
"Alam kemana yaa?"
seru Mita yang sedari tadi menyadari Alam tidak masuk kelas..
"apa Alam pulang ya?"
Mita kembali memutar otaknya kemungkinan Alam pergi kemana..
Mita mengambil hp yang ada dalam tasnya tuk mengirim pesan pada Alam
"Al,kamu dimana?
aku kwatir.
sedari tadi kamu gak bali!"
Bio melihat suasana sudah mulai kondusif
"Bang tu cewek nekat!"
ucab Bio juga karena jijik melihat sikap Yanna yang murahan..
bel pulang sekolah berbunyi mengalihkan pikiran Deni
"Bio,, jangan sampai tau Uly dan yang lain kejadian tadi!"
ucap Deni memperingati Bio..
karean kwatir akan Dini.
"beres Bang"
balas Bio senyum dan mengangguk anggukan kepala..
"Babang!.
Beb ."
sapa Uly saat sampai di kedai..
"aku sama Mita duluan!"
ucap Novi yang jengah melihat tingkah temanya
"Ulat Keket ,
jangan terlalu ganjen"
lanjut Novi pada Uly
yang ditanggapi Uly dengan candaan
"siap komandan"
ujar Uly dengan sikap tegap seperti seorang prajurit
Novi mengibas kan tangan melihat Uly dan menarik Mita yang sedari tadi hanya diam karena pesannya tidak dibaca Alam
"kamu kenapa juga Ta?
pada aneh kelakuan kalian semua!"
ucap Novi melihat Mita yang sangat pendiam .
"Vi,kira kira Alam keman ya?"
__ADS_1
tanya Mita dengan kwatir.
"tumben kamu kwatir sama Alam,
jangan jangan kamu menyimpan rasa sama Alam.
please jawab!"
ucap Novi menatap Mita curiga
"kamu jangan marah yaa,,
sebenarnya dari dulu aku suka sama Alam."
ucap Mita dengan menunduk..
"jadi kalian semua pada jatuh cinta?"
ucap Novi santai
"bagai mana dengan Alam,,
bukanya Alam dari dulu suka sama Dini?"
lanjutnya
Mita hanya bisa mengeleng
"rumit"
ucap Novi
"mending kamu pulang istirahat,
lanjut Novi yang kasihan meliah sahabat nya.
"ingat aku,,
suka boleh tapi jangan sampai berbuat nekat!"
ucap Novi menasehati Mita..
setelah Dini berganti baju.
berdiri disamping Deni.
"waw,,cantik bangat
mau kemana?"
tanya Uly penasaran
Dini yang ngak tau mau jawab apa cuma bisa diam,dan melihat kearah Deni.
Deni yang melihat tingkah Dini
malah melingakarkan tangannya dipinggang Dini,
bikin Uly semakin melihat Dini dengan tatapan penuh tanya
"Din"
panggil Uly namu terhenti saat disela Deni
"mau cari cincin"
__ADS_1
ucap Deni yang tersenyum
"Bio,,kita pergi dulu!"
ucap Deni yang telah menautkan jarinya dengan Dini
"ih posesif bangat Babang Ganteng!"
ucap Uly yang masih bisa di dengar oleh Dini dan Deni
Uly beralih melihat Bio setelah melihat Deni dan Dini menjauh dari mereka..
"beb,benaran ucapan Babang Ganteng?"
tanya Uly dengan manja..
"kamu lagi goda aku yaa?"
Bio balik bertanya karan Uly tengah bersikap manja..
"kamu maunya yang gimana aku juga bisa"
lanjut Bio menggoda Uly
yang berhasil membuat muka Uly bersemu merah.. dengan bibir yang di majukan..
"kenapa tu bibit maju bangat..
ntar aku *****!"
lanjut Bio dengan dikuti tawa
ha-ha-ha
"iiee.
bebeb otak nya mesum!"
gerutu Uly
dengan sigap Bio menyambar tangan Uly menarik nya
mendarat kan ciuman di pipi Uly.
Uly yang kaget hanya bisa terpaku diam
"suka?
mau lagi ?"
lanjut Bio dengan menaikan alis matanya turun naik mengoda Uly.
......................
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏
mampir juga di karyaku yang lain yaa
🌹
__ADS_1