PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT 79.


__ADS_3

semenjak meninggalkan rumah Dini, Uly selalu bersama Bio.


dua sejoli itu menuju sebuah taman.


Ditambah yang indah itu mereka bercanda dan saling bertukar cerita..


dua sejoli itu terlihat sangat cocok karena tingkah dan cara pikir mereka yang hampir sama..


pengunjung yang juga datang ke taman itu, ikut bahagia melihat keceriaan dan kekompakan sepasang anak muda itu.


tiba tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan pedagang keliling yang menawarkan dangan nya.


"permisi bang, kak,


apa mau air dan cemilannya"


tawar pedagang keliling itu.


pedangan keliling itu seorang ibu ibu yang sedang menenteng dua buah keranjang di kedua tangannya..


"kerupuk kuah pakai mie juga ada bang!"


lanjut pedangan itu dengan ramah menawarkan dagangan nya..


"barangkali istrinya mau!"


lanjut pedagang sembari menatap Uly.


mendengar ucapan pedagang barusan, membuat Uly dan Bio saling ditatap dengan senyum yang disusul tawa riang mereka..


"ya buk, Istri saya lagi hamil muda.


boleh kerupuk kuah mie nya.".


Lanjut Bio yang masih dengan wajah dihiasi kegembiraan. sembari melihat Uly.


"ni istri,"


ucap bio saat menyerahkan kerupuk kuah mie yang mereka pesan pada pedangan keliling itu.


dengan lahap mereka menyantap keruk kuah mie hingga tandas.


mereka masih tetap ketawa karena mengingat perkataan pedangan tadi..


setelah cukup lama di taman Bio, mengajak Uly ke tempat kerjanya,


yaitu kedai mesin poto copy milik Deni yang di depan SMA sekolah Uly.


"istri aku ganti baju dulu sebentar,


ayo masuk."


ajak Bio saat membuka kedai.


karena telah terbiasa ditempat itu, tanpa canggung Uly mengikuti Bio,


Uly duduk disalah satu kursi sembari memainkan hpnya..


Bio yang sedari tadi tidak nyaman dengan badan nya terasa lengket karena keringat ditambah balutan baju batik memanah rasa gerah di tubuhnya.


Dengan sigap Bio mengambil baju ganti dalam tas ranselnya,.


"Beb, aku mandi dulu ya Gerah,"


ucap Bio, yang tanpa canggung membuka baju nya didepan Uly


hingga meninggalkan celana boxer


Uly yang melihat Bio hanya mengenakan boxer cukup gelagapan dan matanya tertuju pada isi celana boxer milik Bio yang terlihat sedikit gundukan ditengah nya.


Uly menelan ludahnya kembali melihat Bio yang telah melilitkan handuk dipinggan.


sebelum berjalan ke-kamar mandi , Bio menyempatkan mencium puncak kepala Uly.


setelah Bio, tidak terlihat lagi.


Uly bernapas dengan cepat


"mata ku ternoda"


gumamnya sembari meraih segelas air mineral


seat kemudian Uly meneguk air air mineral sampai tandas.


"apa yang ada dalam pikirannya?"


kembali Uly bergumam dan bayang Bio menari di pelupuk matanya.


Uly menggeleng gelengkan kepalanya tuk mengusir bayangan gundukan dalam celana boxer Bio.


"tenang kamu Yuly"


ucapnya sembari memijit kepala yang tidak pusing.


Bio yang sedang dikamar mandi tersenyum puas saat mengingat tingkah Uly tadi..


Bio sengaja melakukanya untuk mengerjai kekasihnya..


selesai mandi, Bio menyadari kalo dia lupa membawa pakaian gantinya.


"sial, tinggal lagi didepan"


umpat Bio sembari mengeringkan rambutnya..


Bio yang telah keluar dari kamar mandi melangkah dengan santai menghampiri Uly,


ingin mengambil pakaiannya yang masih berada di sisi tas ransel nya..


Uly semakin terpana saat melihat Bio ditambah rambutnya 7ang basah masih meneteskan air.

__ADS_1


"beb,"


tolong pakaian ku!"


seru Bio pada Uly.


Uly yang masih gugup hanya meraih celana kolor tanpa yang lain.


Bio, tersenyum yang sangat sulit diartikan saat melihat ke terpana an Uly,


Bio mendekat dan meraih celana kolor nya dari tangan Uly yang Terulur,


Bio yang sangat jahil menunduk memasang celana kolor dan membuka lilitan handuk dari pinggang nya,


hingga membuat Uly berteriak sembari menutup matanya,


"hahaha"


tawa Bio pecah langsung memasang celana jens dan kaus oblong di depan Uly .


Bio menarik tangan Uly yang masih menutup matanya,


"kenapa?"


tanya Bio datar tanpa bersalah.


membuat Uly cuma sanggup menggelengkan kepalanya..


"apa kamu tadi lihat gajah belalai panjang, atau tongkat bisbol?"


tanya Bio yang tidak disaring Sama sekali semakin membuat wajah Uly memerah menahan malu,


sembari mengipasi mukanya yang terasa panas,


hanya itu yang bisa dilakukan Uly,.karena lidahnya membeku dan tidak memiliki kata kata tuk membalas ucapan sang kekasih.


perlahan tapi pasti Bio memeluk Uly dari belakang dan mencium daun telinga Uly,


hingga membuat Uly merasa geli..


Bio memutar tubuh Yuly, dan menautkan bibir mereka.,


tuk beberapa detik mereka saling berciuman..


"Li, ayo duduk sini,".


ajak Bio sembari mengusap pahanya.


Yuli masih diam berdiri dan menatap Bio dengan. mata yang membulat..


"beb, kamu telah mengotori mata dan otak ku"


cicit Uly yang masih bisa di dengar oleh Bio.


Bio menarik Yuli agar duduk di sebelah pahanya.


pertanyaan itu lolos dari mulut Bio.


"ngak"


jawab Uly sembari menatap Bio dengan intens.


"tapi aku ....


ucap Bio terhenti dan mengeratkan lilitan tangan pinggang ramping Uly.


"apa kamu mau menunggu ku sampai pekerjaan ku mapan, tuk hidup kita berdua"


seru Bio pelan tapi sangat serius Karana Bio membingkai wajah Uly dengan kedua telapak tangan nya..


Uly sangat tersanjung mendengar ucapan Bio,


hanya bisa memeluk Bio dengan melingkarkan tangan nya dileher Bio..


untu memecah suasana, Bio mulai dengan keusilannya,


"bagaimana kalo kita kawin dulu?"


seru Bio yang membuat Uly bergegas berdiri dari pelukan Bio.


"kawin?"


ulang Yuli dengan dua alis yang saling bertaut.


melihat reaksi Uly Bio menaikan alisnya secara bergantian hingga mereka tertawa berdua.


Bio yang telah terbiasa dengan manisnya bibir Uly,


kembali mencium Bibir itu dengan irama yang membuat Yuli kehilangan oksigen di paru parunya..


saat ciuman itu terlepas Yuli menghirup oksigen agar paru parunya tidak sesak..


Bio yang melihat Yuli sudah bernapas stabil, kembali memegang tengkuk Yuli,


"aku mencintai mu dan menginginkan mu"


bisik Bio ditelinga Uly..


kembali mereka berciuman, namun kali tangan Bio telah berada di dalam gaun Uly tepatnya di dua gunung kembar Uly.


Bio menurunkan ciumannya dileher Yuli dan menyingkap bahu Uly hingga mempermudah mulut Bio mengisap ****** Uly yang mengeras.


mereka terbawa suasana hingga tersadar saat mendengar aluna musik indah dari benda pipih milik Yuli,


Yuli melihat, ternyata panggilan dari ibunya,


Yuli mengangkat panggilan ibunya,


"iya Bu?

__ADS_1


seru Yuly.


"cepat pulang ya,, besok kamu kan ada ujian!"


seru ibu diseberang.


"iya Bu!"


balas Yuli


jingga sambungan telpon terputus..


"ada apa beb?"


tanya Bio yang telah melihat percakapan Uly berakhir.


"ibu ngingetin besok ujian kenaikan kelas,"


balas Uly melihat Bio yang semakin Tampa dimatanya..


"kita lanjut lagi yang tadi?"


ucap Bio menggoda Uly sembari merentangkan tangannya.


Uly mencubit perut Bio,


hingga Bio pura pura merintih kesakitan sembari mengusap perutnya yang tidak sakit.


"ayo kita pulang,"


ajak Bio yang menyadari jika hari memang sudah mulai petang.


tak lupa Bio kembali mencium pipi Uly sembari membisikan sebuah mantra yang membuat Uly me-remang dan wajah merona merah,


perasaanya bercampur aduk dan merasa tersanjung.


Tak lupa Bio merangkul Yuli dan memberikan pelukan..


sepasang anak muda itu menyusuri jalan yang sudah mulai sepi hingga tak terasa mereka sampai didepan rumah Yuli,.


Bio mengantar Yuli hingga kedepan pintu, karena Bio melihat ada sesosok yang berdiri disan memperhatikan. mereka.


"maaf Tante, saya mengatakan Yuly kesorean!"


ucap Bio dengan sopan saat berada didepan Ibunya Yuly.


"oh ya,


terimakasih.


ayo masuk dulu!"


seru ibu Yuly dengan ramah sembari memindai wajah dan sikap Bio.


tak lupa Ibu Yuly juga mengembangkan senyum yang sangat manis.


hingga kegugupan Bio lenyap seketika,


"maaf Tante, tapi harus segera pergi, karena masih ada pekerjaan."


tolak Bio dengan sopan,


Memang betul, Bio harus merupakan kedai Foto copy karena agar besok dia tidak terlalu repot dan satu lagi kain kotornya setelah mandi tadi masih berada di atas etalase.


Yuly yang telah masuk kedalam rumah beriringan dengan ibunya,


hanya sekedar bercerita sebentar tidak terlalu penting.


memang pengasuhan ibu Yuly sangat santai dan memberikan kebebasan dan kepercayaan penuh terhadap anak anaknya..


hingga larut malam Yuly mengunci dirinya dalam kamar karena. mempersiapkan ujian besok..


begitu juga di kediaman Mita, Novi, Dini, mereka sibuk dengan mapel yang akan diujikan besok,


walau Dini ada drama sedikit, saat Deni menghubunginya mengatakan kalo malam ini tidak jadi datang dan menginap di sana, tapi besok pagi Deni akan mengantar istrinya kesekolah.


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2