
Pagi ini Deni telah datang menjemput Dini yang telah rapi dan siap tuk berangkat sekolah..
"ayo masuk Deni!"
ajak Bunda yang menyadari kehadiran calon menantunya.
"iya Bun,"
ujar Deni melangkah kan kaki memasuki ruangan tengah dan terlihat Ayah yang sedang duduk di karpet.
"ayo sini Den"
ujar Ayah memukul pelan disebelah nya..
Deni yang paham duduk tidak jauh dari Ayah
"Yah,,nanti pulang sekolah aku mau bawa Dini lihat lihat cincin"
ucap deni mintak izin pada calon mertuanya.
pandangan Deni teralihkan saat melihat Dini yang berjalan mendekat kearahnya dengan setelah putih abu-abu telah rapi, rambut di kuncir kuda.
"ayok Bang nantik telat!"
ucap Dini yang sedang memasang sepatunya..
"Ayah, Bunda Dini sekolah dulu"
pamit Dini pada kedua orang tuanya dengan mencium punggung tangan mereka dengan lembut dan sopan
"iya hati hati..
abis lihat cincin cepat pulang ya!"
ucap Ayah dan Bunda melihat anaknya beriringan dengan Deni.
**
"Din,,ada bawa baju ganti,?"
ucap Deni saat memberhentikan motor nya tepat didepan gerbang sekolah SMA PEMBANGUNA
"ada dalam tas,".ucap Dini yang menggoyangkan tas nya kearah Deni..
"sini biar Abang tarok di kedai kita"
ucap Deni sembari membuka tas milik Dini..
"Bang Dini ke kelas dulu yaa!"
ucap Dini yang mengambil tangan Deni tuk diciumnya
Deni mengelus puncak kepala Dini lembut...
"cie,,udah kayak suami istri aja ni Bang!"
ujar Bio yang sedari tadi memperhatikan interaksi Deni dan Dini..
__ADS_1
"gimana lagi .
emang maunya kesitu kan"
balas Deni tidak mau kalah dengan senyum penuh kemenangan
menatap Bio..
dalam kelas Dini sedang asik bercerita dengan Mita, Uly dan Novi
"Din,boleh kita bicara sebentar?"
ujar Alam yang telah berada di antara mereka berempat..
Dini sangat bingung melihat sikap Alam yang aneh
"boleh,bicara lah!"
balas Dini
terhenti saat guru memasuki kelas mereka..
"selamat pagi anak anak!
ucap guru memberi salam.
setalah mereka membalas salam Buk Guru menjelaskan pelajaran di depan...
saat bel istirahat berbunyi Alam kembali menghampiri Dini
"Din apa benar kamu suah punya pacar"
Dini menghela napas panjang
dan melihat ketiga temanya secara bergantian
Dini hanya meanggukan kepala
menjawab bertanya Alam.
Alam berjalan keluar meninggalkan empat cewek menutupi kekecewaannya.
" Alam kenapa ?"
ujar Dini yang binggung
yang dibalas temanya mengangkat bahu mereka..
"ya...udah Kanti yuk"
ajak Mita
"ee kok ke kantin,
bukanya kita biasa ketempat Babang Ganteng!"
sela Uly
__ADS_1
"itu maunya kamu biar ketemu si Bio!"
ucap Novi dengan memukul pundak Uly
"ee tau aja"
balas Uly santai dengan ketawa
hahaha
Deni sangat kaget saat menyadari kalo Yanna telah berada di samping nya bergelayut pada lengannya..
"apa apaan ini Yanna"
ucap Deni dengan kesal dan mendorong Yanna menjauh .
Bio yang juga baru menyadarinya karena fokus pada perkejaan nya sedari tadi.
tanpa malu Yanna terlihat ingin mencium Deni
namu dielakkan Deni..
Yanna bersikap agresif dengan memeluk Deni dari belakang sengaja menggesekkan buah dada nya dipunggung Deni.
Deni yang kesal,mendorong Yanna dengan kuat
hinga Yanna terdorong membentur etalase..
"menjijikan,
pergi kamu sekarang dan jangan lagi muncul di depan ku"
ucap Deni lantang dengan sorot mata yang tajam
Yanna tidak bergeming malah tertawaan
"hahaha"
"munafik kamu Deni!" ucap Yanna yang masih berusah mendekat untuk menggoda Deni
"pergi,aku tidak tertarik dengan mu"
ucap Deni kembali dengan menunjuk kearah moto Yanna terparkir.
"kamu akan menyesal Deni"
ucap Yanna melangkah pergi.
......................
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏
tolong mampir juga di karyaku yang lain
__ADS_1