PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT ;82


__ADS_3

pagi ini suasana ruangan sekolah cukup tegang,.karena semua siswa bersiap untuk melaksanakan, termasuk empat sekawan Mita, Novi, Yully dan Dini terlihat sangat was was.


"bagai mana ini , aku sangat grogi!"


ucap Mita yang baru datang menghampiri kedua ketiga sahabatnya,


"emang kamu aja?


aku jauh lebih dek dekan!"


lanjut Yully yang terlihat agak. lesu.


"kalo nilai ku jelek, aku bakalan kena omel sama mama!"


lanjut Ully dengan sangat pelan tapi masih bisa tersenyum.


"eleh,,, cuma kena omel,


kalo Ndak mau kena omel belajar.


jangan pacaran melulu!"


sarkas Novi yang masih menyimpan kesal pada temanya itu dan melihat Yully dengan mata malas.


Mita yang bingung terhadap Novi melihat Dini yang cukup kaget saat mendengar perkataan Novi,


saat mata Dini bertemu pandang dengan Mita,


Dini hanya bisa menangkap bau keatas dan menggelengkan kepala.


selama ini Novi tidak pernah menunjukan kekesalan yang berlebihan , biasanya Novi terlihat santai dan cuek,


tapi kali ini sorot mata Novi terlihat kesal saat melihat Yully,


"tumben tidak akur?"


tanya Mita yang penasaran mencari tau kenapa salah satu sahabatnya itu terlihat menyimpan amarah pada Yully.


Novi terlihat malas berada di sana, dan sangat tidak nyaman saat berdekatan dengan Uly, malah pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.


Dini yang juga semakin bingung ,berusaha mengejar Novi dengan langkah yang sedikit berlari.


"Vie"


panggil Dini dan mensejajarkan langkah mereka,


"kamu kenapa?


kamu marah karena....!"


tanya Dini yang bingung dan terhenti saat Novi melihatnya dan merangkul bahu Dini berjalan sembari beriringan menuju kelas mereka.


"mungkin Novi lagi datang bulan,


jadi aku yang imut ini deh Sadi sasaran emosinya"


celetuk Yully pada Mita yang seiring berjalan menuju kelas


mereka tertawa berdua,


"kamu kemaren kemana sih?,nggak bisa dihubungi!"


lanjut Uly sembari melihat teman disebelahnya.


Mita yang kaget melihat Yully dengan sudut mata,


Mita sangat gelagapan detik kemudian berusaha menenangkan diri dengan tertawa mengalihkan suasana.


"kenapa kamu ketawa?"


jangan jangan kamu kesambet kinti diperbukian!"


Uly bertanya dengan keanehan dan bingung dengan tingkah Mita,


hingga Yully berlari meninggalkan Mita,


"aku takut, mending kabur"


teriak Yully


namun Mita merasa lega, takut nanti banyak pertanyaan yang dilontarkan ratu kepo.


Mita yang teringat kebersamaannya dengan Alam kemarin, kembali tersenyum-senyum sendiri dengan wajah yang memancarkan keimutan dan mengemaskan.


hingga disepanjang jalan banyak murid yang menggoda, dan tidak sedikit murid lain yang merasa Mita sok kecantikan hingga terjadi bisik bisik diantara mereka.


Namun Mita tidak menghiraukan apa yang terjadi hingga sampai didepan kelasnya..


saat ujian berlangsung suasana sangat hening dan tertipu ditambah lagi guru pengawas ya g sangat killer membuat para murid semakin was was dan berkeringat dingin saat melaksanakan sesi ujian.


setelah selesai ujian, para murid terlihat berhamburan keluar dengan senang seolah olah baru terlepas dari dekapan dan belenggu yang menyiksa mereka,


"entak bagai mana hasilnya,.namu aku lega"


ucap salah seorang dari murid

__ADS_1


"aku tadi mah banyak yang ragu!"


timpal temanya.


"bersiap tuk pertempuran hari esok!"


lanjut murid yang segerombolan menuju gerbang..


empat sekawan Mita,Dini, Novi dan Uly masih betah berada di pekarangan sekolah karen mereka sangat malas berdesakan dengan murid,


"seperti antrian sembako gratis" kata Novi dulu saat mereka awal masuk sekolah,


semenjak itu empat sekawan itu selalu me-leha leha di dalam pekarangan sekolah hingga sekolah terlihat lengan.


Mita yang sedari tadi tidak bisa fokus, karena mencari bayangan seseorang,


"kamu kenapa Mita?"


tanya Novi yang sedari tadi heran melihat Mita.


Mita yang gelagapan ditegur Novi


"n, n, Ndak!"


seru Mita dengan muka yang bias.


"emang kamu lagi nyari apa?"


lanjut Uly yang memang kepo.


"ngak lagi nyari apa apa,


perasan Klian aja kali!"


sanggah Mita berusaha untuk terlihat santai mengalihkan dengan mengajak temanya pulang,


"balik yu, udah sepi no sekolah,


takut tiba tiba ada yang negur."


ucap Mita, berharap bisa berpapasan dengan sosok yang sedari tadi pagi tidak dilihatnya,


karena ujian mereka tidak bisa satu lokal karena telah ditentukan oleh guru lokal masing masing dan diacak..


"tapi tunggu dulu!"


sela Yully sembari menahan tangan Mita


"kemarin kamu kemana,


lanjut Yully dengan gayanya yang. selalu absur.


Novi yang masih kesal mengibaskan tangan,


pertanda malas.


Mita yang kaget tidak menyangka kalo Yully masih mengingat pertanyaan itu,


muat Mita jadi salah tingkah dan gelagapan.


karena tingkah Mita yang tidak biasa membuat Novi dan Dini juga ikut memperhatikan Mita menunggu jawaban.


"jangan bilang kalo ada rahasia yang kmu tutupi!"


lanjut Yully yang semakin membuat Mita gugup hingga pipinya memerah dengan dada yang berdetak karena gugup.


Mita yang tak kunjung menjawab, membuat Novi kembali bertanya,


"kamu kemaren jalan jalan keluarga ya?"


tanya Novi menyelidiki karena merasa Mita. menyembunyikan sesuatu.


Mita hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya berbohong,


karena Mita belum siap tuk menceritakan kebersamaan nya dengan Alam, sebab diantara mereka berdua belum ada kepastian.


Mita Muku kalo nantinya, cintanya bertepuk sebelah tangan.


"kamu kemaren kemana sama tu laki?"


lanjut Uly pada Novi dengan kesan sedikit mengejek.


Uly yang ditanya malah ketawa


"kamu cemburu nya nggak kira kira!"


kelakar Uly pada Novi yang menatap malas,


"cemburu,"


lanjut Novi dengan mencebikkan bibirnya.


"ibu mu yang nyariin, dengan nelpon aku!"


ketus Novi yang masih kesal dengan tingkah Yully yang selalu tinggalnya dari kemarin.

__ADS_1


"oo, aku mah sama bebeb ya jalan jalan di taman"


klarifikasi Uly dengan bibir yang terukir senyum saat bayangan Bio yang sangat seksi saat mengenakan boxer didepanya kemarin.


tiba tiba Uly menggeliat geli saat membayangkan sentuhan tangan Bio dan isapan mulut Bio di deda dadanya.


melihat tingkah Uly tiga sahabat itu saling bertatapan dengan isi otak mereka masing masing.


hingga ketawa memecah suasana saat itu, sembari berjalan beriringan menuju gerbang sekolah.


Mita masih berusaha tenang dan menhan sebak di dada karena tidak menemukan bayangan Alam,


"dia kemana ya?"


gumam Mita yang penuh harap bisa berpapasan dengan sanga pujaan hati hingga sampai di ujung gerbang tidak menampakan batang hidungnya,


hingga Mita menelan kecewanya dalam Diwan dengan senyum yang yang dipaksakan agar ketiga sahabatnya tidak mengetahui kalo hatinya sedang menangis saat ini...


Novi yang malas mengikuti temanya ketempat foto copy, pasti akan melihat kebucinan Yuli,


"aku balik dulu yaa,"


ucap Novi yang menuju lahan parkir sekolah tuk mengambil sepeda motornya yang juga diikuti Mita,


*aku balik juga yaa!"


lanjut Mita lesu.


"ok, hati hati"


seru Dini dan Uly berbarengan.


Deni tersenyum saat melihat istrinya sedang berjalan mendekati nya,


Bio yang menyadarinya bersiul suil dengan mata yang terus memperhatikan Deni.


"sukur bidadari ku juga kesini"


celetuk Bio ringan, hingga membuat Deni melihat Bio dengan mata menyipit,


Bio tertawa,


"biar nggak jadi obat nyamuk bang, kan ada yang nemenin"


lanjut Bio dengan mengedipkan sebelah mata,


"jangan aneh aneh"


tegas Deni yang faham akan sifat dan watak saudaranya itu


hingga pembicaraan mereka terhenti saat dua gadi berseragam SMA itu telah duduk di salah bangku yang terdapat di depan kedai.


"masuk dek!"


panggil Deni pada Dini yang dituruti Dini dengan patuh .


Bio menggerakkan tangannya pelan memanggil Yully agar mengikuti pergerakan Dini,


hingga kedua gadis remaja itu beriringan memasuki kedai itu.


β€’β€’β€’β€’


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2