
Deni yang baru sampai di rumah Ayah Sofyan, dengan perlahan mengetok pintu,
takut mengganggu kalo sudah pada tidur.
tok...tok...tok
"assalamualaikum"
seru Deni pelan didepan pintu berharap ada yang mendengarkan salamnya dan membuka kan pintu.
Ayah Sofyan yang masih berada di-ruangan tengah sedang nonton berita di televisi,
beralih dari duduk menghampiri pintu besar,
terlebih Ayah Sofyan mengenali kalo itu suara menantunya.
saat pintu terbuka
"assalamualaikum Yah!".
sapa Deni sembari menjulurkan tangan nya yang disambut oleh ayah Sofyan.
"Belum tidur Yah"
ujar Deni yang melihat Ayah mertuanya yang membukakan pintu rumah, sembari mencium punggung tangan mertuanya.
"belum, masih nonton televisi"
balas Ayah sembari mengajak Deni masuk.
"ayo masuk, dingin dan gelap"
Deni menyeret tas yang berisi pakainya kedalam rumah,
Dua laki laki beda usia itu beriringan masuk menuju ruangan tengah yang masih terang dengan suara televisi yang menyala,
mereka asik menonton berita dan sesekali bertukar cerita,
Pak Sofyan terlihat senang karena menantunya yang satu hobi dengan beliau, sehingga cerita mereka nyambung satu sama lain hingga larut malam.
karena selama ini jika pak Sofyan bercerita tentang hobinya, Bunda Mery hanya mendengar dengan anggukan kepal dan sesekali bilang
"oo, yaaa,. masak?"
hingga saat ayah Sofyan tengah asik bercerita tanpa sadar telah ditinggal tidur menelusuri alam mimpi,
seolah olah sedang membacakan dongeng pengantar tidur.
Tengah asik menonton, sorot mata Ayah Sofyan melirik jam dinding,
"astaga"
seru Ayah Sofyan Pelang sambil melirik Deni yang masih setia mendengarkan ceritanya sedari tadi.
Ayah tak menyangka kalo beliau telah cukup lama duduk didepan televisi di temani Deni,
dengan menguap, Ayah Sofyan berkata,
"sudah larut malam,
sebaiknya kita tidur,"
ujar Ayah Sofyan pada menantunya, dengan menunjukkan kepada Deni dimana kamar Dini.
sebenarnya Deni telah sedari tadi ingin menemui Dini,
namun merasa tidak enak hati saat mendengar cerita dan pancaran kebahagian di wajah Ayah mertua, takut Ayah mertua tersinggung..
Ayah menuntun Deni menuju kamar sang putri dengan membuka pintu kamar Dini pelan,
setelah Ayah Sofyan memastikan pintu kamar Dini tidak terkunci dan telah terbuka sedikit,
"masuk lah Deni,
mungkin, Dini telah tidur!"
ucap Ayah Sofyan pada Deni tanpa melihat anak gadisnya didalam kamar dan Ayah Sofyan melangkah menjauh dari Deni yang masih memegangi gagang pintu kamar Sanga istri.
setelah Ayah Sofyan mematikan televisi, Ayah Sofyan juga menuju kamar dimana istri beliau telah lebih dulu menyelusuri alam mimpi.
dengan perlahan Ayah Sofyan mensejajarkan tubuhnya dengan Bunda mery saat berbaring diatas ranjang, takut membangunkan Sanga istri,
Ayah Sofyan menarik selimut seta memiringkan badan memeluk Bunda mery,
"Ayah, udah selesai nontonnya?*
tanya Bunda Mery dengan suara serak orang baru bangun,
"udah, ayo tidur lagi!
bisik Ayah sembari mengusap kepala Bunda Mery.
hingga mereka tertidur dengan posisi ayah memeluk Bunda dari belakang, berselancar di alam mimpi.
Deni yang baru masuk dengan menyeret tas berisi pakaian,menaruh disalah satu sudut kamar yang bernuansa pink baby itu.
Deni sangat kaget saat melihat Dini yang tertidur sembari duduk didepan meja belajarnya.
Deni menghampiri Dini, merasakan tuk memisah kan Sanga istri kecilnya keatas ranjang, tiba-tiba Dini menggeliat saat merasakan ada yang menyentuh nya,
Dini terbangun dan membuka mata,
"Abang"
serunya pelan sembari menatap wajah Deni yang telah berdiri didepannya dan sesat kemudian mengedarkan pandang keseluruhan penjuru kamar,
Deni tersenyum melihat tingkah istri remajanya itu ditambah lagi dengan kondisi bangun tidur Dini terlihat semakin menggemaskan,
Deni berusaha menelan ludahnya,
Tiba-tiba Dini memegang tangan Deni tuk berdiri,
__ADS_1
"kapan Abang sampainya?"
pertanyaan itu keluar dari mulut mulut Dini sembari berjalan mendekati ranjang,
mata Dini yang melihat jam di dinding kamarnya membulat,
"aa,. masih jam 00:00"
gumam Dini kembali melihat keberadaan Deni yang telah duduk ditepi ranjang bersama nya.
"aku kira udah pagi dan kesiangan!"
lirih Dini dalam hati yang berusaha tenang walau sebenarnya sangat gugup .
"masih ngantuk ya sayang"
ucap Deni pelan sembari membingkai muka mungil istrinya, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Dini,
Dini sangat gugup ditambah jantung nya yang sedang memompa darah sangat kencang hingga berbunyi seperti dentuman mercinben.
Deni meraih tas yang dibawanya tadi, membuka tas pakaian itu tuk mengambil baju tidurnya.
Dini hanya terpaku melihat Deni tanpa berkata dan tidak sanggup berakar kata.
sekarang ini perasaan Dini campur aduk tidak bisa dilukiskan bagaimana nya.
Deni perlahan melangkah kedalam kamar mandi hendak menukar baju,.sesaat kemudian Deni keluar dengan celana pendek dan baju kaus oblong.
Deni menghampiri Dini yang sedari tadi duduk ditepi ranjang,
tiba tiba Deni mencium puncak kepala Dini dengan lembut
"tidur yuk"
seru Deni menarik lembut tubuh Dini tuk naik keatas ranjang.
Dini hanya bisa menurut paruh dan tidur berbantal kan lengan kanan Deni,
sedangan tangan Deni yang kiri melingkar di pinggang ramping Dini memeluk nya.
napas Dini yang berembus kencang dengan dada yang turun naik,
atas kegugupan Deni bisa merasakan debaran jantung istrinya,
"tidur lah, udah malam,
besok kan mau ujian"
seru Dini semakin mengeratkan pelukannya dan mencium tipis bibi mungil milik 8striny yang selama ini merupakan candu bahkan sebagai infused Water bagi nya..
tak butuh waktu lama sepasang suami istri baru itu tertidur dengan pulas Karana sama sama sudah mengantuk,
Deni tidak melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Dini, hingga mereka menelusuri alam mimpi berdua.
tepat jam 05:00 Deni terbangun mendengarkan suara adzan,
Deni tersenyum melihat Dini yang masih tertidur pulas,
"cantik"
lirih Deni seta mendaratkan sebuah ciuman di kening istrinya.
Deni bangkit menuju kamar mandi tuk melepaskan hasrat paginya, membuang isi kantong kemih yang merupakan rutinitas wajib Deni,
Deni yang baru keluar dari kamar mandi setelah berwudhu,
dengan lembut membangunkan Dini
"Sayang, bangun.
udah waktu subuh,"
usap Deni pelan di kedua pipi Dini.
Dini yang merasakan dingin di kedua pipinya membuka mata,
berusaha tersenyum saat melihat wajah tampan Deni yang telah memakai peci.
"ayo bangun, ambil uduk, kita shalat berjamaah berdua"
ajak Deni sembari mengubah posisi Dini dari tidur ke duduk,
Dini yang masih setengah sadar berusaha tuk tidur kembali namun tubuhnya di tahan Deni,
Dengan sabar Deni memapah istri kecilnya kemar mandi.
"biar Abang bantu berwudhu'"
seru Deni yang membuat Dini tersadar
"Dini bisa sendiri"
seru Dini dengan suara serak namu terdengar seksi ditelinga Deni,
Dini masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu tepat didepan Deni yang berdiri diambang kamar mandi.
Deni 5ersrnyum simpul mengulum bibirnya
"sangat cantik dan seksi"
lirih Deni sembari membetulkan pecinya,
dan melangkah ke hamparan sajadah menunggu makmumnya.
pagi ini sepasang suami istri baru itu shalat berjamaah,
selesai shalat Deni menjulurkan tangan pada Dini yang diraih Dini serta mencium punggung tangan suaminya,
tak lupa Deni juga mencium puncak kepala istrinya dengan lembut..
setelah shalat Dini bersiap merapikan keperluan sekolah,
__ADS_1
drama pun terjadi saat Deni memeluk Dini dari belakang, membuat Dini gugup saat hembusan napas Deni menerpa leher belakang dan menggeliat saat Deni mencium tengkuknya dengan lembut ditambah terdengar bisikan lembut ditelinga semakin membuat Dini meremang dan menggeliat.
"I love you isriku"
bisik Deni pelan bagaikan mantra ajaib yang membuat Dini menjadi kaku.
Dini hanya bisa pasrah saat Deni memutar tubuh nya hingga mata mereka saling beradu pandang dengan dentuman jantung yang saling bertegur sapa.
πππππππππππππππ
π»πππ.....
π ππππππ‘ ππππ...
ππ
π·ππΎπππΊ ππππΈπΏ πΌππΌ.....
ππππππ ππππΈ, πππΌπ, π·π΄π πΏπΌπΎπΈ
ππππ π ππππππ‘ ππππ π πππ’π......
ππ€©π
ππππππ ππ’ππ πΏπΌππ πΉπ΄πππ πΌπ πππ π΅πΌππ΄ π π΄πππΌππΊ π¦ππ π ππππππ‘ππ’
ππππ
π‘πππππ π‘πππππππππ πΎπππΈπ π¦πππ ππππππππ’π πππ ππππππππ π πππ‘π π ππππ!
πππ
ππππππ ππ’ππ ππππππππ¦π
π€π€π€π€π€
ππππ ππππ¦π πππ π ππππππ ππππππππππ.
π₯°π€π₯³π
πππππππππ ππ ππππ π¦πππ π‘ππππ ππππππππ π ππππππ
ππ
β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’
terimakasih kepada:~lien machan~
adera14
Hamidah ajj, π
Ana. 090471
indristyππ
Asih Thea
Herlina
Erlin
Cantika Ahtania
Marsya Kirana
Beatrix Meichu
Uthi Nana
Junemoment
Pai Konyal
Labuh Ardianto
Vinilla attack
margoandme
TripleAdorable
Eli Usada
random acts of pastel
yang telah setia membaca karya saya,π
semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.
π€
saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan π€
Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan
LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,π
Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang π€
jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain
PRAHARA CINTA
MAAFKAN AKU BUNDA
AKU, KAU DAN IBU MU
ARSIL
π
__ADS_1