PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
TAMAN


__ADS_3

Gadis yang sekarang menginjak umur 16 tahun mau masuk 17 tahun semakin beranjak dewasa.


Semenjak berpamitan dari teman temanya,


yang memilih pergi dengan pria dewasa yang membuatnya semakin terkagum kagum, dan merasakan kenyamanan saat berada disisi nya..


Deni bersama Dini sampai di tempat wisata yang dipenuhi oleh pasangan muda mudi,


Gadis kecil itu tidak melepaskan genggamannya, Dia masih bergelayut ditangan pria Dewa yang sedang berjalan dengannya merasa terlindungi.


Deni yang melihat tempat tuk duduk kosong,


"Dini,


kamu tunggu sebentar disini.


Abang persan makana."


ujar pria dewasa itu dengan lembut.


Dini meangukan kepala dan kedudukan bokong nya,


disebuah bangku panjang yang sengaja dibuat oleh pengelola taman cukup untuk duduk dua orang.


pria itu kembali menghampiri Dini yang diikuti oleh orang membawa pesanan dari belakang.


setelah selesai menyusun pesanan Deni pedagang itu pergi


meninggalkan mereka berdua.


"selamat menikmati!"


serunya.


Deni duduk di sebelah Dini


tak lupa membelai Rambut gadis kecil yang telah berhasil mengubah tujuan hidupnya..


Deni yang merasa haus,


membuka tutup botol dan meneguk minuman botol serta menyodorkan juga pada Dini.


Dini pun tidak menolak saat Deni memberikan bekas nya..


"Bang..


apa Abang sering kesini?"


pertanyaan itu meluncur dari mulut Dini yang sedari tadi memperhatikan tempat yang


dipenuhi oleh muda mudi denagan berpasang pasangan salaing berpegangan dan berangkulan.


karena sedari tadi dalam benak Dini telah banyak pertanyaan muncul tentang Deni .


pria yang jauh lebih dewasa dari dirinya..


Deni yang mengerti dengan arah pertanyaan Dini


dengan merapatkan duduknya


Deni merangkul bahu Dini.

__ADS_1


"Abang,


tidak pernah kesini.


baru kali ini!"


bisik Deni ditelinga Dini


hembusan nafas Deni yang mengenai kulit Dini membuatnya meremang dengan detakan jantung semakin kencang...


"kok, Abang tau tempat ini?"


lanjut Dini yang masih memperhatikan sekitar dan beralih memandang wajah Pria dewasanya,


mecari kebohongan disana.


"Sayang,,


tempat ini sangat terkenal."


ucap Deni dengan terwa


hahaha


melihat tingkah Dini


dan pertanyaan Dini yang penuh selidik.


Tanpa aba aba Deni mengangkat tubuh Dini


dan mendudukan Dini diatas pahanya,


melingkarkan tangan di pinggang Dini


lanjut Deni pelan dan mencium pipi Dini dengan lembut,


membuat Dini menjadi malu dan mukanya bersemu merah.


"Bang banyak orang!"


ucap Dini pelan ...


"Mereka semua tidak akan melihat kita.karena mereka juga punya pasangan masin masin!"


lanjut Deni yang masih memeluk Dini dengan kuat agar tidak turun dari pahanya..


Deni yang mendekatkan mukanya kembali


mencium lembut bibir Dini.


namun nafasnya sudah agak tersa berat


Dini menyadari perubahan dari Deni,


Dini yang mersa risih mengeliat,


"aku berat ya bang?"


ucap Dini yang mendengar deru nafas Deni


Deni hanya menggelengkan kepala

__ADS_1


berusaha tuk menahan apa yang dirasakan nya saat Dini menggeser tubuhnya semakin menggeser tubuhnya nyaman diatas paha Deni


Saat yang bersama Dini terperanjat berdiri melihat kearah Deni,


dan mengalihkan pandangan ke bagian yang mengusik duduk nya diatas paha Deni..


karean ada benda yang keras menekan nya tadi..


"Bang,itu!"


ucap Dini pelan yang masih bisa di dengar baik oleh Deni..


dengan sigap Deni meraih tangan Dini


"ngak apa apa sayang!"


ujar Deni kembali membawa Dini dalam pelukannya,


mencium bahu Dini


"itu tandanya normal sayang..


dan hanya kamu yang bisa membuatnya seperti itu!"


bisik Deni pada Gadis kecil yang diajarkan nya menjadi dewasa..


Dengan menghirup aroma stroberi dari parfum Dini,


Deni berusaha menenangkan dirinya


Dini hanya terdiam di sisi Deni tanpa banyak melakukan gesekan.


"kamu begitu sangat mengoda"


gumam deni dalam hati


"ayo kita balik"


ucap Deni yang telah berhasil mengontrol Dirinya


kebetulan juga hari sudah sore..


saat berboncengan Deni terus mengusap usap kaki Dini


"Abang geli"


ucap Dini dengan memukul punggung Deni.


hahaha


Deni terwa dengan senang memajukan motor hingga didepan rumah Dini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :


𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀


𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖


😉😍🤩

__ADS_1


𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2