
Deni saat ini sedang sibuk kedai yang dekat dengan pasar
karena banyak anak sekolah memfoto copy kan tugas mereka tuk hari senin besok...
Yanna yang baru sampai dirumah
dengan wajah yang kusut karena membiarkan rambuat berantakan tertiup again.
Ibu nya sangat kaget melihat keadaan anak nya
"Yanna"
ucap Ibu yang terhenti
dengan gelegar suara Yanna yang melengking
"Ibu.
bisa ngak tidak ikut campur ?"
ujar Yanna menatap Ibunya dengan mata yang membelalak seperti mau melompat keluar
"Astagfirullah,
kamu kenapa Yan.."
lanjut Ibu yang kaget mendengar teriakan dan pelototan mata anak nya seperti orang kesurupan
"Bisa gak sih Ibuk
diam!"
bentak Yanna semakin tidak terkendalikan
Sembari berjalan menuju kamarnya dengan kaki yang di entak entakan kelantai.
wanita paruh baya itu hanya bisa melihat dengan tatapan sedih tanpa disadarinya telah mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya yang telah menunjukan garis tua...
hati Ibunya sangat lah sedih dengan tingkah anak gadisnya.
Yang semakin hari semakin tidak bisa dipahaminya.
"Ya ALLAH,ada apa dengan anak yang kau titipan pada ku ini?"
seru wania paruh baya itu dengan suara yang terisak masih dengan air mata mengalir tak terbendung mengaliri pipi nya yang sudah mulai berkerut.
"aaaaggh"
teriakan Yanna dalam kamar
sembari melemparkan barang barang nya
__ADS_1
"kenapa ,apa salah ku?"
seru Yanna dalam kamar yang terdengar jelas oleh Ibu nya dari luar,
yang semakin membuat wanita paruh baya itu semakin merasakan batinnya teriris iris dan sangat perih.
sekuat tenaga Yanna berteriak memangil nama seseorang
yang membuat hati wanita paruh baya itu semakin hancur karena mengetahui putrinya yang tidak bisa menerima kenyataan...
klo jodoh ada ditangan tuhan
"Deniiiii"
TUHAN,dima engkau saat aku butuhkan?
kenapa engkau diamkan saja semua ini terjadi pada ku?"
teriak Yanna yang menggelegar di dalam rumah...
diakhiri dengan isak tangis yang terisak isak seperti rintihan kesakitan yang amat dalam..
dengan sangat pelan wanita paruh baya itu membuka pintu kamar putrinya
sangat kaget wanita paruh baya itu melihat keadaan kamar yang sangat berantakan dan putrinya yang sangat menyedihkan
karena talah mengacak acak rambutnya hingga kusut..
hingga Yanna mersakan ke nyaman
"Ibu kenapa Deni terus menghindar?"
ucap Yanna dengan lirih pada Ibunya
Ibu tak sanggup tuk menjawab nya,
wanita paruh baya itu tetap diam hanya mengusap lembut
kepala putrinya membuat putrinya menjadi tenang.
Deni saat ini sedang bersiap siap tuk pulang kerumah karena akan pergi bersama orang tuanya maka. bersama dengan orang tua Dini.
saat sampai dirumah..
"udah pulang Deni?"
tanya Ibu nya yang sudah rapi
"iya,Bu.
bapak mana bu?"
__ADS_1
tanya Deni singakat
"ada dikamar sedang siap siap "
lanjut Ibu sembari melihat anak nya yang duduk disisinya..
"Den,ayok kata bapak yang sudah siap?
jagan sampai mereka lama menunggu kita?"
mengajak anak dan istrinya.
"Tunggu sebentar Pak, Deni udah pesan kan gokar tuk Bapak dan Ibu.
Deni ikuti dari belakang ."
lanjut Deni melihat orang tuanya secara bergantian dan memeluk Ibu yang melahirkanya dengan tulus, seta memegang tangan Bapak nya dengan erat.
"doa kan Deni ya Pak, Buk!"
seru Deni sangat lembut dengan mata yang berkaca kaca.
Ibunya mulai terharu dan menciumi pipi anak bujang nya.
"Deni,,kamu harus siap dengan segala hal..
Doa Bapak dan Ibu akan selalu menyertai langkah mu!"
ujar Bapak sembari menepuk bahu Deni dengan lembut.
Selang berapa lama gokar perasan Deni sampai merekapun pergi beriringan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...bagi yang suka dengan...
...🅿🆁🅰🅷🅰🆁🅰 🅲🅸🅽🆃🅰...
...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏
__ADS_1
...🙏😉...