ini Deni yang sudah berpakaian rapi.


menatap wajahnya di kaca jendela yang memantulkan dirinya,


"gairah masa muda menyesatkan!"


ujar ya dalam hati

__ADS_1


mengurai langkah


menuju dimana Bapak dan Ibuk sedang duduk menikmati teh hangat


"ini teh mu,Den!"


seru Ibu kepada anak nya yang telah duduk disamping.


tepat jam 7 Deni pamit pada Bapak dan Ibu.


Dini sudah selesai sarapan bersama Ayah dan Bunda,


segera meminum obat tuk penghilangan nyeri kepalanya yang masih sedikit tersa..


"kamu sakit Din?"


tanya Bunda dengan kwatir saat melihat putrinya meminum obat.


"pusing sedikit Bun,"


ucap Dini, sembari mencium tangan Ayah dan Bunda Dini pamit .


bergegas keluar telah mendengar deru motor Deni.


Dini bergegas menaiki motor Deni mengalungkan tanganya di pinggang dan menidurkan kepalanya di punggung Deni,


tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang dari tadi mengikuti Deni melihat kebersamaan mereka sangat marah dengan emosi yang berapi api.


saat di perjalanan.


"Bang,,


semua ini karena mu."


celetuk Dini yang masih menidurkan kepadanya di punggung Deni


"Tuhan ..


tolong catat semuanya didalam catatan buku dosa Abang!"


lanjut Dini semakin mengeratkan lingkaran tanganya di pinggang Deni.


Deni hanya bisa tersenyum senyum mendengar ucapan Dini serta tingkah gadis kecilnya,


tak tersa telah sampa di Depan SMA pembagunan.


"belajar yang rajin.


nantik Abang jemput"


ujar Deni membelai lembut kepala gadis kecil nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ



...


terimakasih semua komen dan dan dukungan nya


🙏😉


𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :


𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀


𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖


😉😍🤩

__ADS_1


𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2