
Malam ini tersa sangat dingin,yang ditambah tiupan angin kencang menelisik masuk diantara fentilasi rumah.
Semakin dingin dan mencekam saat rintik rintik hujan jatuh membasahi bumi.
Yanna yang sedari tadi dikurung dalam kamar sangat frustasi dan kecewa sama Bapaknya..
"Bapak, Ibu...
bukak pintu!"
teriaknya dalam kamar yang memekakkan ruangan.
Hati Ibu semakin sakit dan tersa teriris mendengar isak dan rintihan putrinya yang masih menangis..
Yanna yang semakin kehilangan akal sehat nya,
perlahan melepaskan semua pakaiannya,Berdiri dihadapan cermin,dengan foto Deni yang disusun rapi diatas meja rias.
"Den..,lihat tubuh ku ini,
Aku akan memuaskan mu dan akan membuat mu bisa melupakan l****e kecil yang telah menyihir mu dan merebut mu dari ku!"
ucap Yanna sembari meraba raba seluruh tubuhnya yang telanjang, serta menciumi foto Deni dengan sangat bergairah..
"mmmmmm"
"hahaha"
"hiks..hiks..hiks"
Ibu yang sedari tadi berdiri didepan pintu kamar anaknya,sangat hancur saat mendengar ucapan Yanna yang berganti erangan,ketawa dan tangisan yang yang menyayat hati.
Perlahan ibu membuka pintu kamar Yanna,karena tidak lagi terdengar ceracau serta rintihan dari dalam.
"Astagfirullah"
ucap ibu saat melihat putrinya yang telanjang dengan foto yang berserakan,kondisi kamar yang berantakan.
Ibu menutup tubuh telanjang anak nya dengan selimut,,karena melihat Yanna tidur dengan mata yang bengkak dan sesekali terisak.
"Pak,,kasihan anak kita!"
ujar Ibu yang kini telah berda disamping suaminya.
__ADS_1
Suaminya hanya terdiam dan menatap Ibu dengan sendu air mata tertahan di pelupuk mata.
Dikediaman orang tua Deni seolah olah tidak pernah terjadi apa_apa tadi siang.
Keluarga kecil itu sangat bahagia menyambut saudara dari Ibu dan Bapak yang baru datang tuk menghadiri pertunangan Deni besok..
Mereka mempersiapkan barang bawaan yang akan dibawa besok dengan penuh canda dan tawa diantara sepupu Deni,salah satunya Bio yang selama ini menjadi saksi perjalan cinta Abang nya itu..
"akirnya ya Bang, tunangan!"
goda Bio dengan senyuman penuh arti.
"selamat ya Bang,,semoga aku menyusul Abang secepatnya."
lanjut Bio sembari tertawa
hehehe
membuat semua keluarga yang berda diruangan itu melihat Bio dengan mata yang terbelalak,mulut ternganga lebar,
Hahaha
hahaha
"aku serius."
sela Bio yang tidak mau kalah mengangkat kedua alis matanya masih dengan senyum termanis yang dipunya.
"lagian sekarang,hari udah sering terasa sangat dingin,,kan butuh seseorang yang bisa menghangatkan!"
kelakar Bio mengedipkan sebelah matanya diantara sepupunya..
Deni menjitak kepala Bio
"Aduh sakit Bang."
celetuk Bio meringis sembari mengusap kepala nya.
"Abang,main jitak aja!"
"mentang mentang udah mau ngadu burung puyuh!"
lanjut Bio dengan segala keisengan yang menggelitik hati Deni hingga tersenyum yang sangat sulit diartikan.
__ADS_1
"Burung puyuh ku juga mau diadu bang!
sarang nya juga udah ada,
tinggal dihalalkan juga."
ha-ha-ha
lanjut Bio dengan menaikan alisnya secara bergantian pupil mata yang membesar.
Deni memutar bola mata dan mengibaskan tangannya berjalan menjauh meningalkan Bio yang sedari tadi menggoda nya..
"kalo kamu masih berisik,,gaji kamu bulan ini tidak kan ku berikan!"
ancam Deni saat pada Bio.
"jangan bang,
nanti kalo pacar ku ngajak jalan masak aku mintak dibayarin sana anak SMA."
teriak Bio pada Deni yang telah menghilang dibalik pintu kamar nya..
"mampus,kalo gaji ku ditahan bulan ini"
gerutu Bio yang juga telah berbaring diantara saudara sepupunya yang telah tertidur.
...****************...
...❤️🌹💓...
𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵𝑮 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰....
𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏
𝑽𝑶𝑻𝑬,𝑷𝑶𝑰𝑵,𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 ...
𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏-𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂
😉😍🤩
𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒍𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒂𝒂
🙏🙏🙏
__ADS_1